Balai Bahasa Papua dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura meluncurkan kamus bahasa Tobati – bahasa Indonesia. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Pada era globalisasi ini, kamus bahasa daerah memainkan peran penting terutama generasi penerus maupun generasi sekarang ini atau generasi Z.
Pentingnya kamus bahasa daerah ke depan karena memudahkan generasi penerus terhadap kosakata, frasa, dan ungkapan yang unik dan khas.
Salah satunya bahasa Tobati, Kota Jayapura Papua, dapat membantu untuk memahami dan menghargai kekayaan bahasa dan budaya mereka.
Dengan memahami dan menggunakan bahasa lokal, membantu generasi Z maupun generasi penerus dapat lebih efektif berkomunikasi dengan orang-orang dalam komunitas mereka.

Selain itu, membantu dalam mengembangkan keterampilan bahasa, baik dalam pemahaman maupun penggunaan bahasa, sehingga berdampak pada pelestarian budaya.
Balai Bahasa Papua dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, bekerja sama meluncurkan kamus dwibahasa bahasa Tobati – bahasa Indonesia, setelah tiga bulan dikumpulkan (kosakata).
Peluncurannya berlangsung di Hotel Horison Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, Senin (18/11/2024) disaksikan Plt Sekda Kota Jayapura, Evert Nicholas Merauje dan tamu undangan.
Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pemoderenan dan Perlindungan Bahasa Daerah dan Sasta (Molinbasra) Balai Bahasa Papua Anton Maturbongs mengatakan, sebelum peluncurannya, diawali lokakarya di Kampung Tobati.

“Tujuan lokakarya penyusunan kamus bahasa Tobati – bahasa Indonesia untuk memverifikasi, memvalidasi, dan mengklarifikasi data kosakata yang sudah terkumpul dari penutur jati,” ujar Anton.
Ia juga mengatakan, penyusunan kamus bahasa daerah merupakan salah satu kegiatan kebahasaan untuk meningkatkan mutu penggunaan bahasa.
Selain itu, juga meningkatkan mutu daya ungkap bahasa, menginventarisasi bahasa daerah, dan sikap positif masyarakat terhadap bahasa.
Kepala Balai Bahasa Papua Sukardi Gau menilai, peluncuran kamus bahasa Tobati – bahasa Indonesia bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat di Kampung Tobati, karena bahasa daerah mereka telah terdokumentasikan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada informan (penutur) dan tim penyusun, yang telah berkontribusi besar selama proses pengumpulan kosakata.
Selain itu, mewakili Balai Bahasa Papua, Sukardi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga kamus bahasa Tobati – bahasa Indonesia bisa diluncurkan.
“Saya berharap kerja sama ini terus berlanjut terutama implementasinya di sekolah sebagai bahan ajar,” ujar Sukardi.
Kesempatan tersebut, Sukardi mengajak masyarakat untuk membiasakan anak-anak mereka di rumah agar menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari agar bahasa daerah tetap lestari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid menganggap penting bahasa daerah, karena tidak hanya untuk komunikasi tapi juga mewariskan nilai-nilai luhur kearifan lokal pada generasi penerus.
Oleh karena itu, dikatakan Majid, pengembangan bahasa daerah menjadi prioritas terutama dalam konteks pendidikan dan kebudayaan.
“Kami terus memberikan keleluasan untuk kamus-kamus dari kampung yang lain di wilayah Kota Jayapura,” ujar Majid.
Ia juga mengatakan Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah.

Termaksud penyusunan kamus, bahan ajar, pelatihan peningkatan kapasitas guru, pengintegrasian bahasa ke dalam kurikulum di sekolah, peran masyarakat adat, kolaborasi antara organsiasi masyarakat, lembaga swasta, dan akademik.
“Melalui peluncuran kamus bahasa Tobati – bahasa Indonesia, menguatkan komitmen dalam menjaga dan melestarikan serta membangun jati diri generasi muda terhadap warisan leluhurnya,” ujarnya.
Plt Sekretaris Daerah Kota Jayapura Evert Nicholas Merauje mengatakan, kamus bahasa Tobati – bahasa Indoensia sangat membantu atau menolong pelestarian bahasa, sekaligus generasi saat penerus agar mampu berbahasa daerah.
“Saya pribadi sangat senang dengan peluncuran kamus ini, supaya ada dokumentasi dan menjaga relevansi bahasa daerah yang diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ujarnya.






