Ketua Umum LPTQ Kota Jayapura, Dr. Drs. H. Fachruddin Pasolo, M.Si bersama kolega saat mengangkat trofi juara umum pada STQ ke-28 tingkat Provinsi Papua 2025. (TIFAPOS/Ist).
TIFAPOS.id Kafilah Kota Jayapura menjadi juara umum STQ ke-28 tingkat provinsi, yang berlangsung di LPTQ Provinsi Papua dari 13 s.d 15 Juni 2025.
Dalam rilis yang dikeluarkan LPTQ Kota Jayapura, Senin (16/6/2025) dikatakan, kafilah Kota Jayapura juara umum sekaligus juara I dengan jumlah nilai 96.
Sementara, juara II berhasil diraih Kabupaten Jayapura dengan nilai 51, dan juara III direbut Kabupaten Biak Numfor dengan jumlah nilai 42.
“Peringkat ini didasarkan pada perolehan juara terbanyak. Juara I diberi poin sembilan, juara II tujuh poin, juara III diberikan lima poin. Harapan I diberikan tiga poin, harapan II diberikan dua poin, harapan III satu poin,” ujar ketua panitia STQ ke-28 tingkat provinsi, Karsudi.

Karsudi berharap, peserta yang mengikuti lomba dengan semangat dan keikhlasan dalam berkompetisi, menjunjung tinggi sportivitas serta meningkatkan kualitas diri serta menghargai proses dan hasil.
“Total peserta termasuk pelatih, pendamping, dan official mencapai 128 orang pada lomba STQ ke-28 tingkat Provinsi Papua 2025,” ujar Karsudi.
Manajer Tim Kafilah Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan juara umum itu diraih berkat pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jayapura.
Serta, dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Jayapura yang telah memberikan bantuan dana hibah kepada LPTQ.
Dia juga mengatakan, persiapan dan latihan intensif selama satu bulan bagi para kafilah. Dari 12 peserta, 6 berhasil meraih juara I (tilawah dan hitdzil) dan 6 juara II (tilawah dan hitdzil).
Selain itu, kafilah telah mengikuti latihan intensif untuk memaksimalkan performa dalam berbagai cabang STQ, sehingga kafilah kota dapat tampil optimal dan berprestasi.
Mengikuti training baik berjalan dan terpusat, yaitu fokus keterampilan tilawah (anak dan dewasa) dan hifdzil (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz).
Tilawah khususnya melatih kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tajwid yang baik, serta penguasaan teknik suara dan ekspresi dalam tilawah.
Sementara, hifdzil melatih hafalan ayat-ayat suci Al-Quran sehingga bisa dibaca di luar kepala dengan baik tanpa melihat mushaf.
“Yang membuat kafilah kota menjadi juara umum STQ ke-28 tingkat provinsi adalah keberhasilan mereka meraih poin tertinggi, yaitu 96. Poin ini mencerminkan prestasi peserta dari berbagai cabang lomba STQ, sehingga membawa mereka menjadi juara umum,” ujar manajer tim.

Manajer tim berharap, agar prestasi juara umum yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada kompetisi di tingkat nasional serta terus mengasah kemampuan dan membina diri secara maksimal.
Selain itu, harapan juga diarahkan agar nilai-nilai Al-Qur’an yang dipelajari dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak positif bagi masyarakat dan daerahnya.
Manajer tim juga berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berusaha tanpa cepat puas.
Dukungan dari pelatih, pembina, dan pemerintah sangat diharapkan agar kafilah tetap fokus dan semangat dalam mempertahankan gelar juara umum.
“Harapan kami keberlanjutan prestasi, peningkatan kualitas peserta, pengamalan nilai keagamaan, dan dukungan berkelanjutan untuk menjaga dan mengembangkan prestasi juara umum yang sudah diraih,” ujar manajer tim.
Ketua Umum LPTQ Kota Jayapura, Dr. Drs. H. Fachruddin Pasolo, M.Si, berharap agar prestasi juara umum yang sudah diraih menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tilawah dan tahfiz Al-Quran di masa depan.
Selain itu, dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi peserta lain, terutama generasi muda, untuk lebih giat belajar dan menguasai ilmu Al-Quran.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan oleh LPTQ berjalan efektif,” ujar Fachruddin.
Hal ini, lanjutnya, mendorong LPTQ Kota Jayapura untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, pelatihan, dan pendampingan peserta agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi juara umum juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat luas, agar LPTQ dapat mengembangkan program secara lebih optimal dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para peserta.
“Para juara umum tidak hanya menjadi pemenang dalam kompetisi, tetapi juga menjadi duta Al-Quran yang mampu menyebarkan nilai-nilai keislaman dan moral yang luhur di tengah masyarakat,” ujar Fachruddin.
“Kerja keras, doa, dan dukungan penuh, kafilah Kota Jayapura optimis meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerahnya di STQ provinsi, dan siap menuju STQ nasional 2025,” jelasnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rakyat Setda Provinsi Papua, M.B. Setyo Wahyudi, berharap lomba STQ dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan karakter bangsa di kalangan peserta, khususnya generasi muda Papua.
Selain itu, agar pelaksanaan STQ dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama melalui peningkatan kunjungan dan kegiatan ekonomi selama event berlangsung.
Dia juga mengapresiasi kafilah dari Papua dapat menunjukkan prestasi terbaiknya dalam lomba STQ ke-28 ini. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan dan pendidikan di Papua berjalan dengan baik, serta mampu bersaing secara nasional.
Kesempatan tersebut, Wahyudi mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, panitia penyelenggara, peserta, dan masyarakat untuk bersinergi dalam mensukseskan lomba STQ ke-28.
“Kerjasama yang baik akan memastikan acara berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi kemajuan keagamaan dan pembangunan di Papua,” ujar Wahyudi.
Adapun 12 kafilah Kota Jayapura yang mengikuti STQ ke-28 tingkat Provinsi Papua 2025, yaitu Rifki Saputra Masaa (tilawah dewasa putra), Nurhasanah (tilawah dewasa putri), M. Febrian Nasution (tilawah anak putra).
Nur Hidayah (tilawah anak putri), Muh. Vikri Nur Fauzi (hifdzil 1 juz putra), Ika Amalia Marhayu (hifdzil 1 juz putri), Sulthan Farrel Alghassan (hitdzil 5 juz putra), Farrah Shaina Azzahra (hifdzil 5 juz putri).
Muhammad Farhan (hifdzil 10 juz putra), Sitti Munawwarah Al-Badriah (hifdzil 10 juz putri), Ahmad Abrar Al Hafizh (hifdzil 20 juz putra), Irna Aryani (hifdzil 20 juz putri).






