Beranda / Ragam Berita / IHT SMPN 9 Jayapura dorong mutu guru lewat deep learning dan digitalisasi

IHT SMPN 9 Jayapura dorong mutu guru lewat deep learning dan digitalisasi

Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd bersama kolega dalam penutupan In House Training 2026. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• IHT wajib berkala untuk pacu prestasi sekolah.

• Transformasi metode konvensional ke modern via modul deep learning dan smartboard.

• Guru bimbing keterampilan abad 21 (berpikir kritis, kolaborasi) investasi jangka panjang bagi Kota Jayapura.

 

SEKOLAH Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggelar In House Training (IHT) dua hari untuk meningkatkan kompetensi guru melalui penyusunan bahan ajar berbasis deep learning dan pemanfaatan teknologi digital.

Bertema “Transformasi Pembelajaran Menuju Peningkatan Mutu”, kegiatan ini diikuti seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, dengan pemateri dari pengawas Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura.

Kegiatan berlangsung mulai 29 s.d 30 Januari 2026. Hari pertama digelar di aula sekolah, fokus pada pemanfaatan papan digital interaktif, pengelolaan kinerja guru, pengelolaan kelas efektif, serta penguatan karakter murid.

Sementara hari kedua, yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Entrop, membahas model pembelajaran inovatif dan praktik mengajar langsung.

Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan IHT ini menjadi keharusan untuk memacu prestasi sekolah.

“Ketika guru memiliki kualitas yang baik, maka prestasi murid pasti meningkat. Oleh karena itu, IHT menjadi program wajib yang harus dilaksanakan SMPN 9 Jayapura secara berkala,” ujar Panjaitan di Hotel Horison Ultima Entrop, Jumat, 30 Januari 2026.

Panjaitan menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk mentransformasi metode pengajaran konvensional menjadi lebih modern.

Guru diajarkan menyusun modul deep learning yang mendalami materi secara bertahap, serta memanfaatkan alat digital seperti smartboard untuk membuat kelas lebih interaktif.

“Kami harapkan, setelah ini, guru tidak hanya mengajar tapi juga membimbing murid mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis dan kolaborasi. Guru berkualitas adalah investasi jangka panjang bagi Kota Jayapura,” ujar Panjaitan.

Pengawas Pembina SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Dra. Sumerli Samosir, M.Pd, sebagai pemateri utama, menekankan pentingnya IHT dalam membangun profesionalisme guru.

“IHT ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan mencetak guru yang kreatif serta inovatif. Dengan begitu, proses belajar mengajar menjadi menyenangkan, memuliakan murid, dan akhirnya mewujudkan peningkatan mutu SMPN 9 secara keseluruhan,” ujar Sumerli.

Sumerli menambahkan, di era digital saat ini, guru harus mahir menggunakan teknologi untuk mengatasi tantangan pendidikan di Papua, seperti akses terbatas ke sumber belajar.

“Guru profesional pasti membuat murid semakin menikmati proses belajar. Ini bukan hanya soal nilai rapor, tapi membentuk generasi unggul yang siap bersaing,” ujar Sumerli.

Salah satu peserta, guru Matematika Simon Kalemben, S.Pd., M.Pd, mengaku kegiatan ini sangat membantu dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pendidik.

“Pelatihan ini membuka wawasan baru, terutama soal deep learning yang membuat siswa memahami rumus matematika secara mendalam, bukan hafalan semata. Saya berharap, semua guru bisa menerapkan ini di kelas mulai minggu depan,” ujar Simon.

Simon juga berbagi pengalaman praktik mengajar dengan simulasi mengajar menggunakan papan digital, hasilnya kelas terasa hidup dan murid lebih antusias.

“Deep learning dan digitalisasi diharapkan jadi solusi membangun murid berprestasi, berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan global,” ujar Simon.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *