Beranda / Ragam Berita / Guru SMPN 9 Jayapura ciptakan mars sekolah, dinilai sebagai pemantik prestasi

Guru SMPN 9 Jayapura ciptakan mars sekolah, dinilai sebagai pemantik prestasi

Elisabeth Kurnia Dewi, S.Sn didampingi kepala sekolah dan guru SMPN 9 Jayapura menunjukkan surat pencatatan penciptaan lagu. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Himne resmi sekolah, identitas baru mencerminkan visi-misi dan karakter geografis.

• Simbol kebanggaan, penyemangat prestasi guru-siswa, pendorong kemajuan di berbagai bidang.

• Lirik menumbuhkan nilai pendidikan, kebersamaan, semangat juang, cinta tanah air, dan identitas budaya lokal-nasional.

 

SEBUAH karya kreatif lahir dari tangan guru seni musik SMPN 9 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Elisabeth Kurnia Dewi, S.Sn.

Lagu (musik dengan teks) berjudul “Mars SMPN 9 Jayapura” ini tidak hanya menjadi himne resmi sekolah, tapi juga identitas baru yang mencerminkan visi, misi, dan karakter geografis.

Serta, simbol kebanggaan dan alat untuk membangkitkan semangat dan prestasi guru dan siswa di lingkungan lembaga pendidikan tersebut.

Lagu ini telah resmi menjadi bagian dari kegiatan sekolah sekaligus dapat mendorong kemajuan SMPN 9 Jayapura dalam berbagai bidang.

Elisabeth, yang kini tidak lagi aktif mengajar di sekolah tersebut, karena harus mengikuti suaminya pindah tugas ke Jakarta, mengatakan proses penciptaan lagu ini berlangsung hanya dalam satu hari, tepatnya pada Januari 2024.

Karya ini mengambil inspirasi dari visi dan misi sekolah, serta geografis lokasi sekolah yang terletak di daerah strategis Kota Jayapura.

Selain itu, lirik lagu dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, dan semangat juang siswa serta guru.

“Lagu dan notasi musiknya saya tulis sendiri. Ini adalah hasil kreativitas pribadi saya sebagai bentuk dedikasi terhadap sekolah,” ujar Elisabeth di SMPN 9 Jayapura, Senin, 19 Januari 2026.

Elisabeth menjelaskan, visi SMPN 9 Jayapura yang menjadi dasar lirik lagu, menekankan pembentukan yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.

Sementara misi sekolah meliputi pengembangan potensi melalui kurikulum yang inovatif, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembinaan karakter.

Adapun geografis sekolah yang berada di tengah Kota Jayapura, dengan pemandangan pegunungan dan laut, juga diintegrasikan ke dalam lirik untuk menumb uhkan rasa cinta terhadap tanah air dan lingkungan sekitar.

Elisabeth berharap lagu ini dapat menjadi pendorong kejayaan sekolah termasuk sarana untuk memperkuat identitas budaya lokal sambil tetap menjunjung nilai-nilai nasional.

“Ini bukan hanya karya, tapi warisan untuk generasi mendatang. Saya ingin SMPN 9 Jayapura semakin maju dalam bidang akademik, olahraga, seni, dan lainnya. Lagu ini bukan sekadar musik, tapi simbol persatuan,” ujar Elisabeth.

Inisiatif penciptaan mars ini datang dari Wakasek Kurikulum SMPN 9 Jayapura, Lucia Iriani Sainyakit, S.Th.

Lucia mengatakan, lagu tersebut telah resmi menjadi hak milik sekolah.

“Ini adalah karya guru yang patut diapresiasi. Kami melihatnya sebagai langkah positif untuk meningkatkan identitas sekolah. Selain itu, ini bisa menjadi pemantik bagi guru lain untuk berkreasi sesuai bidang masing-masing, seperti membuat puisi, poster, atau inovasi lainnya,” ujar Lucia.

Lucia menambahkan, proses pengadopsian lagu ini melibatkan tim kurikulum yang mengevaluasi kesesuaiannya dengan nilai-nilai sekolah dan anggaran.

“Kami ingin lagu ini tidak hanya dinyanyikan, tapi juga dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Karya Mars SMPN 9 Jayapura menjadi contoh bagaimana inovasi sederhana bisa membangun kebanggaan komunal,” ujar Lucia.

Kepala SMPN 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd menegaskan pentingnya lagu mars dalam kehidupan sekolah.

“Mars ini akan dinyanyikan dalam setiap kegiatan, baik upacara bendera, acara olahraga, hingga pertemuan siswa. Ini sebagai penyemangat untuk membangkitkan prestasi guru dan peserta didik,” ujar Panjaitan.

Panjaitan melihat Elisabeth sebagai guru berprestasi yang layak mendapat apresiasi atas karyanya luar biasa.

Langkah ini tak hanya apresiasi, tapi juga komitmen sekolah untuk mendukung kreativitas pendidik di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Kami sebagai sekolah bertanggung jawab atas pajak karya ciptanya, termasuk hak cipta dan royalti jika diperlukan,” ujar Panjaitan.

SMPN 9 Jayapura sendiri adalah salah satu sekolah menengah pertama unggulan di Kota Jayapura, yang berkomitmen tinggi dalam memajukan pendidikan baik akademik maupun nonakademik.

Sekolah ini dikenal dengan program unggulan seperti seni musik, olahraga, dan pembelajaran berbasis lingkungan, sehingga penciptaan mars ini dianggap sebagai bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat branding dan solidaritas internal.

“Dalam era digital ini, identitas seperti lagu mars bisa menjadi alat efektif untuk membangun kebanggaan siswa,” ujar Panjaitan.

Panjaitan berharap lagu ini dapat meningkatkan motivasi guru dan siswa, terutama di tengah tantangan pendidikan di Kota Jayapura yang memiliki keragaman budaya dan geografis.

“Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar. Kami yakin lagu ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah sekolah,” ujar Panjaitan.

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *