Narasumber kegiatan peningkatan kesadaran keluarga dalam membangun kerja sama antar keluarga, warga, dan kelompok masyarakat menyampaikan materi. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Wujudkan keluarga sehat dan generasi unggul adalah upaya strategis untuk membangun masa depan Indonesia khususnya di Kota Jayapura, Papua, yang maju dan berkualitas.
Keluarga sehat, produktif, dan berkualitas menjadi fondasi terciptanya generasi unggul yang akan memimpin Kota Jayapura di masa depan,
Selain itu, keluarga tangguh yang sehat, produktif, dan bahagia adalah kunci untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan generasi emas unggul yang akan memimpin Kota Jayapura di masa depan.
Program Bangga Kencana oleh BKKBN fokus membentuk keluarga berkualitas melalui penanganan gizi, sanitasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga agar tercipta keluarga sejahtera dan generasi unggul.
Pencegahan stunting dan peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak sangat penting untuk menciptakan generasi sehat dan unggul meliputi perbaikan gizi.
Serta, pemantauan kesehatan, edukasi kesehatan masyarakat, intervensi multisektor, dan penguatan kebijakan publik terkait kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, pendidikan karakter dan kebiasaan positif di keluarga dan sekolah juga mendukung pembentukan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Untuk itu, Pemerintah Kota Jayapura melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggelar kegiatan peningkatan kesadaran keluarga dalam membangun kerja sama antar keluarga, warga, dan kelompok masyarakat di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Jumat (16/5/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak seperti Tim Penggerak PKK, tim Pendamping Keluarga, Dharma Wanita Persatuan Kota Jayapura, Bhayangkari Polresta Jayapura, Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1701 Jayapura, Jalasenastri Lantamal X Jayapura, Dharmayukti Karini Jayapura, Adhyaksa Dharmakarini Jayapura.
Kegiatan dengan subtema meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap program dua anak lebih baik menghadirkan narasumber dari DP3AKB Kota Jayapura dan Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua.
“Tujuan kegiatan untuk menyosialisasikan program Pemerintah Pusat dan BKKBN untuk masyarakat Kota Jayapura yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Kasubag Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Jayapura sekaligus ketua panitia, Handajani Tri Murwani. S. Sos
Mewakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si, Handajani mengatakan, untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya kerja sama aktif dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak, sehingga tercipta iklim keluarga dan masyarakat yang positif dan produktif.
Menanamkan kesadaran bahwa memiliki dua anak adalah ideal untuk kesejahteraan keluarga, karena memungkinkan pengalokasian sumber daya, perhatian, dan pendidikan yang optimal bagi anak-anak.
Selain itu, mendorong sinergi antara pemerintah daerah, kader masyarakat, dan keluarga dalam menjalankan program keluarga berencana (KB) serta program pembangunan keluarga secara terintegrasi.
“Kegiatan ini menggabungkan edukasi, kolaborasi lintas kelompok masyarakat, dan dukungan pemerintah untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga sehat dengan dua anak sebagai bagian dari program keluarga berencana nasional,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua, Sarles Brabar, S.E., M.Si, mengatakan cara efektif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang program dua anak lebih baik, yaitu kampanye sosialisasi massal menggunakan berbagai media.
Seperti, televisi, radio, media cetak, dan media sosial untuk menyampaikan pesan yang jelas dan menarik tentang manfaat memiliki dua anak demi kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, pendekatan komunikasi personal melalui penyuluh dan kader yang melakukan dialog langsung dengan masyarakat untuk menjawab pertanyaan dan mengatasi stigma, sehingga pesan lebih mudah diterima dan menimbulkan perubahan perilaku.
Pelatihan petugas kesehatan dan kader masyarakat agar mereka mampu memberikan edukasi yang tepat dan dukungan berkelanjutan kepada keluarga dalam program KB.
Kemitraan dengan tokoh masyarakat dan pemimpin agama yang berpengaruh untuk membantu menyebarkan informasi dan meningkatkan penerimaan program KB di komunitas.
Pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital untuk menyediakan informasi yang mudah diakses dan layanan konsultasi keluarga berencana secara cepat dan personal.
Pendidikan berbasis sekolah dan komunitas untuk menjangkau generasi muda dan membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
Kegiatan kreatif dan interaktif seperti drama, film pendek, dan kampanye seni untuk menarik perhatian masyarakat dan menyampaikan pesan secara efektif.
“Dengan menggabungkan strategi-strategi tersebut secara terintegrasi, kesadaran masyarakat terhadap program dua anak lebih baik dapat meningkat secara signifikan,” ujar Brabar.

Ia juga mengatakan, manfaat jangka panjang dari program dua anak lebih baik bagi masyarakat, yaitu pengendalian pertumbuhan penduduk sehingga sumber daya alam dan infrastruktur dapat dikelola lebih efisien, menghindari kekacauan akibat populasi yang tidak terkendali.
Peningkatan kesejahteraan keluarga, karena orang tua dapat memberikan perhatian, pendidikan, dan perawatan kesehatan yang optimal bagi anak-anaknya, serta mengurangi beban ekonomi keluarga.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan anak-anak yang mendapatkan pendidikan dan kesehatan lebih baik, serta tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis.
Mengurangi risiko kesehatan bagi ibu dan anak, seperti komplikasi kehamilan, kematian ibu dan bayi, serta gangguan kesehatan mental keluarga akibat kehamilan yang terlalu dekat atau tidak direncanakan.
Meningkatkan partisipasi sosial dan pembangunan masyarakat, karena keluarga yang terencana lebih mampu berkontribusi secara sosial dan ekonomi.
“Program dua anak lebih baik membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Sarles.
Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Anthoneta Puy, S.E., MAP, mengatakan peran kader PKK dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang program KB sangat strategis dan multifungsi.
Diantaranya, kader PKK memiliki akses langsung ke masyarakat dan dapat mengorganisir kegiatan penyuluhan, pertemuan kelompok, serta dialog untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya program KB dan manfaat memiliki keluarga kecil, sehat, dan sejahtera.
Bersama bidan desa/kampung, kader PKK membantu memantau pertumbuhan anak dan memberikan dukungan kepada ibu dan keluarga dalam perawatan anak serta penggunaan alat kontrasepsi sesuai program KB.
Ia juga mengatakan, kader PKK berperan dalam mengintegrasikan layanan kesehatan, gizi, dan sosial di tingkat desa, sehingga program KB berjalan holistik dan berkesinambungan.
Kader aktif membawa akseptor ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan KB, mendukung target pelayanan KB serentak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar terus berpartisipasi dalam program KB.
Kader PKK membantu menjelaskan manfaat program KB dan meluruskan pemahaman yang keliru terkait alat kontrasepsi, khususnya di masyarakat dengan pendidikan rendah atau yang memiliki kekhawatiran agama dan budaya.
Selain itu, kader PKK juga berperan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga, yang merupakan kunci keberhasilan program KB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kader PKK menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan, memotivasi, mendampingi, dan menggerakkan masyarakat agar program dua anak lebih baik dan KB dapat diterima dan dijalankan secara optimal di tingkat komunitas,” ujar Puy.

Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Pembangunan dan Kesra, Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, berharap melalui pendekatan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, masyarakat dapat memahami pentingnya program dua anak lebih baik.
Hal itu bertujuan untuk menciptakan keluarga berkualitas, menurunkan angka stunting, dan mendukung tercapainya bonus demografi Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengatakan, pemerintah daerah berharap meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap program dua anak lebih baik dengan sosialisasi intensif dan penyuluhan yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan motivator KB agar pesan program dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.
Pendekatan yang inklusif dan komprehensif, menyasar semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga lansia untuk mendukung pembangunan keluarga berkualitas dan menurunkan angka stunting.
Menggalakkan program keluarga berencana (KB) dengan fokus pada kualitas keluarga, menurunkan angka kelahiran, dan mewujudkan bonus demografi yang berkualitas melalui prinsip dua anak sehat dan berkualitas.
Ketersediaan fasilitas pendukung seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung implementasi program KB di tingkat kampung atau desa.
Selain itu, melibatkan kerabat dan tokoh adat dalam penyampaian informasi agar masyarakat lebih mudah menerima keberadaan program KB dan mengubah pola pikir tradisional yang mungkin menolak program tersebut.






