Beranda / Opini / Implementasi pendekatan program pendidikan karakter berbasis kelas di Taman Kanak-Kanak

Implementasi pendekatan program pendidikan karakter berbasis kelas di Taman Kanak-Kanak

Mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih Jayapura, Yakomina Wasanggai. (TIFAPOS/Ist)

Oleh : Yakomina Wasanggai

TIFAPOS.id  Perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap upaya pengembangan karakter bangsa secara lebih serius disikapi pemerintan mulai tahun 2010.

Pada saat bersamaan Presiden (pemerintah) juga mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter sekaligus mengeluarkan Buku Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter yang dikeluarkan oleh Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017.

Persoalan budaya dan karakter bangsa memang menjadi sorotan tajam masyarakat sehingga seringkali menjadi bahan perdebatan dan dialog di berbagai media massa maupun elektronik.

Para ahli, pengamat sosial, maupun pengamat pendidikan seringkali membicarakan mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum dan seminar baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Berbagai alternatif penyelesaian masalah budaya dan karakter bangsa diajukan beragam oleh beberapa kalangan.

Pendidikan menjadi salah satu alternatif yang bersifat preventif untuk menyelesaikan masalah tersebut, karena dengan pendidikan mampu membangun generasi bangsa kearah yang lebih baik.

Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kurikulum. Karena merupakan jantungnya pendidikan.

Oleh karena itu, kurikulum saat ini telah diarahkan untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada upaya pengembangan dan pembentukan budaya dan karakter bangsa.

Penguatan pendidikan budaya dan karakter bangsa pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat.

Artinya, ketiga unsur tersebut harus selalu berupaya menanamkan budaya dan karakter bangsa bagi anak-anaknya.

Di Indonesia, pelaksanaanprogram pendidikan karakter idealnya dilakukan melalui tiga level lingkungan sosial siswa yakni lingkungan kelas, sekolah, dan masyarakat.

Sehingga dikenal tiga istilah program pendidikan karakter yakni pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis sekolah serta pendidikan karakter berbasis masyarakat.

Khusus pelaksanaan program pendidikan karakter berbasis kelas, dalam penerapannya memiliki beberapa prinsip mendasar yang harus dipertimbangkan oleh guru untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Prinsip-prinsip mendasar tersebut diantaranya mulai dari desain perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang memuat nilai budaya dan karakter bangsa, menciptakan budaya kelas yang berkarakter hingga mendesain/melaksanakan pembelajaran yang bernuansa belajar aktif.

Proses pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa (program pendidikan karakter) berbasis kelas idealnya dilaksanakan melalui proses belajar aktif, karena sesuai dengan prinsipnya, pengembangan nilai harus dilakukan sendiri secara aktif oleh peserta didik .

Dengan demikian dirinya akan menjadi subyek yang akan menerima nilai, mempertimbangkan nilai, memilih dan menentukan nilai, memiliki nilai serta menjadikan nilai yang dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakannya yang kemudian menjelma menjadi kepribadian diri/karakter pribadi anak usia dini.

Pentingnya program penguatan pendidikan karakter di kelas maupun di sekolah karena bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang berbudaya dan berkarakter Pancasila yang ditandai dengan kepemilikan sejumlah karakter bangsa.

Seperti, nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

pelatihan strategi metakognisi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepala sekolah dan guru dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik, serta menyarankan pelatihan untuk implementasi Kurikulum pembelajaran.

Namun, dalam pelaksanaannya pada level kelas Anak Usia Dini, program pendidikan karakter masih mengalami beberapa persoalan.

Diantaranya masih banyak guru dan kepala sekolah yang belum memahami secara komprehensif pelaksanaan program pendidikan karakter berbasis kelas dan sekolah.

Kondisi tersebut mengakibatkan program pendidikan karakter akhirnya belum terlaksana secara merata disetiap kelas dan sekolah.

Untuk menyikapi persoalan masih banyak guru dan kepala sekolah yang belum memahami secara komprehensif mengenai pelaksanaan program pendidikan karakter berbasis kelas dan sekolah, maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi atau pelatihan program pendidikan karakter dari berbagai pihak yang berkepentingan.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi atau pelatihan tersebut maka guru dan kepala sekolah akan memahami sehingga memiliki kemauan untuk melaksanakan program pendidikan karakter yang telah lama diamanahkan oleh pemerintah.

 

 

(Penulis adalah Kepala TK Negeri Pembina Jayapura, saat ini sebagai mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih Jayapura)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *