Ketua PMI Kora Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M foto bersama sebelum penanaman mangrove. (TIFAPOS/La Ramah)
DALAM rangka kegiatan HUT PMI 2025 yang diperingati pada tanggal 17 September, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menanam 200 bibit mangrove dan donor darah termasuk sosialisasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 6 September 2025 diadakan di dua lokasi di Jalan Raya Pantai Hamadi-Holtekamp, yaitu penanaman mangrove di Pantai Ciberi dan donor darah termasuk sosialisasi di lokasi car free day (CFD).
Ketua PMI Kora Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menjelaskan, PMI aktif menanam mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan ini melibatkan relawan PMI, pembina Palang Merah Remaja jenjang SMP, SMA, SMK, dinas lingkungan hidup, dan TNI dengan tujuan menjaga kelestarian ekosistem laut, mengurangi risiko bencana, serta menjadi habitat biota laut.
Selain itu, sebagai bagian dari program konservasi lingkungan dan edukasi, termasuk membantu memperbaiki kondisi lingkungan pesisir dan menginspirasi gerakan konservasi.
Akar mangrove yang kuat menahan tanah di pantai sehingga mencegah erosi dan abrasi akibat gelombang laut dan badai, menjaga garis pantai tetap stabil dan melindungi kawasan pesisir dari kerusakan.
Mangrove menyediakan habitat yang kaya bagi berbagai spesies ikan, udang, kepiting, burung, dan organisme laut lainnya, sehingga mendukung keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.
Ekosistem mangrove bertindak sebagai penyaring alami yang menyerap polutan dan sedimen, sehingga membantu menjaga kebersihan dan kesehatan perairan pesisir.
Mangrove mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar dan menyimpannya di biomassa dan tanah, berkontribusi mengurangi gas rumah kaca dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Mangrove juga membantu mengendalikan perembesan air laut ke daratan sehingga menjaga kualitas air tawar di pesisir tetap baik untuk konsumsi.
Ekosistem mangrove mendukung keberlanjutan sumber daya alam penting bagi masyarakat seperti sumber makanan, kayu, dan tempat pemijahan ikan.
Sebaliknya, kerusakan ekosistem mangrove dapat menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya erosi pantai, penurunan hasil perikanan, dan meningkatkan risiko bencana lingkungan di pesisir.
“Jadi, penanaman mangrove untuk menjaga keseimbangan ekologis, meningkatkan ketahanan lingkungan pesisir, serta mendukung sosial ekonomi masyarakat setempat,” ujar Rustan.
Terkait donor dan sosialisasi, dikatakan Rustan, PMI rutin melakukannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam donor darah.
Kegiatan mencakup edukasi tentang manfaat donor darah, syarat menjadi pendonor, dan berusaha menghilangkan rasa takut atau skeptisisme masyarakat melalui metode yang mudah diterima.
Selain itu, PMI menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis sebelum donor untuk memastikan pendonor layak sekaligus jemput bola kepada masyarakat yang kesulitan waktu untuk donor.
“Kegiatan donor darah ini mendukung ketersediaan darah bagi rumah sakit. Setiap hari membutuhkan 50 kantong darah, yang bisa kami distribusi paling banyak 35 kantong,” ujar Rustan.
Dewan Pengawas PMI Kota Jayapura, RD Siahaya berharap, agar program penanaman mangrove dapat terus menjadi prioritas tinggi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.
Dia juga mengatakan, PMI menegaskan komitmennya menjaga kelestarian hutan mangrove yang sangat penting untuk mencegah abrasi pantai, memulihkan ekosistem pesisir, serta mendukung perekonomian masyarakat melalui habitat ikan dan biota laut.
Terkait donor darah, Dewan Pengawas PMI mengajak masyarakat agar aktif mendonorkan darahnya sesuai kebutuhan dan golongan darah yang sering diminati seperti golongan AB.
Program donor darah juga merupakan bagian dari solidaritas sosial yang ditekankan oleh PMI untuk membantu sesama manusia.
“Keduanya merupakan wujud nyata kontribusi PMI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial,” ujar Siahaya.
(ldr)






