Beranda / Ragam Berita / Ibadah syukur HUT ke-116 Pekabaran Injil, Wali Kota Jayapura: Kehadiran Injil tanda kasih Kristus di Tanah Tabi

Ibadah syukur HUT ke-116 Pekabaran Injil, Wali Kota Jayapura: Kehadiran Injil tanda kasih Kristus di Tanah Tabi

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H menyampaikan sambutan pada ibadah syukuran HUT ke-116 Pekabaran Injil. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Perayaan bergilir di berbagai kampung sebagai tugas lanjutkan pemberitaan Injil ke generasi mendatang.

• Perayaan HUT ke-116 Pekabaran Injil momentum syukur dan pengingat toleransi.

• Sinergi gereja-pemerintah-masyarakat jaga warisan budaya Papua untuk kota teladan.

 

GEREJA Kristen Injili (GKI) Port Numbay menggelar ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Pekabaran Injil di Tanah Tabi di Pulau Metudebi, Kampung Enggros, Kota Jayapura.

Kegiatan yang berlangsung Selasa, 10 Maret 2026 ini dihadiri jemaat dari berbagai wilayah Kota Jayapura, serta tokoh gereja dan pemerintah daerah.

Ibadah yang dipimpin oleh pendeta-pendeta senior GKI Port Numbay ini diwarnai dengan paduan suara, doa syukur, dan khotbah yang mengenang perjalanan panjang penyebaran Injil sejak 1910.

Jemaat berbondong-bondong menyeberang ke pulau yang terletak di Teluk Youtefa itu menggunakan perahu motor.

Pulau Metudebi dipilih sebagai lokasi ibadah syukur, karena menjadi saksi masuknya Injil pertama kali ke wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Jayapura.

Peristiwa historis ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura pada 7 Maret 2026 lalu.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H menegaskan, kehadiran Injil merupakan tanda kasih Kristus bagi masyarakat Tanah Tabi.

“Masuknya Injil di Pulau Metudebi ini bukan kebetulan. Ia menjadi berkat abadi bagi kita semua, sejalan dengan usia Kota Jayapura yang kini 116 tahun,” ujar wali kota.

Ia berharap perayaan Pekabaran Injil tahun-tahun mendatang dapat digelar secara bergiliran di berbagai kampung di Kota Jayapura.

“Tugas kita saat ini adalah melanjutkan dan memberitakan Injil kebenaran Tuhan kepada generasi yang akan datang,” ujar wali kota.

Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Andris Tjoe mengatakan, Kota Jayapura dihuni oleh masyarakat yang beragam.

Karena itu, harus menjaga moderasi kehidupan beragama, kerukunan, serta hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama yang ada.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Kota Jayapura yang harmonis, di mana iman tidak hanya diungkapkan dalam ibadah, tapi juga dalam tindakan nyata.

“Perayaan HUT Pekabaran Injil ini tidak hanya menjadi momentum syukur, tapi juga pengingat untuk terus menjaga toleransi di tengah keberagaman,” ujar Tjoe.

Tjoe menambahkan, sebagai rangkaian peringatan, Klasis GKI Port Numbay juga menggelar penanaman pohon sebagai bukti kepedulian terhadap alam dan lingkungan, dengan harapan menjadi simbol komitmen untuk generasi mendatang.

Seorang jemaat asal Kampung Skow Mabo, Maria Rollo mengatakan, ibadah ini mengingatkan pada akar iman di Tanah Tabi.

“Syukur kepada Tuhan atas 116 tahun berkat-Nya,” ujar Rollo.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga warisan budaya Papua.

“Dengan semangat persatuan, Kota Jayapura diharapkan terus berkembang sebagai kota teladan di Tanah Papua,” ujar Rollo.

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *