Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Jayapura, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP foto bersama Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H.,M.H dan Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Jayapura, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP, berharap anak-anak pramuka menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik (benar dan sabar).
“Mereka yang berhasil menjalankan ibadah puasa dengan benar dan ikhlas serta sabar, akan mendapatkan pahala dari Allah SWT yang sangat besar,” ujar Matias Mano di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Jumat (7/3/2025).
Ia juga mengatakan, dengan berpuasa, maka seorang anggota pramuka yang muslim merasakan bagaimana kondisi yang dialami seseorang yang sedang kelaparan, tidak makan selama sehari penuh.
“Sebuah keadaan yang mengajarkan kita untuk mengontrol emosi secara berkala dan akhirnya memunculkan kepedulian akan keberadaan orang lain yang mungkin tidak seberuntung diri kita dan keluarga,” ujar Matias Mano.
Kakwarcab berharap anak-anak pramuka yang tergabung di Kwarran menjalankan puasa dengan baik agar mendapatkan fitrah dan keberkahan.
“Bukan hanya Ramadan saja tapi menjadikan setiap hari. Hal-hal yang baik dilakukan selama Ramadan dapat diterapkan setiap hari, karena sebagai teladan bagi masyarakat,” ujar Matias Mano.
Kesempatan tersebut, Kakwarcab mengatakan melalui kegiatan karya bakti Ramadan, kepedulian sosial ditanamkan dengan cara memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, menumbuhkan rasa empati, serta mempererat tali persaudaraan dan solidaritas anak-anak pramuka.
Dijelaskannya, penanaman kepedulian sosial melalui kegiatan karya bakti seperti berbagi kepada yang membutuhkan.
Kegiatan ini mengajarkan pentingnya berbagi tanpa melihat latar belakang penerima manfaat.
Contohnya memberikan bantuan sembako, takjil, atau makanan berbuka puasa kepada masyarakat kurang mampu, kaum dhuafa, pekerja harian, atau pengemudi ojek online.
Dengan merasakan langsung kondisi orang lain, seperti mengunjungi panti asuhan atau rumah sakit, peserta kegiatan dapat memberikan dukungan moral dan materi kepada mereka yang membutuhkan.
Kegiatan sosial seperti membersihkan tempat ibadah, mengunjungi panti asuhan, atau memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, dapat mempererat rasa kebersamaan.
Ia juga mengatakan, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berbagi Kegiatan penggalangan dana untuk membantu fakir miskin, anak yatim, atau korban bencana dapat menanamkan nilai kepedulian dan empati terhadap sesama.
Membentuk kebiasaan baik dengan pendidikan nilai sosial dapat membentuk kebiasaan memberi secara berkelanjutan, tidak hanya selama bulan Ramadan.
“Kegiatan karya bakti Ramadan dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan lingkungan masyarakat,” ujar Matias Mano.
Ia juga mengatakan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin Pendistribusian harta dari kelompok mampu akan meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat miskin.
Hal ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memenuhi kebutuhan pokok dan mengurangi kelaparan ekstrem.
Selain itu, Ramadan n menjadi waktu untuk memperkuat solidaritas di antara umat Muslim, meningkatkan kepedulian, dan mengurangi kesenjangan antar manusia.
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal Festival Ramadhan yang didukung oleh lembaga pemerintah atau swasta memfasilitasi UMKM untuk menjual dagangan mereka, baik makanan dan minuman takjil hingga pakaian muslim.
Menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama melalui kegiatan karya bakti dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap sesama.
“Pengembangan sektor ekonomi secara berkelanjutan tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian lokal dan nasional tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan,” ujar Matias Mano.






