Personel polisi tampak antusias, mengenakan seragam lengkap sambil membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, karung sampah, dan sarung tangan. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Libatkan 125 personel sebagai komitmen Polresta Jayapura Kota untuk lingkungan sehat dan tertib.
• Destinasi wisata unggulan Kota Jayapura untuk warga lokal dan wisatawan, sering kotor oleh sampah plastik, daun kering, limbah rumah tangga terbawa arus.
• Tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto untuk wujud kepedulian Polri pada kebersihan lingkungan, bukan hanya tugas rutin.
PERSONEL Polresta Jayapura Kota beserta Polsek jajaran menggelar karya bakti di Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Jumat, 6 Februari 2026.
Dipimpin langsung Kabag SDM Polresta Jayapura Kota, Kompol I Nengah S. Gapar, S.Sos, karya bakti ini dihadiri para pejabat utama Polresta Jayapura Kota.
Dari rilis yang dikeluarkan Humas Polresta Jayapura Kota, kegiatan berlangsung dari jam 6 s.d jam 8 pagi Waktu Papua.
Karya bakti Jumat bersih ini melibatkan 125 anggota polisi, yang diawali pengecekan personel dan pemberian arahan singkat, diikuti pembagian titik lokasi pembersihan sepanjang pesisir pantai.
Personel polisi tampak antusias, mengenakan seragam lengkap sambil membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, karung sampah, dan sarung tangan.
Pantai Hamadi, salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Jayapura, salah satu tujuan rekreasi warga lokal dan wisatawan.
Namun, seperti banyak pantai di wilayah pesisir Papua, lokasi ini kerap terganggu oleh tumpukan sampah plastik, daun kering, dan limbah rumah tangga yang terbawa arus.
Kegiatan hari ini berhasil mengumpulkan puluhan karung sampah, membersihkan area dari sampah berserakan, sehingga pantai kembali kinclong dan siap menyambut pengunjung akhir pekan.
Kompol I Nengah mewakili Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, menekankan karya bakti ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kehadiran Polri di Pantai Hamadi ini bukan hanya untuk melaksanakan tugas rutin, tetapi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Kompol I Nengah.
Selain itu, masyarakat dapat menikmati pantai yang bersih, nyaman, dan suasananya tetap tenang, serta menumbuhkan kesadaran bersama agar tidak membuang sampah di kawasan pesisir pantai.
Kompol I Nengah menambahkan, Polri secara rutin melaksanakan program Jumat bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pengabdian masyarakat.
“Kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Polresta Jayapura Kota dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan tertib,” ujar Kompol I Nengah.
Dikatakan Kompol I Nengah, Polresta Jayapura Kota menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan positif.
“Kami tidak hanya penegak hukum, tapi juga mitra lingkungan. Ke depan, kami undang masyarakat bergabung agar Jayapura tetap hijau dan bersih,” ujar Kompol I Nengah.
Kompol I Nengah berharap, Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain di Papua, mendorong budaya gotong royong dalam menjaga kelestarian alam.
Sehingga, pantai bersih, membangkitkan pariwisata Kota Jayapura, dan mendukung ekonomi masyarakat khususnya di lokasi Pantai Hamadi.
Warga Kelurahan Hamadi, Yanti (45), menyambut baik aksi polisi, sekaligus menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
“Pantai ini tempat kami rekreasi keluarga setiap akhir pekan. Senang sekali lihat polisi membersihkan, semoga warga juga ikut jaga jangan buang sampah sembarangan,” ujar Yanti.
Yanti menambahkan, inisiatif ini bukan yang pertama bagi Polresta Jayapura Kota, mereka telah menyelenggarakan serupa di berbagai lokasi.
Termasuk pasar tradisional dan sungai-sungai kota, sejalan dengan kampanye nasional pemerintah untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Kegiatan karya bakti ini sangat penting untuk mencegah pencemaran laut yang berdampak pada ekosistem terumbu karang dan mata pencaharian nelayan,” ujar Yanti.
(ldr/dwis)







