Beranda / Ragam Berita / Implementasi Platform Rapor Pendidikan di Kota Jayapura: Model SINERGI usulan doktor ilmu sosial Universitas Cenderawasih

Implementasi Platform Rapor Pendidikan di Kota Jayapura: Model SINERGI usulan doktor ilmu sosial Universitas Cenderawasih

Nur Jaya saat menjalani sidang terbuka promosi doktor ilmu sosial di Universitas Cenderawasih Jayapura. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Nur Jaya, mahasiswi program doktoral, sukses mempertahankan disertasi berjudul Model Implementasi Platform Rapor Pendidikan (PRP) Studi Kasus SMA dan SMK Di Kota Jayapura

• Disertasi membahas efektivitas implementasi PRP sebagai instrumen kebijakan pendidikan berbasis data di Kota Jayapura dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan paradigma interpretif.

• Disertasi melahirkan Model SINERGI (Siklus Implementasi Rapor Pendidikan Integratif).

 

PROGRAM Doktor Ilmu Sosial bidang Kajian Administrasi Publik di Universitas Cenderawasih Jayapura, Kota Jayapura, Papua, kembali melahirkan karya riset di bidang pendidikan.

Nur Jaya, mahasiswi doktoral pascasarjana, berhasil menyelesaikan disertasi berjudul Model Implementasi Platform Rapor Pendidikan (PRP) di Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Kota Jayapura.

Karya ini dipertahankan dalam sidang terbuka promosi doktor pada tanggal 2025, dengan Prof. Dr. Drs. Agustinus Fatem, MT sebagai promotor dan Prof. Dr. Yosephina Ohoiwutun, M.Si serta Dr. Hiskia C.M. Sapioper, S.Sos., M.Si sebagai co-promotor, sidang dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, MS.

Sidang terbuka promosi doktor yang berlangsung meriah di Ball Room Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu, 19 November 2025, berlangsung alot dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari para penguji, tetapi bisa dijawab dengan baik oleh Nur Jaya.

Sidang tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting termasuk pimpinan sidang, para dosen penguji, dan tamu undangan Dr. Benhur Tomi Mano, MM, Dr. Frans Pekey, M.Si, Ketua YPK Se Tanah Papua Jhoni Y. Betaubun, SH, MH, dan tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta.

Penelitian Nur Jaya yang menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Papua bertujuan mengkaji keefektifan implementasi PRP sebagai instrumen kebijakan pendidikan berbasis data di Kota Jayapura.

Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretif, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Sebanyak 28 informan dari pejabat pemerintah, kepala sekolah, guru, operator, anggota komite sekolah, serta siswa menjadi sumber data utama.

Hasil riset memberikan gambaran komprehensif bahwa keberhasilan platform ini tidak hanya bergantung pada regulasi formal, tetapi sangat dipengaruhi faktor kesiapan pelaksana, kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, dan dukungan lingkungan sekolah.

Kendala utama yang ditemukan adalah rendahnya literasi data dan keterbatasan akses teknologi di beberapa sekolah. Namun, ada pula faktor pendukung kuat, seperti komitmen pemerintah daerah dan pendampingan terus-menerus yang memacu efektivitas pelaksanaan PRP.

Salah satu kontribusi utama disertasi ini yang menjadi Novelty adalah pengembangan Model SINERGI (Siklus Implementasi Rapor Pendidikan Integratif) yang dirancang sebagai siklus berkelanjutan yang terdiri dari sembilan pilar pokok.

SINERGI adalah S (Sinkronisasi) menghubungkan data Rapor Pendidikan dengan sistem perencanaan (RKAS/ARKAS)
dan kebijakan daerah. I (Inovasi) mendorong pemanfaatan data untuk inovasi program peningkatan mutu berbasis kebutuhan nyata satuan pendidikan.

N (Negosiasi) membangun dialog kolaboratif antaraktor (Dinas, sekolah, pengawas) agar tercipta komitmen bersama. E (Evaluasi) mewujudkan siklus refleksi berkelanjutan berbasis capaian indikator mutu.

R (Regulasi) memperkuat dasar hukum dan tata kelola agar pelaksanaan PRP terlembaga.
G (Governance) – Menjamin tata kelola berbasis data dan akuntabilitas publik. l (Integrasi) menyatukan seluruh proses ke dalam satu siklus implementasi yang berulang dan terukur.

Sehingga, kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada kemampuannya menawarkan perspektif baru tentang implementasi Platform Rapor Pendidikan (PRP) di Kota Jayapura.

Pilar-pilar tersebut meliputi tata kelola kebijakan, perencanaan berbasis data, evaluasi, refleksi, hingga keterlibatan komunitas.

Model ini menempatkan PRP bukan sebagai sekadar instrumen administratif, melainkan sebuah ekosistem kebijakan yang mendorong budaya reflektif dan perbaikan mutu secara berkesinambungan.

Nur Jaya menjelaskan, implementasi kebijakan PRP di Kota Jayapura tidak berjalan linier seperti pelaporan biasa, melainkan membentuk siklus reflektif yang berkelanjutan.

Selain itu, sekolah yang berhasil mengintegrasikan indikator PRP ke dalam perencanaan dan anggaran menunjukkan adaptasi yang lebih baik dibandingkan yang hanya menggunakan PRP sebagai laporan administratif semata.

Disertasi ini juga menguatkan temuan dengan teori implementasi kebijakan dari Grindle dan Van Meter & Van Horn, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara isi kebijakan, kesiapan sumber daya, dan konteks pelaksanaan.

Pendekatan ini semakin diperkuat lewat uji coba awal berupa coaching clinic yang menunjukkan bahwa Model SINERGI membantu sekolah secara nyata mengenali masalah dan merancang perencanaan strategis lebih tepat sasaran.

Lebih jauh, Nur Jaya berharap hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis data yang adaptif dan berkelanjutan di Papua, bahkan lebih luas di Indonesia.

Model yang diusulkannya berpotensi menjadi alat transformasi mutu pendidikan yang kontekstual sesuai karakteristik daerah.

Penelitian ini menegaskan, penguatan kapasitas, dukungan teknis, dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci penting dalam mendorong digitalisasi dan tata kelola pendidikan yang modern dan efektif di daerah khususnya Papua.

“Keberhasilan penyusunan disertasi ini tidak terlepas dari doa, dukungan, dan bantuan dari berbagai pihak. Semoga karya ini bisa memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan pendidikan melalui pemanfaatan Platform Rapor Pendidikan di Kota Jayapura,” ujar Nur Jaya dalam rilisnya di Jayapura, Jumat, 21 November 2025.

Dikutip dari www.papua.kemenkum.go.id, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius M. Ayorbaba, mengatakan pencatatan hak cipta untuk disertasi dan karya tulis.

Sertifikat pertama diberikan untuk karya ilmiah berjudul “Penguatan Perencanaan, Penganggaran, Monitoring dan Evaluasi Berbasis Rapor Pendidikan Melalui Sistem Informasi Terintegrasi dengan Arkas (Si-Darkas) SMA/SMK di Kota Jayapura”.

Sertifikat kedua adalah untuk disertasi yang telah dipertahankan. Penyerahan sertifikat ini menjadi bukti pengakuan negara terhadap inovasi yang diciptakan oleh Nur Jaya.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Nur Jaya dalam menghasilkan karya yang luar biasa ini. Disertasi ini adalah bukti bahwa Papua memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa,” ujar Ayorbaba.

 

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *