Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menutup IHT SMPN 2 Jayapura dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• IHT terkait perencanaan sekolah termasuk kedisiplinan pegawai, proses belajar mengajar, sarana prasarana, dan kesiswaan.
• Tekankan implementasi kurikulum merdeka bersama guru dan siswa.
• Guru hasilkan siswa unggul siap hadapi masa depan melalui pendidikan berkualitas.
KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menutup In House Training (IHT) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Jayapura untuk semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Kegiatan yang berlangsung dua hari, dari 14 s.d 15 Januari 2026, di Hotel Horison Kotaraja, diikuti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Hadir juga Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd.
IHT ini difokuskan pada peningkatan kedisiplinan, kualitas administrasi, serta kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang efektif, inovatif, dan berbasis teknologi.
Rocky menyambut baik inisiatif sekolah untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Selain itu, menjadi momentum penting bagi SMPN 2 Jayapura untuk menyegarkan pengetahuan dan keterampilan pendidik di tengah tuntutan pendidikan modern.
“IHT merupakan kegiatan positif yang berkaitan langsung dengan perencanaan dan kebutuhan sekolah, mulai dari kedisiplinan pegawai, proses belajar mengajar, sarana prasarana, hingga kesiswaan,” ujar Rocky usai menutup IHT, Kamis, 15 Januari 2026.
Rocky menekankan implementasi kurikulum merdeka yang harus diwujudkan bersama guru dan siswa.
“Guru harus lebih tertib dan meningkatkan kepekaan terhadap peserta didik yang indisipliner. Karakter yang baik harus diajarkan secara konsisten,” ujar Rocky.
Menurutnya, pembentukan karakter sering kali terbawa dari lingkungan atau kelompok siswa. Oleh karena itu, literasi dan numerasi harus ditingkatkan agar menjadi lebih baik.
Ia berharap, melalui IHT ini, guru-guru SMPN 2 Jayapura mampu menghasilkan siswa unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan melalui program pendidikan berkualitas.
Sebelumnya, Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd, menilai IHT sebagai kesempatan emas untuk penyegaran.
Enok menargetkan pelatihan ini mempersiapkan langkah maju, sehingga sekolah mampu mencetak siswa berprestasi.
IHT juga mengingatkan peserta untuk mempertahankan tugas pokok sebagai pendidik. Enok menegaskan, meski administrasi penting, fokus utama tetap pada pengembangan siswa.
“Guru harus berkomitmen mengajar dan membangun hubungan baik dengan murid. Itulah yang menghasilkan generasi berprestasi,” tegasnya.
“Ini momentum untuk merefresh pengetahuan dan keterampilan yang telah dilakukan sepanjang 2025, serta meninjau ulang regulasi terbaru agar diterapkan dengan baik,” ujar Enok.
Enok menambahkan, IHT menghadirkan narasumber kompeten seperti Beatrix Ersye, Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, yang memaparkan materi peningkatan kualitas administrasi dan tenaga kependidikan.
Dalam presentasinya, Beatrix menyoroti administrasi akurat sebagai fondasi sekolah berkualitas.
“Dengan teknologi, kita bisa mengoptimalkan sistem manajemen data siswa dan guru,” ujar Enok mengutip materi narasumber.
Selain itu, Vyan Kobis dari Staf Badan Kepengawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Jayapura menyampaikan informasi terkini tentang Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dan regulasi pendukungnya.
“Regulasi TPP terus berkembang. Guru harus selalu update agar hak-hak mereka terpenuhi dan menghindari kesalahan pengelolaan,” jelas Enok, merangkum penyampaian Kobis.
Enok berharap, kegiatan dua hari ini tidak hanya menyajikan teori, diskusi interaktif, dan simulasi berbasis teknologi, namun menjadi pelopor dalam kurikulum merdeka dan pembangunan karakter siswa khususnya di SMPN 2 Jayapura.
(ldr)







