Beranda / Ragam Berita / Kemenag Kota Jayapura dorong moderasi beragama di era digital melalui KMB dan pelatihan konten kreatif

Kemenag Kota Jayapura dorong moderasi beragama di era digital melalui KMB dan pelatihan konten kreatif

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M menyampaikan sambutan pada kegiatan pengembangan KMB dan pelatihan pembuatan konten kreatif penyuluh agama Islam. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Penguatan toleransi dan persatuan di Kota Jayapura.

• Duta moderasi beragama, hasilkan konten edukatif, menyejukkan, dan beretika.

• Moderasi beragama sebagai arus utama pembangunan.

 

KANTOR Kementerian Agama Kota Jayapura menggelar kegiatan Pengembangan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kota Jayapura dan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Penyuluh Agama Islam 2025.

Kegiatan yang digelar di aula Kemenag Kota Jayapura, Kamis, 18 Desember 2025 dihadiri para penyuluh agama Islam, tokoh masyarakat, dan perwakilan lintas agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M untuk memperkuat toleransi dan persatuan di Kota Jayapura, yang dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan beragam agama, suku, budaya, dan tradisi.

Ia juga menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai langkah strategis menghadapi tantangan keragaman dan perkembangan teknologi informasi.

“Keragaman sebagai anugerah sekaligus amanah yang dapat menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan bijak,” ujar Ani dalam rilisnya di Jayapura, Jumat, 19 Desember 2025.

Ia menyoroti data nasional dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kementerian Agama, yang menunjukkan tingkat kerukunan di atas 73, tergolong kategori baik.

Namun, ia juga memperingatkan agar tidak lengah, karena dinamika sosial dan teknologi informasi berkembang pesat.

“Di era digital ini, lebih dari 75% masyarakat Indonesia aktif di media sosial dan mengakses konten keagamaan melalui platform digital,” ujar Ani.

Menurutnya, peran penyuluh agama bukan hanya sebagai penyampai pesan di mimbar, tetapi juga sebagai produsen narasi keagamaan yang bertanggung jawab.

Selain itu, Kementerian Agama membina puluhan ribu penyuluh agama di seluruh Indonesia, yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesejukan umat, mencegah ekstremisme, dan memperkuat persatuan bangsa.

Pelatihan pembuatan konten kreatif ini, lanjut Ani, bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan penguatan peran penyuluh sebagai duta moderasi beragama.

Para peserta diharapkan mampu menghasilkan konten edukatif, menyejukkan, dan bertanggung jawab, serta menjadi agen literasi digital keagamaan yang cerdas dan beretika.

Kampung Moderasi Beragama (KMB) digambarkan sebagai wujud nyata kehadiran negara di tingkat akar rumput.

“KMB bukan hanya program, tetapi ruang hidup bersama tempat nilai toleransi, saling menghormati, musyawarah, dan keadilan sosial dipraktikkan sehari-hari,” ujar Ani.

Ani berharap KMB di Kota Jayapura menjadi contoh praktik baik bagi masyarakat majemuk yang hidup rukun, produktif, dan saling menguatkan, sambil tetap berakar pada kearifan lokal Papua.

“Kami berharap para penyuluh turut menjaga Jayapura sebagai tanah damai dan rumah bersama bagi seluruh umat beragama,” ujar Ani.

Ani menambahkan, kegiatan serupa telah dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya nasional mendorong moderasi beragama sebagai arus utama pembangunan manusia.

Sehingga, kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Kota Jayapura dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di tengah arus informasi digital yang deras.

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *