Beranda / Ragam Berita / Kasus HAN, Komunitas Pemuda Papua Perubahan apresiasi Polda Papua

Kasus HAN, Komunitas Pemuda Papua Perubahan apresiasi Polda Papua

Komunitas Pemuda Papua Perubahan demo di depan Polda Papua terkait kasus pelecehan seksual. (TIFAPOS/Istimewa)

TIFAPOS.id Komunitas Pemuda Papua Perubahan mengapresiasi Polda Papua yang telah menangkap oknum pejabat dengan inisial HAN (dugaan pelecehan seksual).

HAN yang juga calon Bupati Biak Numfor ditangkap di rumahnya, Jumat (22/11/2024) pukul 05.30 Waktu Papua, setelah hasil visum korban berinsial RK keluar.

“RK adalah laki-laki berusia 18 tahun dan baru saja menuntaskan pendidikan di bangku SMA,” ujar perwakilan Komunitas Pemuda Papua Perubahan Jack Pangkali usai demo di Polda Papua, Selasa (26/11/2024).

Ia juga mengatakan HAN dan RK sudah saling kenal sejak RK duduk di kelas 1 SMA, dengan melakukan grooming atau pemikat seksual.

Tujuan grooming adalah berteman dan membangun hubungan emosiaonal agar memudahkan melakukan aktivitas sesual dengan anak baik laki-laki atau perempuan.

“Pelaku asusila tidak ada ampun, harus diproses hukum. Kami meminta Kapolri serius menangani kasus HAN yang telah melakukan seks sesama jenis,” ujar Pangkali.

Dikatakan Pangkali, perbuatan HAN meredahkan, melecehkan, dan menghina yang dapat menghancurkan masa depan korban.

Ia juga mengatakan, dampak yang dialami korban pelecehan seksual adalah terpukul secara mental, fisik, emosisonal, psikologi, cemas, depresi dan mengalami trauma panjang sehingga menganggu aktivitas sehari-hari.

“Penting mendedukasi diri dan orang lain untuk mencegah seksual. Yang dilakukan HAN adalah kriminal murni bukan politisasi, sehingga jangan dikaitkan dengan pilkada,” ujar Pangkali.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *