Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M bersama kolega foto bersama usai pelaksanaan kemah persahabatan PMR tingkat madya jenjang SMP. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Menanamkan nilai kepemimpinan dan kemanusiaan di sekolah serta memotivasi anggota PMR meneruskan tugas kemanusiaan dengan semangat tinggi.
• Kader relawan kemanusiaan masa depan yang meningkatkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian siswa terhadap sesama dan lingkungan.
• Evaluasi keterampilan dalam simulasi pertolongan pertama, evakuasi, pembuatan tandu, kreativitas, dan inisiatif peserta menghadapi masalah, dengan penilaian sikap dan perilaku secara terstruktur.
KEMAH persahabatan berperan penting dalam menguatkan peran Palang Merah Remaja (PMR) tingkat madya jenjang SMP dalam kerelawanan dengan menanamkan jiwa solidaritas, kepedulian kemanusiaan, dan keterampilan praktis melalui berbagai kegiatan belajar, pelatihan, dan permainan kebersamaan.
Hal itu disampaikan Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M usai menutup kegiatan kemah persahabatan tingkat madya PMR jenjang SMP di halaman SMPN 9 Jayapura, Sabtu, 27 September 2025.
Selain itu, kemah persahabatan yang diselenggarakan PMI Kota Jayapura, menjadi sarana bagi anggota PMR untuk mempererat tali persahabatan.
Serta meningkatkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian, kemampuan teknis pertolongan pertama, evakuasi, dan tanggap bencana yang sangat dibutuhkan dalam tugas relawan.
Sehingga kemah tidak hanya ajang berkumpul, tetapi pengalaman membangun solidaritas dan semangat kerelawanan di antara anggota PMR, dengan fokus pada pembelajaran lapangan, simulasi pertolongan pertama, dan praktik penanganan darurat.
Kegiatan seperti permainan estafet air dan jembatan manusia mengajarkan pentingnya kerja sama, kepercayaan, keberanian, dan saling mendukung, yang esensial dalam misi kemanusiaan PMR.
Selain itu, kemah menanamkan nilai kepemimpinan dan kemanusiaan di lingkungan sekolah dan memotivasi anggota PMR melanjutkan tugas kemanusiaan dengan semangat tinggi.
Melalui kegiatan intensif selama dua hari kemah dari tanggal 26 s.d 27 September 2025, diharapkan terbentuk karakter kemandirian, kepemimpinan, disiplin, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi yang memperkuat kesiapan mereka menjadi relawan unggul.
“Kemah persahabatan ini membentuk mental dan keterampilan anggota PMR, supaya mereka semakin siap dan bersemangat menjalankan peran kerelawanan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar ketua PMI.
Ketua PMI menambahkan, penilaian praktik keterampilan dilakukan dengan menguji kemampuan peserta secara langsung dalam berbagai simulasi penanganan darurat, pertolongan pertama, evakuasi, dan kegiatan kerelawanan lain yang sudah diajarkan selama kemah.
Misalnya, kemampuan praktik pertolongan pertama, penanganan bencana, pembuatan tandu serta kreativitas dan inisiatif dalam menghadapi masalah.
Sehingga kemah berdampak terhadap keterampilan dan kesiapan relawan PMR dalam menjalankan tugas kerelawanan dapat diukur secara akurat dan komprehensif.
“Evaluasi yang terstruktur, berupa pengamatan, penilaian praktik, dan evaluasi sikap atau perilaku yang diperoleh peserta selama dan setelah kemah berlangsung,” ujar ketua PMI.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd mendorong kepala sekolah untuk menguatkan peran PMR di sekolah dengan memfokuskan pada pemberdayaan sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup sehat siswa.
“PMR berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama, mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan donor darah, serta mengajak dan menjadi contoh bagi siswa lain dalam menjalankan pola hidup sehat,” ujar Purnama.
Peran PMR di sekolah juga mencakup fungsi sebagai peer support (memberikan dukungan dan semangat di tingkat SMP), sehingga menjadi kader relawan kemanusiaan masa depan di lingkungan sekolah.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial, meningkatkan rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Kepala sekolah yang didukung oleh kepala bidang SMP dapat mengoptimalkan fungsi UKS (Unit Kesehatan Siswa) melalui anggota PMR, untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat dan mendukung kesiapsiagaan bencana di sekolah.
“Saya berharap kepala sekolah menjadikan PMR sebagai ekstrakurikuler yang strategis untuk membentuk siswa yang berkarakter sosial, sehat, dan bertanggung jawab melalui peran aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan kesehatan,” ujar Purnama.
(ldr)






