Beranda / Ragam Berita / Keamanan terjaga, investasi terus berkembang

Keamanan terjaga, investasi terus berkembang

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jayapura, Fillep C. Hamadi, S.E., M.Sos. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

Sektor jasa dan perdagangan, terutama ritel, perumahan, dan peternakan, menarik investor.

Lingkungan keamanan baik dan kepastian hukum menjadi ujung tombak menarik investor.

Pemerintah daerah yang responsif dan pro-investasi dengan kemudahan perizinan mendongkrak daya tarik investasi termasuk ketersediaan infrastruktur.

 

KEPALA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kota Jayapura, Fillep C. Hamadi, S.E., M.Sos mengatakan, keamanan yang terjaga merupakan faktor kunci utama dalam menarik dan menjaga investasi yang terus berkembang.

Lingkungan keamanan yang baik dan kepastian hukum adalah ujung tombak dalam menarik investor untuk menanamkan modalnya, sehingga investasi dapat berlanjut dan berkembang dengan baik.

Investasi cenderung meningkat di daerah yang memiliki stabilitas keamanan, karena risiko gangguan lebih rendah dan jaminan perlindungan hukum lebih kuat

Pemerintah dan aparat keamanan seperti TNI dan Polri berperan penting dalam menciptakan iklim yang kondusif melalui kerja sama dan tindakan tegas terhadap ancaman seperti premanisme dan praktik ilegal lainnya yang dapat mengganggu iklim investasi.

“Stabilitas keamanan yang terjaga membuka peluang investasi di berbagai sektor ekonomi, seperti komoditi pertanian, perikanan, dan pertambangan, sehingga meningkatkan aktivitas ekonomi dan menarik investor baru,” ujar Hamadi di DPRK Kota Jayapura, Rabu, 17 September 2025.

Jaminan keamanan yang baik juga meningkatkan reputasi daerah atau negara sebagai destinasi investasi yang dapat dipercaya, yang pada akhirnya memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Sehingga keamanan yang terjaga adalah landasan utama untuk pertumbuhan dan perkembangan investasi.

Dengan jaminan keamanan, investor merasa terlindungi dari risiko konflik atau gangguan hukum, sehingga mereka lebih berani dan nyaman untuk menanamkan modalnya secara berkelanjutan di suatu wilayah.

Koordinasi antara pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan dan menjaga keamanan yang berdampak positif bagi investasi.

Selain keamanan, faktor yang paling menarik investor ke Kota Jayapura, yaitu kepastian ketersediaan infrastruktur. Investor menuntut ketersediaan listrik yang stabil dan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan transportasi yang memadai agar kegiatan usahanya dapat berjalan lancar tanpa gangguan.

Pemerintah Kota Jayapura yang menyediakan regulasi kondusif dan sistem perizinan cepat, transparan, serta mudah diakses menjadi faktor daya tarik besar. Ini mempercepat proses investasi tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Selain itu, daerah dengan sumber daya alam yang melimpah dan potensi ekonomi yang kuat menarik investor. Misalnya, kemudahan memenuhi bahan baku dan tenaga kerja menjadi nilai tambah

Serta lokasi yang strategis dekat pusat bisnis, pusat kota, atau kawasan yang sedang berkembang memberikan peluang keuntungan investasi lebih besar.

“Pemerintah daerah yang responsif dan pro-investasi dengan cara mempermudah perizinan juga sangat membantu meningkatkan daya tarik investasi,” ujar Hamadi.

Sektor yang paling menarik investor terutama di Kota Jayapura dari sektor jasa dan perdagangan mendongkrak investasi, seperti ritel, perumahan, dan peternakan.

Selain itu, sektor perikanan dan kelautan, termasuk budidaya ikan, yang menjadi daya tarik investasi karena ketersediaan sumber daya laut melimpah.

Sektor pariwisata, terutama ekowisata, terus digalakkan karena keindahan alam Papua yang unik dan kaya budaya, serta didukung oleh potensi pengembangan desa wisata dan fasilitas

Serta perdagangan lokal dan pengembangan UMKM menjadi sektor penting dengan potensi berkembang berkat dukungan pemerintah daerah dan program-program peningkatan ekonomi mikro.

“Dukungan pemerintah dalam memperbaiki perizinan dan menjaga iklim investasi menjadi kunci keberhasilan pengembangan sektor-sektor ini,” ujar Hamadi.

Hamadi menambahkan tahun 2025 ditargetkan nilai investasi Rp3 triliun, namun baru tercapai Rp900 miliar hingga Agustus.

Meski demikian, nilai investasi optimis bisa tercapai diangka Rp1,5 miliar untuk target yang direncanakan. Kendalanya karena kelesuan ekonomi termasuk pasca Pilkada Papua.

Sementara target nasional Rp1.900 triliun untuk 2025. Sedangkan untuk lima tahun ke depan target nasional di angka Rp13.000 triliun, dan
Kota Jayapura turut serta menopang target nasional tersebut atau sebesar 0,01%.

“Tahun Anggaran 2024 kami capai target. Pertanda pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura masih berjalan. Visi dan misi Bapak wali kota sejalan dengan Asta Cita sebagai visi dan misi nasional salah satunya stabilitas keamanan,” ujar Hamadi.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *