Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag, M.M. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Fokus pada kelancaran dan keamanan dari pendaftaran hingga pemulangan.
• Imbauan untuk melengkapi dokumen dan mengikuti pembinaan.
• 933 calon jemaah haji Papua (termasuk petugas haji daerah, KBIHU, dan pendamping).
KANTOR Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua telah mempersiapkan dengan matang untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag, M.M, mengatakan kuota calon jemaah haji untuk Papua mencapai 933 orang.
Rinciannya terdiri dari 887 jemaah reguler, 43 jemaah lanjut usia, empat kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU), dan lima petugas haji daerah.
Fokus utama adalah memastikan seluruh rangkaian mulai dari pendaftaran hingga pemulangan berjalan lancar dan aman.
“Ini adalah amanah besar bagi kami. Kami sudah siapkan strategi komprehensif agar setiap jemaah Papua dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk,” ujar Musa di Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua di Asrama Haji Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa, 6 Januari 2026.
Musa menjelaskan, kebijakan penyelenggaraan haji 2026 ini dimulai dari tahap pendaftaran yang telah dibuka sejak tahun sebelumnya.
Calon jemaah harus memenuhi syarat administrasi, kesehatan, dan keuangan melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
Proses ini melibatkan verifikasi data oleh Kemenag untuk memastikan kesiapan jemaah.
Musa menekankan antisipasi terhadap perubahan regulasi dan kebijakan baru dari pemerintah pusat dan Arab Saudi, yang mungkin mempengaruhi kuota, jadwal, dan protokol kesehatan.
“Setelah pendaftaran, tahap pembinaan menjadi fokus utama,” ujar Musa di Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua di Asrama Haji Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa, 6 Januari 2026.
Selain itu, jemaah akan mengikuti manasik haji melalui KBIHU yang tersebar di berbagai daerah Papua.
Pembinaan mencakup pendidikan agama, simulasi ibadah, dan persiapan fisik-mental. Kemenag Papua juga menyiapkan asrama haji atau embarkasi yang siap menyambut jemaah mulai April 2026.
“Asrama ini dilengkapi fasilitas modern untuk kenyamanan selama masa karantina dan persiapan akhir,” ujar Musa:
Selama perjalanan, kebijakan ini menjanjikan peningkatan layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi dibandingkan musim haji sebelumnya.
Jemaah akan mendapat transportasi udara yang lebih efisien, akomodasi di hotel berbintang, dan menu konsumsi yang halal serta bergizi.
Pelayanan khusus diberikan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi, seperti pendampingan medis ekstra dan aksesibilitas khusus di bandara serta Tanah Suci.
Koordinasi antara Kemenag, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait di Papua menjadi kunci dalam menjamin kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan kesehatan rutin, vaksinasi, dan edukasi pencegahan penyakit dilakukan secara intensif.
Musa berharap pelaksanaan ibadah haji berjalan sesuai rencana, tanpa hambatan signifikan, sehingga jemaah dapat melaksanakan rukun Islam kelima dengan khusyuk.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, terutama di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis.
Diharapkan tidak ada jemaah yang tertinggal dan semua proses dari pendaftaran hingga pemulangan berjalan lancar.
“Kemenhaj dan Umrah Papua mengimbau calon jemaah untuk segera melengkapi dokumen dan mengikuti pembinaan agar siap menghadapi ibadah haji,” ujar Musa.
(ldr)






