Beranda / Ragam Berita / Kemenag Kota Jayapura gelar evaluasi pasca haji tahun 1446 H/2025 M

Kemenag Kota Jayapura gelar evaluasi pasca haji tahun 1446 H/2025 M

TIFAPOS.id Seusai penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M, Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Papua, menggelar rapat serta evaluasi pelayanan haji.

Kegiatan tersebut diadakan Penyelenggara Haji dan Umrah di aula Asrama Haji Jayapura, Rabu (16/7/2025).

Acara ini dihadiri Pejabat Kemenag Kota Jayapura, tim teknis, instansi terkait dan stakeholder, mitra dan organisasi keagamaan, dan jemaah haji perwakilan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M, mengatakan, untuk menilai capaian, tantangan, kendala, dan memperkuat strategi pelayanan tahun berikutnya termasuk identifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pelaksanaan pelayanan haji.

Kemenag Kota Jayapura menyoroti inovasi serta upaya optimalisasi layanan jemaah, mulai dari proses administrasi, keberangkatan, hingga kepulangan.

Selain itu, aspek transportasi dari daerah asal ke asrama haji, proses administrasi, dokumen visa, dan kesehatan jemaah. Seluruh kendala yang diidentifikasi menjadi bahan perbaikan ke depan.

Dalam rapat evaluasi disampaikan bahwa proses penyelenggaraan haji berjalan lancar dengan kerjasama lintas tim dan apresiasi terhadap kinerja petugas.

Namun, masih terdapat tantangan teknis yang perlu ditingkatkan untuk pelayanan lebih humanis dan efisien.

Disampaikan juga bahwa Kemenag Pusat memperkenalkan sistem penilaian kinerja petugas haji (e‑Penkin) untuk memastikan evaluasi lebih terukur dan profesional.

Evaluasi dilakukan dalam tiga fase, yaitu persiapan (pra-Armuzna), puncak haji (Armuzna), dan pasca-haji, mencakup layanan hingga kepulangan.

Setiap evaluasi diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa penguatan koordinasi, penyempurnaan prosedur teknis, dan penekanan regulasi baru untuk transisi ke penyelenggaraan tahun berikutnya.

Ketidaksesuaian data antara sistem Kemenag Indonesia dan layanan (syarikah) Arab Saudi mengakibatkan masalah seperti penempatan tenda yang tidak sesuai jumlah jemaah.

Kualitas sebagian petugas haji dinilai rendah, ada yang lebih fokus pada urusan pribadi daripada pelayanan.

Tantangan kesehatan, terutama terkait suhu ekstrem di Arab Saudi dan fasilitas kesehatan yang belum sepenuhnya terintegrasi, mempersulit penanganan jemaah sakit atau lansia.

Fasilitas dan program untuk lansia serta difabel dinilai kurang optimal dan menjadi catatan perbaikan ke depan.

Kualitas makanan dan transparansi visa sempat menimbulkan keluhan dari jemaah, termasuk soal ketidaktepatan distribusi konsumsi dan penggunaan visa yang kurang jelas.

“Strategi utama yang diimplementasikan oleh penyelenggara haji dan umrah untuk meningkatkan pelayanan jemaah meliputi penguatan aspek administrasi, SDM, infrastruktur, dan monitoring kualitas secara berkelanjutan,” ujar Kakankemenag Ani ditemui Jayapura, Kamis (17/7/2025).

Evaluasi pasca haji tahun 1446 H/2025 M dihadiri Pejabat Kemenag Kota Jayapura, tim teknis, instansi terkait dan stakeholder, mitra dan organisasi keagamaan, petugas dan relawan haji, jemaah haji perwakilan. (TIFAPOS/Istimewa)

Dijelaskan, fleksibel Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dapat menyesuaikan kebutuhan lapangan diterapkan untuk memastikan setiap situasi terrespons dengan tepat.

Evaluasi dilakukan 2-4 kali sebulan untuk mengidentifikasi masalah dan peluang perbaikan layanan secara cepat.

Rekrutmen staf pelayanan dan pembimbing dengan sertifikasi nasional untuk memastikan kualitas pendampingan jemaah, mulai dari pra-keberangkatan hingga pasca-kepulangan.

Pelatihan rutin diberikan kepada petugas untuk mengasah kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan penguasaan teknologi administrasi.

Digitalisasi sistem manajemen administrasi, seperti Siskohat dan E-Hajj, untuk memudahkan pendaftaran, pembayaran, dan pengelolaan dokumen secara efisien dan akurat.

Implementasi pendaftaran online, pembayaran elektronik, dan digitalisasi dokumen menekan potensi kesalahan dan mempercepat layanan.

Fasilitas perlengkapan haji dan umrah yang menyeluruh diberikan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan jemaah.

Penguatan saluran informasi dan konsultasi baik sebelum, selama, maupun setelah ibadah haji agar jemaah selalu terfasilitasi saat menghadapi masalah.

Mengembangkan sistem pengukuran kepuasan jemaah secara objektif memungkinkan penyelenggara mengidentifikasi area layanan yang perlu ditingkatkan.

Hubungan baik dan komunikasi efektif memastikan kebutuhan, baik yang bersifat dasar, performa, maupun kejutan (Model Kano) terpenuhi secara menyeluruh.

Kolaborasi dengan mitra usaha serta lembaga terkait memperkuat efektivitas layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga penanganan kesehatan.

Pengembangan dan pemeliharaan fasilitas fisik (transportasi, akomodasi, sarana ibadah) untuk memastikan layanan berjalan optimal di seluruh tahapan

“Strategi di atas terbukti dapat meningkatkan kepercayaan jemaah, mempercepat proses administrasi, serta mendukung kelancaran ibadah dan kepulangan jemaah secara menyeluruh,” ujar Kakankemenag Ani.

Evaluasi pasca haji tahun 1446 H/2025 M dihadiri Pejabat Kemenag Kota Jayapura, tim teknis, instansi terkait dan stakeholder, mitra dan organisasi keagamaan, petugas dan relawan haji, jemaah haji perwakilan. (TIFAPOS/Istimewa)

Kakankemenag Ani menegaskan komitmennya dalam melakukan evaluasi komprehensif pasca haji 2025, dengan harapan peningkatan tata kelola, profesionalisme, dan layanan bagi jemaah.

Selain itu, aturan baru tentang penyelenggaraan haji segera diselesaikan agar transisi ke Badan Penyelenggara Haji (BPH) berjalan lancar, sekaligus sebagai panduan utama untuk pelaksanaan ibadah haji 2026 mendatang.

Evaluasi tidak hanya formalitas tahunan, namun harus menjadi agenda strategis dengan menggandeng lintas sektor seperti dinas kesehatan, transportasi, hingga asosiasi PIHK.

Evaluasi tahun ini menyoroti perlunya layanan yang lebih responsif serta adaptif terhadap perubahan kebijakan dan sistem di Arab Saudi, termasuk integrasi teknologi digital dalam manajemen jemaah dan layanan kesehatan.

Fokus pada pembinaan jemaah dan pelatihan petugas, terutama terkait transisi sistem syarikah (perusahaan layanan di Arab Saudi) dan penggunaan aplikasi digital, agar seluruh jemaah, khususnya lansia dan yang kurang digital literate, tidak mengalami kesulitan selama ibadah.

“Semua ini demi memastikan jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan mabrur di masa-masa mendatang,” ujar Kakankemenag Ani.

Terkait kuota jemaah haji Kota Jayapura 1446 H/2025 M, dikatakan Kakankemenag Ani, sebanyak 327 orang.

Jumlah itu terdiri dari 313 jemaah reguler dan 14 jemaah lansia serta 105 jemaah cadangan yang disiapkan jika ada kekosongan atau pembatalan.

“Kuota tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Kakankemenag Ani.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *