Beranda / Ragam Berita / Kelurahan Hamadi gelar musyawarah khusus pembentukan Koperasi Merah Putih

Kelurahan Hamadi gelar musyawarah khusus pembentukan Koperasi Merah Putih

Kepala Kelurahan Hamadi, Johanis F. Raprap, S.STP., M.Si memimpin musyawarah khusus pembentukan Koperasi Merah Putih. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, menggelar musyawarah khusus pembentukan Koperasi Merah Putih.

Musyawarah tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.500.3/2438/SJ tanggal 7 Mei 2025 dan rapat terbatas Wali Kota Jayapura tanggal 3 Juni 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam di Kantor Kelurahan Hamadi, Kamis (5/6/2025) dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan tokoh pemuda.

Hadir juga Kepala Distrik Jayapura Selatan, Kabid Koperasi Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi Provinsi Papua, Kasi Pengawasan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura.

Kepala Kelurahan Hamadi, Johanis F. Raprap, S.STP., M.Si mengatakan, dalam musyawarah khusus tersebut telah terpilih lima orang pengurus dan tiga orang pengawas Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan.

Dia juga mengatakan, Koperasi Merah Putih hadir untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan, sehingga tercipta kemandirian ekonomi.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena menciptakan lapangan kerja, memperkuat perekonomian, meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani, menekan inflasi dan kemiskinan ekstrem.

Selain itu, memperpendek rantai pasok dan menekan pergerakan tengkulak, meningkatkan inklusi keuangan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, modernisasi manajemen koperasi untuk pelayanan yang lebih sistematis dan cepat.

Koperasi Merah Putih, lanjut Johanis, dapat meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan, karena membuka peluang usaha bersama yang dikelola secara profesional, sehingga meningkatkan pendapatan warga lokal.

Memberikan layanan yang cepat dan sistematis sesuai kebutuhan masyarakat, seperti distribusi bahan pokok, layanan kesehatan, dan pelatihan usaha, yang meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

“Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga instrumen sosial yang memperkuat ketahanan dan kesejahteraan desa secara berkelanjutan,” ujar Johanis.

Koperasi ini mengelola potensi lokal secara maksimal melalui berbagai unit usaha seperti simpan pinjam, apotek, klinik, dan toko kebutuhan pokok.

Selain itu, tempat penyimpanan ikan dan sayuran sehingga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Johanis menambahkan, setelah pengurus Koperasi Merah Putih dibentuk, kemudian masing-masing kelompok menggelar rapat bersama anggotanya untuk disepakati besar iuran (pokok dan wajib).

Setelah itu, kepengurusan yang sudah terbentuk didaftarkan ke notaris untuk akta pendirian koperasi.

Kemudian, dilaporkan ke Wali Kota Jayapura untuk selanjutnya dilakukan pembinaan dan pembekalan kepada pengurus koperasi kelurahan.

Diantaranya, memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan inklusi keuangan yang mengotomatisasi pencatatan simpanan, pengajuan dan pengelolaan pinjaman, perhitungan bunga, denda, serta jadwal angsuran, sehingga proses administrasi lebih cepat dan transparan.

Layanan berbasis aplikasi mobile dan e-commerce yang memudahkan anggota koperasi mengakses produk dan layanan kapan saja tanpa harus datang ke kantor koperasi.

Penggunaan perbankan seluler dan agen perbankan di desa yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi keuangan seperti transfer, pembayaran, dan penarikan tunai secara mudah dan dekat dengan lokasi mereka.

Pengurangan biaya transaksi dan peningkatan keamanan melalui platform digital yang menghilangkan kebutuhan uang tunai dan mengadopsi teknologi enkripsi serta otentikasi dua faktor.

Selain itu, peningkatan literasi dan edukasi keuangan digital dengan menyediakan konten edukatif dan dukungan online agar masyarakat desa lebih paham mengelola keuangan mereka secara digital.

Transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik karena anggota dapat memantau transaksi dan saldo secara real-time melalui aplikasi digital, sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Terutama yang sebelumnya sulit mengakses layanan keuangan formal, sehingga inklusi keuangan meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Kesempatan tersebut, dikatakan Johanis, strategi koperasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi saat terjadi krisis, yaitu manajemen yang pragmatis dan inovatif.

Mendorong anggota aktif berkontribusi dan meningkatkan kapasitas manajemen koperasi agar pengelolaan usaha lebih optimal.

Fokus pada pengembangan usaha yang sesuai dengan kondisi wilayah dan potensi sumber daya desa untuk memperkuat ekonomi lokal.

Menjalin kemitraan dengan BUMKamp dan pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan modal, pelatihan, dan akses pasar.

Pelatihan dan pendampingan pengelolaan usaha dan laporan keuangan agar koperasi lebih transparan dan dipercaya anggota serta masyarakat.

Menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan memberantas praktik lintah darat yang merugikan masyarakat desa.

Menyediakan cadangan stok pangan untuk mengurangi gejolak harga saat panen atau paceklik, menjaga ketahanan pangan desa.

“Dengan strategi tersebut, koperasi dapat menjadi pilar ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan, membantu anggota dan masyarakat desa bertahan dan pulih dari krisis ekonomi,” ujar Johanis.

Johanis berharap, pengurus koperasi menjalankan amanah yang sudah dipercayakan untuk mengelola potensi ekonomi di Kelurahan Hamadi, dengan merangkul pelaku usaha.

Dia juga berharap dukungan warga untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan Koperasi Merah Putih, sehingga menjadi wadah yang bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara bersama-sama.

Selain itu, warga diharapkan aktif menjadi anggota koperasi dan memanfaatkan layanan yang tersedia, karena dengan kepercayaan warga, koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat maksimal.

Semangat kebersamaan dan gotong royong untuk kemajuan koperasi sehingga manfaat Koperasi Merah Putih, seperti memberikan akses modal dan peluang usaha bagi anggota dan masyarakat, kemandirian ekonomi, dan solidaritas warga dapat terwujud.

Kepala kelurahan juga mengimbau agar warga tetap menjaga transparansi dan kejujuran dalam pengelolaan koperasi agar tercipta kepercayaan dan keberlanjutan koperasi.

“Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Johanis.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *