Jurnalis cilik SD YPPK Gembala Baik Jayapura saat mewawancarai Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Jurnalis cilik SD YPPK Gembala Baik Jayapura berhasil memukau Plt Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, dengan kemampuannya dalam meliput khususnya mengajukan pertanyaan yang dianggap kritis.
Adalah Shalom kelas IV B dan Sekar kelas V B SD YPPK Gembala Baik Jayapura yang berkesempatan mewawancarai Kepala Dinas Pendidikan, pada kegiatan FLS3N jenjang SD 2025 di SD YPPK Gembala Baik Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/6/2025).
“Jurnalis itu bukan hanya tentang menulis, namun melatih keberanian, sopan, dan ramah. Ke depannya saya berharap dapat meningkatkan kemampuan saya dalam dunia jurnalis,” ujar Shalom.
Selain itu, meningkatkan rasa percaya diri dan empati, karena kegiatan jurnalistik melatih untuk berani bertanya, berinteraksi dengan banyak orang, serta memahami isu-isu sosial di sekitar, sehingga membangun kepercayaan diri dan kepedulian sosial.
Dia juga mengatakan, jurnalistik adalah salah satu kegiatan menyenangkan dan menantang, karena berbeda dari pelajaran biasa.
“Di sekolah kami ada ekstrakurikuler jurnalis cilik. Saya senang menjadi jurnalis, karena praktik langsung untuk mencoba peran baru menjadi reporter atau editor,” ujar Shalom.
Sementara, Sekar, mengatakan menjadi wartawan/jurnalis harus menguasai materi, sehingga pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dapat meningkatkan kualitas penulisan berita.
Selain itu, mengekspresikan diri dan karya melalui kegiatan seperti membuat koran kelas, yaitu menulis cerita, puisi, atau pengalaman sendiri.
Lalu, melihat karya mereka dipublikasikan dan dinilai oleh teman-teman, sehingga menumbuhkan rasa bangga dan penghargaan terhadap karya sendiri.
“Saya berharap ke depannya bisa meningkatkan keterampilan jurnalisme saya, seperti menulis, fotografi, desain grafis, teknik wawancara serta berpikir kritis, berkomunikasi, dan mengolah informasi secara sistematis,” ujar Sekar.
Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, memberikan reaksi positif dan apresiatif terhadap penampilan jurnalis cilik SD YPPK Gembala Baik Jayapura.
Dia juga mengatakan, prestasi ini menunjukkan potensi besar anak-anak dalam bidang jurnalistik dan komunikasi, karena mereka telah dibekali pendidikan jurnalisme sejak dini yang mengasah kemampuan menulis.
Selain itu, memberikan inspirasi bagi siswa lain untuk mengembangkan keterampilan serupa, sehingga menambah pengetahuan dari berbagai aspek kehidupan secara menyeluruh dan literasi sejak dini.
“Pendidikan ini membuat mereka tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi juga aktif mengolah dan menyajikannya dengan baik, sehingga mampu menyampaikan berita yang informatif dan menarik,” ujar Rocky.
Selain itu, mereka juga dilatih memahami cara kerja media, yang meningkatkan kualitas liputan mereka dan membuat hasil karya mereka berdaya guna bagi masyarakat dan sekolahnya.
Dia juga menanggapi keberanian dan pengetahuan jurnalis cilik tersebut dengan rasa kagum dan apresiasi dalam menggali informasi, terutama mengingat usia mereka yang masih muda.
Pengetahuan yang dimiliki jurnalis cilik juga dianggap mencerminkan kedewasaan dalam memahami isu-isu yang diliput, sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bermakna.
“Jurnalis cilik ini menunjukkan dukungan kepala sekolah dan guru terhadap pengembangan potensi anak-anak dalam bidang jurnalistik dan pendidikan secara umum,” ujar Rocky.
Setelah melihat penampilan jurnalis cilik, Rocky, memberikan arahan atau pesan khusus yang bersifat motivasi dan dukungan untuk terus mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang jurnalistik dan komunikasi.
Salah satunya mendorong agar jurnalis cilik tetap semangat belajar, menjaga integritas dalam menyajikan berita, serta memanfaatkan keterampilan tersebut untuk kebaikan sekolah dan masyarakat.
Pesan ini bertujuan memperkuat peran positif jurnalis cilik dalam pendidikan dan pengembangan karakter siswa secara menyeluruh.
Rocky yang juga mantan wartawan, mengingatkan pentingnya menulis berita yang informatif dan jelas dengan menggunakan metode 5W 1H.
Dia menjelaskan, khususnya kepada jurnalis cilik SD YPPK Gembala Baik Jayapura agar memastikan setiap berita memuat What (apa) apa yang terjadi? Who (siapa) siapa yang terlibat?
When (kapan), kapan kejadian itu berlangsung? Where (di mana) di mana tempat kejadian? Why (mengapa) mengapa hal itu terjadi? How (bagaimana) bagaimana proses atau cara terjadinya?
“Melalui metode ini, berita yang kita sampaikan akan lengkap, akurat, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Ini juga membantu menjaga kredibilitas dan profesionalisme dalam menyampaikan informasi,” ujar Rocky.
Untuk itu, dikatakan Rocky, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura mendorong ekstrakurikuler jurnalis cilik sebagai kegiatan non-akademik di sekolah.
Tujuannya untuk melatih dan mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang jurnalistik, seperti menulis berita, wawancara, pemotretan, dan penyusunan karya jurnalistik secara sistematis.
Selain itu, wadah bagi siswa mengembangkan potensi diri dan bisa menjadi bekal karir di masa depan untuk menghasilkan karya yang sesuai kaidah jurnalistik.
Ekskul ini juga mendukung pengembangan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, seperti beriman, kreatif, mandiri, dan bernalar kritis, serta meningkatkan prestasi non-akademis siswa melalui lomba menulis dan karya jurnalistik lainnya.
Di juga berharap kepada guru dan tutor yang membimbing dalam menulis berita agar dan terstruktur, interaktif, dan berorientasi pada praktik serta evaluasi.
Hal itu dilakukan agar siswa mampu menghasilkan berita yang komunikatif dan sesuai standar jurnalistik, seperti penggunaan bahasa, tanda baca, dan ejaan, serta membantu mengatasi kesulitan siswa.
Selain itu, model pembelajaran seperti P2RE (Persiapan, Pengorganisasian, Reflektif, Evaluasi) juga diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menulis berita secara sistematis dan efektif.






