Beranda / Ragam Berita / Implementasi pembelajaran muatan lokal bahasa Marin: Studi lapangan di sekolah Kabupaten Jayapura

Implementasi pembelajaran muatan lokal bahasa Marin: Studi lapangan di sekolah Kabupaten Jayapura

Peserta bimbingan teknis modul dan bahan ajar bahasa daerah foto bersama dengan peserta didik saat kunjungan ke SMA Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Perkuat pengembangan bahan ajar dan kurikulum muatan lokal bahasa daerah.

• Penguatan kurikulum dan pengembangan bahan ajar muatan lokal.

• Kunjungan lapangan untuk melihat langsung implementasi pembelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah.

 

BALAI Bahasa Papua bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke menyelenggarakan bimbingan teknis modul dan bahan ajar bahasa daerah selama tiga hari, mulai 27 s.d 29 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan bahan ajar dan kurikulum muatan lokal bahasa daerah, khususnya bahasa Marin, yang merupakan bahasa asli masyarakat di daerah tersebut.

Peserta bimbingan teknis berjumlah 16 orang yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke. Pada hari pertama dan kedua, materi yang diberikan difokuskan pada penguatan kurikulum dan pengembangan bahan ajar muatan lokal.

Sehingga proses pembelajaran bahasa daerah berjalan sesuai dengan standar pendidikan dan mampu meningkatkan kemampuan berbahasa secara efektif di dalam lingkungan sekolah.

Pada hari ketiga, peserta melakukan kunjungan lapangan ke SMP Negeri 6 Sentani dan SMA Negeri 1 Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua. Kunjungan ini bertujuan agar peserta dapat melihat secara langsung implementasi pembelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah tersebut.

“Observasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktik terbaik yang dapat diterapkan di Kabupaten Merauke,” ujar Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pemoderenan dan Perlindungan Bahasa Daerah dan Sasta (Molinbasra) Balai Bahasa Papua, Anton Maturbongs di Jayapura, Rabu, 29 Oktober 2025.

Kegiatan ini juga memiliki target jangka panjang. Pada tanggal 2 Mei 2026, yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, akan diluncurkan penyusunan bahan ajar muatan lokal bahasa Marin di Merauke.

Peluncuran bahan ajar ini sebagai wujud komitmen untuk melestarikan bahasa dan budaya daerah sebagai bagian penting dari identitas lokal, sekaligus mendukung pemerintah dalam upaya pendidikan multikultural.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke berencana merekrut 25 orang guru Orang Asli Papua (OAP) untuk mengajarkan bahasa Marin.

Program ini diharapkan mampu memperkuat pengajaran bahasa daerah di sekolah, sekaligus memberikan peluang kerja bagi guru-guru lokal yang memahami budaya dan bahasa asli masyarakat.

Adanya bimbingan teknis ini, selain memperkuat bahan ajar, juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa daerah di Kabupaten Merauke.

Selain itu, peserta yang mengikuti pelatihan dapat menerapkan ilmu yang didapatkan, sehingga upaya pelestarian bahasa Marin dapat berjalan efektif dan menyeluruh.

Kolaborasi antara Balai Bahasa Papua dan Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, pendidikan bahasa daerah akan semakin maju dan memberikan dampak positif bagi generasi muda.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya di Tanah Papua yang sangat beragam,” ujar Anton.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *