Beranda / Ragam Berita / Junaidi Rahim: Kerukunan tidak boleh berpolitik

Junaidi Rahim: Kerukunan tidak boleh berpolitik

Sekjen Lintas Forum Komunikasi Nusantara Papua Junaidi Rahim dan kolega. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lintas Forum Kerukunan (Forkom) Nusantara Papua Junaidi Rahim mengingatkan kerukunan atau organisasi kemasyarakatan tidak boleh terlibat dalam politik.

Kerukunan adalah kesepakatan masyarakat untuk hidup bersama dalam suasana damai dan terhindar dari perselisihan, saling menghargai, tolong menolong, dan tidak bermusuhan.

“Membentuk relawan dibolehkan, sehingga tidak menimbulkan polemik atau perpecahan yang berakibat fatal,” ujar Junaidi usai menghadiri perayaan HUT Kerukunan Kawanua Papua ke-62 di Cafebakau (Root’t), Kota Jayapura, Papua, Sabtu (2/11/2024).

Dikatakannya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keberagaman. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah yang diberikan Tuhan.

“Sebagai Sekjen saya minta tidak boleh menggunakan kerukunan untuk menyatakan dukungan kepada salah satu paslon, itu tidak dibenarkan dalam Undang-Undang Ormas (organisasi masyarakat),” ujarnya.

Junaidi berharap agar perbedaan pandangan dalam pesta demokrasi rakyak jangan sampai menghalangi masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan.

Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat terutama yang tergabung dalam kerukunan mampu menahan diri, dengan tidak ikut menyebarkan rasa saling curiga, ujaran kebencian, saling menghujat, dan memfitnah.

“Mari ke depankan hal positif, tidak boleh mengadu domba, tidak boleh mendukung salah satu paslon (pasangan calon). Sanksi moril bila ada kerukunan yang terlibat ikut mendukung salah satu paslon,” ujarnya.

“Saya melihat Kerukunan Kawanua sangat disiplin dan taat terhadap Undang-Undang Ormas sehingga tidak terlibat dalam politik,” jelasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *