Beranda / Ragam Berita / FLS3N: Ekspresi seni, inspirasi negeri

FLS3N: Ekspresi seni, inspirasi negeri

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd membuka kegiatan FLS3N Tingkat Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 mengusung tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri”.

Tema ini mengandung harapan agar peserta didik dapat berprestasi dan menggali potensi seni budaya dan sastra mereka, sekaligus menjadi inspirasi bagi bangsa.

FLS3N merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bertujuan memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan.

Selain itu, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya dan membangun karakter generasi muda yang kreatif dan berprestasi.

Kegiatan ini mencakup berbagai cabang seni seperti menyanyi solo, cipta puisi dan cipta lagu, tari kreasi dan baca puisi, kriya dan monolog, jurnalistik dan fotografi, film pendek, kreativitas musik tradisional, dan menulis cerita pendek, dengan pelaksanaan yang melibatkan seleksi bertingkat dari tingkat sekolah hingga nasional.

Ekspresi seni dalam FLS3N juga diarahkan untuk membentuk karakter seperti mandiri, jujur, dan cinta tanah air melalui karya-karya orisinal yang dihasilkan peserta.

“FLS3N 2025 adalah wadah strategis untuk menyalurkan ekspresi seni anak-anak Indonesia sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi negeri,” Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd membuka kegiatan FLS3N Tingkat Kota Jayapura di SMAS Kalam Kudus Jayapura, Selasa (27/5/2025).

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan pada pembukaan FLS3N Tingkat Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

Dia juga mengatakan, tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri” mempengaruhi pilihan karya peserta FLS3N 2025 dengan mendorong mereka untuk menggali potensi seni budaya dan sastra secara kreatif dan orisinal, serta mengekspresikan imajinasi dan persepsi pribadi dalam karya mereka.

Tema ini, mengajak peserta untuk menghasilkan karya yang tidak hanya artistik tetapi juga menginspirasi bangsa, dengan menampilkan ekspresi yang kuat dan karakter positif seperti mandiri, jujur, dan cinta tanah air.

Selain itu, subtema “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” memberikan kerangka khusus bagi peserta untuk mengangkat nilai-nilai kebiasaan positif.

Misalnya, bangun pagi, beribadah, berolahraga. Dalam karya seni mereka, sehingga karya yang dipilih atau dibuat harus relevan dengan tema tersebut dan mampu merefleksikan karakter serta inspirasi bagi negeri.

Dengan demikian, peserta cenderung memilih atau menciptakan karya yang orisinal, kreatif, dan sarat makna, yang tidak hanya menampilkan keindahan seni tetapi juga pesan moral dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia

Sementara, manfaat utama mengikuti FLS3N bagi siswa dan sekolah adalah mengembangkan bakat dan minat seni siswa dengan memberikan ruang eksplorasi dan pengembangan kemampuan di bidang seni dan sastra.

Meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas melalui latihan dan penampilan karya seni yang orisinal dan ekspresif dan membangun kepercayaan diri siswa karena mereka berkesempatan tampil di depan publik dan berkompetisi secara sehat.

Selain itu, mendorong kerja sama tim dan semangat kompetitif yang positif dalam persiapan dan pelaksanaan lomba dan membentuk karakter siswa yang kuat dan cinta tanah air, sesuai dengan nilai-nilai yang diusung dalam tema dan subtema lomba.

Serta, meningkatkan prestasi sekolah karena keberhasilan siswa dalam FLS3N dapat meningkatkan reputasi dan motivasi sekolah secara keseluruhan dan menjadi ajang pencarian dan pengembangan talenta seni siswa yang berpotensi menjadi inspirasi dan kontribusi bagi kemajuan budaya bangsa.

“FLS3N berperan penting dalam pengembangan potensi seni budaya siswa sekaligus memperkuat karakter dan prestasi sekolah,” ujar Rocky.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP sekaligus ketua panitia FLS3N menyampaikan sambutan pada pembukaan FLS3N. (TIFAPOS/La Ramah)

Dia juga mengatakan, pendampingan dan pelatihan intensif dari komunitas seni dan pelatih berkompeten, membantu siswa meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman seni budaya sehingga mereka dapat bersaing dengan percaya diri di tingkat nasional.

Kegiatan ini juga menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya, membangun karakter kreatif, dan menanamkan nilai-nilai budaya dalam diri siswa.

Dengan mengikuti FLS3N, siswa tidak hanya mengasah kemampuan seni tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, dan karakter positif yang mendukung perkembangan pribadi dan prestasi akademik mereka.

Rocky berharap peran sekolah dalam mendukung peserta didik dalam mengikuti FLS3N secara optimal, seperti identifikasi dan seleksi peserta terbaik dari sekolah untuk mewakili lomba sesuai kategori yang ditentukan.

Mendaftarkan peserta secara resmi melalui portal pendaftaran FLS3N yang disediakan oleh penyelenggara dan menyediakan fasilitas pembinaan dan pelatihan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan dan persiapan lomba secara maksimal.

Pendampingan dan motivasi kepada peserta selama proses persiapan dan pelaksanaan lomba dan berkoordinasi dengan operator dan dinas pendidikan untuk memastikan kelancaran administrasi dan teknis pelaksanaan lomba di tingkat sekolah kota.

Serta, mencatat dan melaporkan prestasi siswa agar mendapatkan pengakuan resmi dan manfaat insentif akademik dari pemerintah.

“Peran aktif tersebut, sekolah berkontribusi besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bakat seni peserta dan keberhasilan mereka di FLS3N,” ujar Rocky.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd bersama kolega foto bersama juri, guru, dan peserta FLS3N. (TIFAPOS/La Ramah)

Kesempatan tersebut, Rocky berharap agar seluruh siswa khususnya peserta FLS3N dapat terus bersemangat dan konsisten dalam belajar serta mengukir berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Selain itu, prestasi yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan bagi diri sendiri, keluarga, dan sekolah, tetapi juga menjadi cerminan kualitas pendidikan yang kami bangun bersama.

Dia juga berharap, para siswa dapat memanfaatkan setiap kesempatan belajar dengan maksimal, mengikuti berbagai kegiatan kompetisi, serta terus mengembangkan bakat dan minatnya.

Dukungan penuh dari guru, orang tua, dan masyarakat juga sangat penting agar siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

“Dengan semangat yang kuat dan kerja keras yang konsisten, saya yakin para siswa akan mampu mengukir prestasi yang membanggakan dan membawa perubahan positif bagi masa depan mereka serta kemajuan bangsa,” ujar Rocky.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP sekaligus ketua panitia FLS3N, mengatakan pelaksanaan lomba berlangsung dua hari.

Lomba dilangsungkan di dua sekolah yakni SMAS Kalam Kudus dan YPPK Taruna Bakti, yang diikuti 130 peserta. Di SMA YPPK Taruna Bakti peserta melombakan, nyanyi solo, instrumen solo gitar, jurnalistik, cipta lagu, fotografi, komik digital, film pendek.

Sementara, di SMA YPPK Taruna Bakti diikuti delapan cabang lomba, yaitu cipta puisi, tari kreasi, baca puisi, kriya, monolog, kreativitas musik tradisional, menulis cerita pendek, desain poster.

“Pelaksanaan FLS3N secara signifikan mampu menumbuhkan karakter kreatif di kalangan generasi muda dengan menyediakan ruang eksplorasi, pengembangan, dan penyaluran bakat seni dan budaya secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Nur Jaya.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd bersama kolega foto dengan juri dan guru pada kegiatan FLS3N. (TIFAPOS/La Ramah)

Dia juga mengatakan, ajang ini mendorong peserta untuk berpikir kreatif dalam menghasilkan karya orisinal yang mengandung nilai seni dan budaya, sekaligus mengasah kemampuan inovasi dan komunikasi mereka.

FLS3N ini tidak hanya menguji keterampilan seni, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang kreatif, berdaya saing, dan berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan global.

Selain itu, FLS3N merupakan bagian dari Desain Besar Manajemen Talenta Nasional yang bertujuan mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berkualitas dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.

“Melalui lomba ini, peserta didik mendapat motivasi dan pengalaman berharga yang memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun semangat inovasi serta kreativitas yang berkelanjutan,” ujar Nur Jaya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *