Beranda / Ragam Berita / FKUB Goes to School: Tanamkan karakter positif, cerdas, santun, dan bijak di kalangan pelajar

FKUB Goes to School: Tanamkan karakter positif, cerdas, santun, dan bijak di kalangan pelajar

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M membuka kegiatan FKUB Goes to School dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Membangun karakter positif sejak dini di kalangan pelajar sekolah menengah atas.

• Pentingnya kesadaran kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial yang sehat, dan lingkungan sekolah yang aman.

• Kerjasama seluruh elemen masyarakat dianggap kunci masa depan harmonis di Jayapura.

 

FORUM Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura, Papua, melaksanakan kegiatan “FKUB Goes to School” dengan tema “Cerdas, Santun dalam Berkata, Bijak Berperilaku” sebagai upaya membangun karakter positif sejak dini di kalangan pelajar.

Kegiatan yang berlangsung di aula Asrama Haji Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu, 29 Oktober 2025, melibatkan siswa-siswi sekolah menengah atas dengan tujuan menanamkan nilai-nilai kerukunan, toleransi, serta budi pekerti luhur dalam berkomunikasi dan bertindak.

Ketua FKUB Kota Jayapura, Pdt. Hein Carlos Mano, M.Si menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama di tengah keberagaman yang ada di Kota Jayapura.

“Kecerdasan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan sosial yang tercermin dari kata-kata santun dan perilaku yang bijak,” ujar Ketua FKUB.

Kegiatan ini melibatkan 120 siswa dari 40 sekolah, dengan narasumber dari KPA Kota Jayapura, BNN, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura. Mereka diajak berdiskusi mengenai HIV/AIDS, narkoba, dan bullying atau perundungan.

“FKUB melihat diskusi ini sebagai langkah krusial untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya yang dapat mempengaruhi masa depan mereka dan masyarakat luas,” ujar Ketua FKUB.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menyambut baik inisiatif FKUB dan menyatakan dukungan penuh untuk terus menjalin kerja sama dalam membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia.

Ia juga menekankan, dengan mengajak siswa berdiskusi tentang HIV/AIDS, narkoba, dan bullying, diharapkan mereka memiliki kesadaran yang lebih baik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, memelihara hubungan sosial yang sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif.

Selain itu, penguatan karakter melalui kegiatan “FKUB Goes to School” sangat relevan dalam mendukung program pendidikan karakter yang sedang digalakkan pemerintah, sehingga Kota Jayapura dapat menjadi kota yang aman, damai, serta penuh persaudaraan antar umat beragama.

“Harapan pemerintah, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi teladan kepada teman-temannya di sekolah,” ujar Rustan.

Rustan menegaskan pendidikan dan dukungan dari guru, orang tua, dan teman sebaya juga sangat berperan dalam pencegahan dan penanggulangan dampak negatif HIV/AIDS, narkoba, dan bullying di kalangan remaja.

“HIV/AIDS memberikan dampak negatif pada pendidikan siswa, terutama anak dari keluarga dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), yang seringkali harus berhenti sekolah untuk membantu keluarga yang sakit atau karena stigma sosial,” ujar Rustan.

Selain itu, pengetahuan dan sikap positif siswa terhadap pencegahan HIV/AIDS sangat penting untuk mengurangi risiko penularan di kalangan remaja. Dampak HIV/AIDS tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis dan sosial, yang mempengaruhi kesejahteraan remaja dan keluarganya.

Sementara penggunaan narkoba pada remaja dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menyebabkan ketergantungan, serta mengganggu prestasi belajar dan hubungan sosial.

Narkoba juga meningkatkan risiko masuknya remaja ke dalam perilaku berbahaya dan kriminalitas yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.

Bullying dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti stres, depresi, dan kecemasan pada korban, bahkan berpotensi menyebabkan tindakan bunuh diri. Bullying di lingkungan sekolah mengganggu proses belajar dan menciptakan suasana yang tidak aman dan tidak nyaman bagi siswa.

“Kerjasama seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan harmonis di Kota Jayapura,” ujar Rustan.

“Bagi sekolah yang bersih dari narkoba, HIV/AIDS, dan bullying maka pemerintah akan memberikan penghargaan sebagai sekolah terbaik bagi generasi muda,” sambungnya.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *