Beranda / Sosok / Jiwa pemimpin membangun Kota Jayapura dengan hati

Jiwa pemimpin membangun Kota Jayapura dengan hati

Dr. Frans Pekey, M.Si. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Kepemimpinan adalah filosofi dan praktik yang mengutamakan kebutuhan, pertumbuhan, dan kesejahteraan orang lain.

Pemimpin yang melayani dengan kerendahan hati dan empati bertujuan untuk menciptakan dampak positif, memberdayakan, dan menginspirasi.

Memimpin dengan hati juga mengartikan bahwa yang seharusnya pemimpin lakukan bukan hanya soal memerintah, namun bisa diwujudkan dengan mulai memberi contoh bukan hanya teori semata.

Dr. Frans Pekey, M.Si, salah satu birokrat aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Jayapura, yang sudah 30 tahun lima bulan sejak dilantik sebagai ASN tahun 1995.

Banyak yang sudah dialami baik sebagai birokrasi maupun sebagai Penjabat Wali Kota Jayapura, sehingga menjadikannya kaya terhadap pengalaman dalam pelayanan publik.

“Dalam menjalankan amanah pimpinan di kota ini, memang membutuhkan pemimpin yang sudah mengetahui baik layanan birokrasinya maupun masalah publik atau masyarakatnya,”ujar Pekey di Jayapura, Rabu (25/9/2024).

Sebagai birokrat, pria kelahiran 16 Juni 1967 memulai karirnya dari bawah, saat itu dilantik sebagai kepala sub bagian pengelolaan data Bagian Ortal Setda Kota Jayapura.

Kemudian, kembali dipercayakan sebagai kepala sub bagian tata usaha dan keuangan pimpinan bagian umum setda Kota Jayapura. Lalu, diangkat menjadi Kepala Bappeda Kota Jayapura.

Karir Frans Pekey terus menanjak, dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Jayapura, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, Sektetaris Daerah Kota Jayapura, hingga Penjabat Wali Kota Jayapura dari 2022-2024.

“Saya bersama Pak Mansur, kami dua sebagai pasangan yang sama-sama birokrat. Ketika masyarakat mempercayakan kami untuk memimpin kota ini, maka tidak perlu belajar lagi tapi langsung bekerja karena kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan untuk memimpin kota ini ke depan yang lebih baik,” ujarnya.

Pekey sudah membuktikan kualitasnya bahwa memimpin dengan hati berdampak baik pada karirnya, sehingga hal itu menginspirasi masuarakat untuk bekerja dengan hati.

“Saya pikir kami tidak banyak mengalami kesulitan, apabila menghadapi masalah sekaligus menyelesaikan solusi atau mencari jalan keluar dari permasalahan itu, sebab kami sudah berpengalaman,” ujarnya.

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura Frans Pekey-Mansur ‘PEKMAN’ usai penetapan nomor urut dalam pilkada 2024. (TIFAPOS/Ramah)

Sebagai calon Wali Kota Jayapura periode 2024-2029, penataan kawasan lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur, pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama yang harus diselesaikan.

Termaksud pasar, dilanjutkannya, dengan menginventarisasi, menata kembali pasar-pasar tradisional dan memperkuat kelembagaannya misalnya dijadikan badan usaha milik daerah (BUMD), lalu melindunginya dana di Kementerian yang bisa digunakan.

“Banyak skema pembiayaan yang tidak harus bergantung pada APBD, arena pasar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sehingga harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat baik itu pedagang, penjual, produsen, maupun konsumen,” ujarnya.

Jiwa pemimpin membangun Kota Jayapura dengan hati menjadi intiarnya, namum membutuhkan kepercayaan masyarakat guna mewujudkannya.

“Kepercayaan dan layak dipercaya adalah modal utama pemimpin untuk akses kepada pengetahuan dan kerja sama. Memimpin dengan hati akan menciptakan iklim motivasi positif dan menghasilkan komitmen, kebersamaan, ketekunan, dan kekonsistenan,” ujarnya.

Selama menduduki jabatan sebagai Penjabat Wali Kota Jayapura, diantaranya Frans Pekey berhasil menerapkan layanan digitalisasi pemerintah daerah, sehingga mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat tentang tata kelola pemerintahan berbasis IT.

“Saya pikir ini mempermudah dan mempercepat layanan publik. Lalu, kita juga mendapatkan Harmoni Award karena membangun toleransi umat beragama sehingga Kota Jayapura sebagai kota yang aman, damai, dan nyaman,” ujarnya.

Hal itu sejalan dengan visi maju sebagai Wali Kota Jayapura, yakni menjadikan kota yang harmoni (hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia), cerdas, sehat, produktif, dan afirmatif.

Dari aspek pendidikan, dengan mewujudkan pendidikan di Kota Jayapura berdaya saing, unggul, kompetitif, berkualitas serta menjadikan masyarakat yang berperilaku cerdas.

Termaksud mewujudkan kota smart city di Indonesia, mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (ditata dan dibuka) dengan menyiapkan ruangan yang cukup baik termasuk pedagang kaki lima yang juga diberikan akses ekonomi digital atau ekonomi kreatif.

“Itulah yang akan kami optimalkan baik lingkungan, pelayanan publik, pemerintahan, ekonomi berbasis IT. masyarakat Kota Jayapura harus produktif bagi dirinya dan keluarganya,” ujarnya.

Dari aspek afirmatif (keberpihakan masyarakat lokal) termaksud non Papua diberikan ruang untuk diberikan proteksi atau pemberdayaan seperti buruh, nelayan, tukang ojek, pedagang yang harus diberikan perlindungan.

“Inilah skema yang kami dorong ke depan. Jadi, itu beberapa program-program pemikiran dalam visi misi kami. Saya sudah lama di Kota Jayapura dan berkeinginan untuk terus mengabdi dan berkarya,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *