Kepala Perwakilan Kemendukbangga/bkkbn Papua, Sarles Brabar, S.E., M.Si dan pimpinan ‘Aisyiyah Wilayah Papua tandatangani nota kesepahaman dalam perkuat pelayanan keluarga. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Kemendukbangga/bkkbn Papua menggandeng ‘Aisyiyah Perwakilan Papua untuk memperkuat pelayanan keluarga.
Kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan layanan keluarga dengan memanfaatkan sumber daya ‘Aisyiyah, yang memiliki tenaga kesehatan, klinik, dan psikolog, serta memperkuat jejaring rujukan layanan keluarga.
Selain itu, ‘Aisyiyah juga terlibat dalam kerja sama strategis dengan Kemendukbangga/bkkbn Papua untuk percepatan penurunan angka stunting, seperti gerakan orang tua asuh cegah stunting, sidata atau lansia berdaya.
Selain itu, program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).
Nota kesepahaman ini mencakup kegiatan edukasi, pelayanan masyarakat, dan advokasi terkait kesehatan ibu dan anak, termasuk pemberdayaan amal usaha ‘Aisyiyah dan penerapan Rumah Gizi ‘Aisyiyah sebagai bagian dari upaya penurunan stunting.
Melalui program kolaboratif yang mengedukasi keluarga dan komunitas tentang pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI untuk mendukung pertumbuhan optimal anak, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan.
Pendampingan komunitas melalui program kesehatan ibu dan anak, pemberian makanan tambahan, edukasi remaja putri, pendampingan calon pengantin, dan edukasi kelompok ayah.
Penggerakan mubaligh dan mubalighot untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak dalam bingkai Islam berkemajuan.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pelayanan keluarga, menurunkan angka stunting, dan mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas sebagai pondasi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045
“Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan keluarga dan kesehatan ibu-anak,” Kepala Perwakilan Kemendukbangga/bkkbn Papua, Sarles Brabar, S.E., M.Si di Jayapura, Selasa (17/6/2025).
Dikatakan Brabar, sinergi antar sektor mempercepat pencapaian kesehatan keluarga yang optimal, seperti kesehatan dan pendidikan untuk menjangkau seluruh elemen masyarakat secara efektif dalam program kesehatan keluarga dan Keluarga Berencana (KB).
Memastikan ketersediaan layanan kesehatan berkualitas, termasuk konseling KB, penyediaan alat kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan ibu-anak yang didukung oleh tenaga kesehatan profesional.
Keterlibatan tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan membina norma sosial positif, sehingga menghilangkan stigma negatif dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga.
Fasilitasi komunikasi dan koordinasi antar sektor melalui forum diskusi dan pertemuan rutin untuk menyusun rencana kerja bersama yang terukur dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Menggerakkan organisasi masyarakat seperti ‘Aisyiyah maupun lembaga penggerak lainnya untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan keluarga di tingkat komunitas, termasuk pemantauan dan pendataan keluarga yang membutuhkan layanan.
Serta, pendekatan keluarga dalam pelayanan kesehatan yang komprehensif, termasuk pelatihan kader kesehatan untuk melakukan kunjungan rumah dan pemantauan wilayah setempat, sehingga layanan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi ini, pelayanan kesehatan keluarga menjadi lebih menyeluruh, efisien, dan berdampak luas, sehingga mempercepat tercapainya keluarga sehat dan sejahtera sebagai pondasi pembangunan bangsa,” ujar Brabar.
Brabar berharap, kerja sama ini dapat mendukung terwujudnya keluarga sehat, produktif, dan berkualitas sebagai pondasi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target SDGs, seperti menghilangkan kelaparan, menurunkan angka kematian ibu dan neonatal, serta meningkatkan akses kesehatan reproduksi secara optimal.
“Kerja sama dengan ‘Aisyiyah berdampak positif dalam memperluas dan memperkuat pelayanan keluarga di lapangan,” ujar Brabar.
Selain itu, kerja sama tersebut akan mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga nasional.
Sinergi ini dianggap mampu meningkatkan efektivitas program Bangga Kencana dalam memperluas jangkauan pelayanan keluarga yang berkualitas di seluruh lapisan masyarakat.
“Dukungan organisasi yang memiliki jaringan luas dan sumber daya memadai, percepatan pencapaian target pembangunan keluarga yang sehat, produktif, dan berkualitas sebagai fondasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045 diyakini akan lebih terwujud secara nyata dan terukur,” ujar Brabar.






