Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Papua, MB Setiyo Wahyudi, S.E., M.M menerima deklarasi Anak Muda Peduli Iklim. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Puncak rangkaian proyek Ko-Kreasi Lestari yang didukung UNICEF sebagai upaya nyata pemuda menjaga lingkungan dan mendorong kesadaran iklim.
• Wadah berkumpulnya pemuda peduli lingkungan.
• Sejalan dengan misi pemerintah Papua salah satunya mendorong produktivitas melalui inovasi.
GERAKAN Anak Muda Peduli Iklim (API) Inspirasi Ko-Kreasi Lestari digelar di Kota Jayapura, Papua, Rabu, 5 November 2025 bertempat di BPMP Papua.
Kegiatan ini menghadirkan dukungan dari berbagai organisasi pimpinan daerah (OPD), seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota, Dinas Pemuda dan Olahraga, Bappeda, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Papua.
Kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian proyek Ko-Kreasi Lestari yang didukung oleh Perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat, Yayasan Sehati Sebangsa Indonesia, dan Gapai Harapan Papua sebagai upaya nyata pemuda untuk menjaga lingkungan dan mendorong kesadaran iklim.
Koordinator Forum Indonesia Muda (FIM) Regional Jayapura sekaligus ketua panitia, Farah mengatakan, kegiatan ini mengundang 20 komunitas dari lima lini berbeda, meliputi organisasi literasi, lingkungan, adat, agama, dan disabilitas.
Keterlibatan lapisan beragam ini diharapkan menjadikan gerakan inklusif dan berdampak luas, untuk memajukan agenda lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan di Papua.
“Kami ingin menyemarakkan gerakan yang sudah ada sejak awal 2025 ini dengan kolaborasi nyata antar organisasi. Gerakan Anak Muda Peduli Iklim ingin menjadi payung besar yang menghimpun berbagai inisiatif berkelanjutan dan berdampak signifikan,” ujar Farah.
Kepala Perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Muhammad Ramdan turut mengapresiasi terhadap pendampingan mereka bagi kelompok remaja yang tergabung dalam program eco defender, Papua Trada Sampah, dan Forum Indonesia Muda.
“Saya berharap gerakan ini tidak hanya sebagai komunitas, tetapi sebagai motor perubahan dan advokasi kebijakan iklim yang nyata di tingkat pemerintah,” ujar Ramdan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Papua, MB Setiyo Wahyudi, S.E., M.M mewakili Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Drs. Mathius D. Fakiri, juga mengapresiasi tinggi atas inisiatif ini.
Ia mengungkapkan bahwa sejak Agustus hingga Oktober 2025, program Ko-Kreasi Lestari telah menjangkau enam titik intervensi di Jayapura melibatkan 364 anak muda dari 20 komunitas dan organisasi.
Dengan kolaborasi ini, Gerakan Anak Muda Peduli Iklim Inspirasi Ko-Kreasi Lestari diharapkan menjadi model gerakan sosial dan konservasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
“Saya melihat ini sebagai bukti komitmen dan kepedulian yang luar biasa dari generasi muda Papua. Program ini sejalan dengan misi pemerintah Papua untuk mendorong produktivitas masyarakat melalui inovasi, kewirausahaan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujar Wahyudi.
Kesempatan ini juga dilakukan peluncuran buku “Kitong Punya Aksi”, yang menjadi dokumentasi dari seluruh aksi nyata yang dilakukan anak muda selama gerakan ini berlangsung.
Buku ini diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus berkarya dan menjaga kelestarian lingkungan Papua.
Selain itu, dilakukan penandatanganan dukungan terhadap empat pilar deklarasi API, yaitu berbasis kearifan lokal, partisipatif/peran serta masyarakat, berkeadilan iklim, dan inklusif.
(ldr)








