Komunitas Medis Papua Tanpa Batas melalui jalan setapak menuju Kampung Omon, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Saat ini hanya akses jalan setapak.
• Jalan buruk sebabkan kerugian ekonomi karena sulit angkut hasil hutan ke pasar.
• Target groundbreaking awal 2026.
KAMPUNG Omon, sebuah desa terpencil di Kabupaten Jayapura, Papua, mengajukan proposal penganggaran sebesar Rp 30 miliar kepada pemerintah daerah untuk pembangunan jalan utama yang menghubungkan desa tersebut dengan pusat kota.
Pengajuan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat setempat, yang selama ini kesulitan dengan kondisi infrastruktur yang buruk.
Kepala Kampung Omon, Frans Tabisu, mengatakan proposal tersebut telah disusun berdasarkan kajian mendalam terhadap kebutuhan desa.
“Selama ini kami melalui jalan setapak. Ini menghambat transportasi barang dan jasa, serta akses pendidikan dan kesehatan bagi warga,” ujar Tabisu di Kampung Omon, Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menambahkan anggaran Rp 30 miliar tersebut diperkirakan akan mencakup pembangunan jalan sepanjang 15 kilometer, termasuk pembuatan jembatan kecil dan sistem drainase untuk mencegah banjir.
Tabisu menjelaskan Kampung Omon, yang terletak di Distrik Gresi Selatan ini dihuni 300 jiwa atau 50 kepala keluarga mayoritas bergantung pada hasil hutan yaitu berburu dan sagu.
Selain itu, kondisi jalan yang buruk sering menyebabkan kerugian ekonomi, seperti kesulitan mengangkut hasil berburu ke pasar.
“Dengan jalan yang baik, kami bisa meningkatkan produktivitas dan membuka peluang investasi,” ujar Tabisu.
Ia juga menyampaikan pengajuan ini didukung oleh data survei yang menunjukkan bahwa proyek ini memiliki dampak positif terhadap pengurangan kemiskinan.
“Kami ajukan proposal ke Dinas PUPR, namun pengajuan ini harus dilengaskan lagi persyaratannya karena sesuai dengan prioritas anggaran dan regulasi yang berlaku,” ujar Tabisu.
Ia menambahkan jika disetujui, proyek ini akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta bantuan dari pemerintah pusat melalui program Dana Desa atau Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kampung Omon terletak di wilayah pegunungan dengan medan yang menantang, membuat pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama.
Tabisu berharap pengajuan ini dapat segera diproses, dengan target groundbreaking pada awal tahun depan.
“Ini bukan hanya tentang jalan, tapi tentang masa depan anak-anak kami. Akses yang baik akan membawa pendidikan dan peluang kerja,” ujar Tabisu.
Warga Kampung Omon, Yuliana Tet, mengatakan sudah lama menunggu jalan yang layak untuk dilalui dengan berbagai keperluan sehari-hari.
“Jalan yang baik akan memudahkan kami ke rumah sakit atau puskesmas, anak-anak kami bisa sekolah, dan emonomi membaik,” ujar Tet.
(ldr)







