Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Simon Petrus Koirewoa, S.E., M.Si. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• KSM jadi ujung tombak sosialisasi pilah sampah dari rumah, ciptakan nilai ekonomi dari daur ulang.
• DLHK komitmen dampingi dan latih KSM agar program berkelanjutan, harap kurangi volume TPA serta tingkatkan kesadaran masyarakat.
• Ajak warga pilah sampah dan jangan buang sembarangan.
DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura mengambil langkah strategis dalam pengelolaan sampah dengan memperkuat peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Gebrakan ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang terus meningkat.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Simon Petrus Koirewoa, S.E., M.Si mengatakan, kehadiran fasilitas seperti TPS3R (Tempat Pemrosesan Sampah 3R) dan bank sampah dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah di wilayah kota.
“TPS3R dan bank sampah telah beroperasi dan menunjukkan fungsinya dalam mengurangi beban sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujar Koirewoa di TPA Koya Koso, Distrik Abepura, Kamis, 24 Februari 2026.
TPA Koya Koso telah lama menjadi andalan dalam mengelola sampah masyarakat Kota Jayapura.
Sejak beroperasi, TPA pemrosesan akhir sampah ini telah menjalankan fungsinya dengan baik dalam menampung limbah yang dihasilkan oleh ribuan kepala keluarga di wilayah Kota Jayapura.
Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya volume sampah, tantangan baru pun muncul.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, rata-rata sampah yang dibuang ke TPA Koya Koso mencapai 178 ton setiap harinya.
“Angka ini merupakan akumulasi dari sampah rumah tangga, sampah komersial, serta sampah dari berbagai kegiatan lainnya yang berlangsung di wilayah kota,” ujar Koirewoa.
Untuk mengatasi peningkatan volume sampah tersebut, DLHK Kota Jayapura optimis, penguatan peran KSM melalui TPS3R dan bank sampah akan memberikan dampak positif yang signifikan.
Program ini tidak hanya melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang dapat di daur ulang.
“KSM menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Dengan adanya TPS3R dan bank sampah, masyarakat memiliki motivasi lebih untuk mengelola sampah mereka secara mandiri,” ujar Koirewoa.
DLHK juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada kelompok-kelompok KSM yang ada, sehingga mereka mampu mengelola program pengelolaan sampah secara optimal dan berkelanjutan.
Berbagai upaya yang dilakukan ini, diharapkan volume sampah yang berakhir di TPA Koya Koso dapat berkurang secara bertahap.
Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Kota Jayapura.
(lrm)






