Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, M.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Ekstrakurikuler beragam seperti Pramuka, PMR, olahraga, seni, kegiatan sosial, dan ekstrakurikuler keagamaan, memberikan pengalaman nyata yang mengajarkan tanggung jawab, disiplin, kerja sama, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial.
• Pembelajaran mendalam fokus pada pemahaman konsep dan kemampuan kompetensi yang relevan dengan konteks nyata siswa sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna, kontekstual, dan menyenangkan.
• Peran ekstrakurikuler dalam karakter membentuk kebiasaan baik seperti ketekunan, kemandirian, tanggung jawab, dan membedakan mana benar dan salah.
INTEGRASI pembelajaran mendalam dengan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, dianggap efektif dalam memperkuat karakter siswa dengan mengembangkan nilai-nilai sosial, moral, dan personal secara komprehensif.
Ekstrakurikuler seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), olahraga, seni, dan kegiatan sosial memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar nilai tanggung jawab, disiplin, kerja sama, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial melalui pengalaman nyata di luar kelas.
Termasuk ekstrakurikuler keagamaan juga merupakan contoh lain, yakni siswa dapat melakukan refleksi mendalam dan pengembangan diri melalui kegiatan seperti berdoa sebagai rutinitas harian sebelum memulai dan mengakhiri pekerjaan.
Selain itu, diskusi agama, retret keagamaan, dan pelatihan kepemimpinan berbasis nilai-nilai agama sehingga memperkuat integritas, empati, dan penerapan nilai-nilai dalam kehidupan siswa secara nyata yang sejalan dengan tujuan pembelajaran mendalam.
“Integrasi pembelajaran mendalam dengan ekstrakurikuler menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter positif dan kompetensi siswa secara menyeluruh, menjadikan pendidikan lebih bermakna dan kontekstual bagi siswa,” ujar Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, M.Pd di SMAN 4 Jayapura, Jumat, 12 September 2025.
Pembelajaran mendalam yang fokus pada pemahaman konsep dan kompetensi secara menyeluruh di SMAN 4 Jayapura dapat disesuaikan dengan situasi dan aktivitas ekstrakurikuler, sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna dan relevan dalam konteks kehidupan siswa sehari-hari.
Ekstrakurikuler juga berperan besar dalam pembentukan karakter dengan mengajarkan perbedaan benar-salah, membentuk kebiasaan baik, dan menanamkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemandirian, dan tanggung jawab.
Kegiatan ini memfasilitasi interaksi sosial positif yang bisa meningkatkan rasa keterikatan siswa dengan sekolah dan komunitasnya guna mewujudkan delapan dimensi profil lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kolaborasi, kewarganegaraan, kemandirian, penalaran kritis, kesehatan, kreativitas, komunikasi
Selain itu, siswa di SMAN 4 Jayapura dapat menemukan minat dan bakat yang memperkuat kepercayaan diri dan kemampuan mengatasi tantangan, hal yang memperkaya pengalaman pembelajaran mereka.
Pembelajaran mendalam menekankan pemahaman konsep secara bermakna (meaningful learning), kesadaran dalam belajar (mindful learning), dan kebahagiaan dalam proses belajar (joyful learning).
Integrasi materi dan aktivitas ekstrakurikuler dengan pendekatan pembelajaran mendalam membuat pembelajaran menjadi relevan dan situasional, meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa.
Sehingga dapat memperluas ruang belajar dari kelas ke kegiatan nyata, mendorong pengembangan karakter secara holistik.
Sekolah menyesuaikan materi pembelajaran mendalam dengan aktivitas ekstrakurikuler, memanfaatkan kondisi nyata agar siswa lebih memahami dan mengalami nilai karakter.
Termasuk keterlibatan guru dan pembimbing ekstrakurikuler secara kolaboratif penting untuk mengarahkan dan memantau pembentukan karakter.
Penerapan kebijakan kurikulum yang mendukung integrasi pembelajaran mendalam dengan ekstrakurikuler dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan penguatan karakter siswa.
Sehingga membantu siswa memahami konsep pembelajaran secara bermakna dan relevan dengan pengembangan soft skills, tersedianya ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, menemukan minat, dan membangun kepercayaan diri.
“Program-program ini dapat diintegrasikan dengan pembelajaran mendalam di sekolah agar proses belajar lebih kontekstual, bermakna, dan efektif dalam pengembangan kompetensi dan karakter siswa,” ujar kepala sekolah.
(lrh)






