Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat dan Budaya, Matias B. Mano, S.Par., M.KP mewakili Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Drs. Mathius D. Fakiri, S.I.K., M.H. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Merefleksikan perjalanan pelayanan penuh tantangan seperti isu sosial, kesehatan, dan stabilitas keamanan di Tanah Papua.
• Meneguhkan langkah bersama untuk memperkuat harmoni sosial dan dukungan visi pemerintah “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis”.
• Selaras dengan program unggulan Papua seperti “Papua Sehat” (penguatan iman dan kepedulian sosial), “Papua Cerdas” (pembinaan karakter, etika, pendidikan berbasis kasih), dan “Papua Produktif” (etos kerja, kemandirian, semangat melayani).
PERSEKUTUAN Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Papua menggelar ibadah lepas sambut 2025-2026 di Gereja GPI Narwastu Padang Bulan, Kota Jayapura, Jumat malam, 9 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri ratusan jemaat dari 23 sinode anggota PGPI, menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penegasan komitmen pelayanan gereja bagi pembangunan Papua.
Ibadah yang bertema “Bersatu Melayani dalam Kasih” terinspirasi Yohanes 17:21 bukan sekadar seremoni akhir tahun.
Peserta merefleksikan perjalanan pelayanan 2025, penuh tantangan seperti isu sosial, kesehatan, dan stabilitas keamanan di Tanah Papua.
Acara ini juga meneguhkan langkah bersama menatap 2026, dengan fokus memperkuat harmoni sosial dan dukungan terhadap visi pemerintah “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis”.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat dan Budaya, Matias B. Mano, S.Par., M.KP mewakili Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Drs. Mathius D. Fakiri, S.I.K., M.H, mengapresiasi atas peran PGPI dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat nilai moral, serta mendukung stabilitas sosial dan keamanan daerah.
“PGPI telah menunjukkan kontribusi nyata dalam kebersamaan melayani Tuhan dan masyarakat,” ujar Matias Mano dalam rilisnya di Jayapura, Sabtu, 10 Januari 2026.
Selain itu, sinergi lintas sektor ini selaras dengan program unggulan Papua. Pemerintah mendorong kerjasama untuk mewujudkan “Papua Sehat”.
Melalui penguatan iman dan kepedulian sosial “Papua Cerdas” lewat pembinaan karakter, etika, dan pendidikan berbasis kasih serta “Papua Produktif” dengan menumbuhkan etos kerja, kemandirian, dan semangat melayani sesama.
“Tema ibadah menekankan persatuan sebagai kunci utama. Perbedaan latar belakang, denominasi, atau pandangan bukan pemisah, melainkan kekayaan yang memperkuat persaudaraan,” ujar Matias Mano.
Kesempatan tersebut, PGPI diharapkan terus menjadi pelopor dalam menebar kasih, menjaga kedamaian, dan toleransi di Papua yang beragam.
Serta, mengajak jemaat untuk bersatu melawan tantangan seperti konflik sosial dan keterbelakangan daerah melalui doa dan peran aktif gereja dibutuhkan agar pembangunan berjalan aman dan berkelanjutan.
“Dukungan doa gereja, roda pemerintahan dan pembangunan di Papua berjalan lancar. PGPI diharapkan melangkah lebih mantap di 2026, bersatu melayani dalam kasih,” ujar Matias Mano.
(ldr)







