Beranda / Rilis Pers / Kasus korupsi EDC PT BRI Persero Rp2,1 triliun, KPK tetapkan 5 tersangka

Kasus korupsi EDC PT BRI Persero Rp2,1 triliun, KPK tetapkan 5 tersangka

TIFAPOS.id Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur dalam rilisnya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025) mengatakan, lima orang tersangka itu, yakni mantan Wakil Direktur Utama (Wadirut) BRI Catur Budi Harto.

Selain itu, mantan Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI, Indra Utoyo, mantan SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI, Dedi Sunardi.

Selanjutnya, perwakilan dari PT Pasifik Cipta Solusi, Elvizar, dan perwakilan PT Bringin Inti Teknologi, Rudy Suprayudi Karyltadidjaja.

Para tersangka itu diduga telah merugikan keuangan negara sebanyak Rp744.540.374.314 (Rp744 miliar).

“Ditemukan bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam Pengadaan EDC Android pada PT BRI Tbk tahun 2020-2024 yang dilakukan secara melawan hukum,” ujar Asep.

Dia juga mengatakan, kasus tersebut bermula ketika BRI melakukan pengadaan EDC Android BRILink dengan skema beli putus medio 2020-2024 dan pengadaan Full Managed Service atau FMS EDC Single Acquirer dengan skema sewa) untuk kebutuhan Merchant BRI.

Nilai dari pengadaan tersebut mencapai triliunan rupiah. Bahkan, Catur Budi Harto diduga menerima Rp525 juta dari Elvizar selaku Dirut PT Pasifik Cipta Solusi dalam bentuk sepeda dan kuda sebanyak 2 ekor atas pengadaan EDC android di BRI tahun 2020-2024.

Sementara, Dedi Sunardi diduga menerima sepeda Cannondale dari Elvizar senilai Rp60 juta.

Hasil lanjutan penyelidikan ternyata, Rudy S Kartadidjaja selaku Dirut PT Bringin Inti Teknologi diduga menerima sejumlah uang Rp19,72 miliar dari Irni Palar selaku Country Manager PT Verifone Indonesia dan Teddy Riyanto selaku Account Manager PT Verifone Indonesia) pada tahun 2020-2024, atas pekerjaan BRILink dan FMS.

“Bahwa, dugaan kerugian negara untuk pengadaan EDC FMS/ skema sewa 2021 sampai 2024 adalah Rp503.475.105.185 dan dugaan kerugian negara untuk pengadaan BRILink atau beli putus 2020 sampai 2024 adalah Rp241.065.269.129,” ujar Asep.

“Sehingga total dugaan kerugian negara untuk pengadaan EDC Android di BRI tahun 2020 sampai 2024, baik beli putus maupun FMS/sewa adalah sebesar Rp744.540.374.314,” sambungnya.

Para tersangka rencananya akan segera diseret ke ruang tahanan, dan terancam hukuman minimal seumur hidup atau pidana mati, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) RI Pasal 2 UU Tipikor 1999.

Bank-bank pemerintah atau plat merah, selain menyimpan uang nasabah dari berbagai kalangan, juga menampung uang pajak rakyat.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur. (TIFAPOS/Istimewa)

Sebelumnya, KPK telah mencegah tangkal (cekal) sebanyak 13 orang, untuk pengembangan kasus korupsi pengadaan mesin EDC senilai Rp2,1 triliun ini, dalam upaya menetapkan para tersangka lainnya sekaligus penyitaan aset sebagai langkah mengembalikan kerugian negara.

Berikut daftar Direksi BRI Periode 2022

Sunarso menjabat Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Catur Budi Harto, Direktur Keuangan, Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan, Agus Noorsanto.

Selain itu, Direktur Bisnis Mikro dijabat Supari, Direktur Bisnis Kecil & Menengah, Amam Sukriyanto, Direktur Digital & Teknologi Informasi, Arga Mahanana Nugraha, Direktur Kepatuhan, Ahmad Solichin Lutfiyanto, Direktur Manajemen Risiko, Agus Sudiarto.

Selanjutnya, Handayani menjabat Direktur Bisnis Konsumer, Agus Winardono sebagai Direktur Human Capital, Andrijanto sebagai Direktur Jaringan & Layanan.

Daftar Direksi BRI Periode 2023

Direktur Utama, Sunarso, Wakil Direktur Utama, Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Mikro, Supari, Amam Sukriyanto sebagai Direktur Bisnis Kecil & Menengah, Handayani menjabat Direktur Bisnis Konsumen, Viviana Dyah Ayu Retno menduduki jabatan Direktur Keuangan.

Sementara, Direktur Human Capital dijabat Agus Winardono, Direktur Jaringan & Layanan, Andrijanto, Direktur Manajemen Risiko, Agus Sudiarto, Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan, Agus Noorsanto, Direktur Digital & Teknologi Informasi, Arga M. Nugraha, Direktur Kepatuhan, Ahmad Solichin Lutfiyanto.

Daftar Direksi BRI Periode 2024

Sunarso, Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Konsumer, Handayani, Direktur Bisnis, Supari, Direktur Kepatuhan, Ahmad Solichin Lutfiyanto, Direktur Manajemen Risiko, Agus Sudiarto, Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan, Agus Noorsanto.

Direktur Human Capital, Agus Winardono, Direktur Commercial, Small and Medium Business, Amam Sukriyanto, Direktur Keuangan, Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Digital dan Teknologi Informasi, Arga M. Nugraha, Direktur Retail Funding and Distribution, Andrijanto

Susunan Direksi BRI Periode 2025

Direktur Utama dijabat Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama, Agus Noorsanto, Direktur Human Capital & Compliance, Ahmad Solichin Lutfiyanto, Direktur Operations, Hakim Putratama, Direktur Corporate Banking, Riko Tasmaya, Direktur Network dan Retail Funding, Aquarius Rudianto.

Sementara, Direktur Treasury dan International Banking dijabat Farida Thamrin, Direktur Micro, Akhmad Purwakajaya, Direktur Commercial Banking, Alexander Dippo Paris Y S, Direktur Consumer Banking, Nancy Adistyasari, Direktur Finance & Strategy, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, Direktur Manajemen Risiko, Mucharom, Direktur Information Technology, Saladin Dharma Nugraha Effendi.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *