Plt. Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto F. Itaar, S.IP., M.Si mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H menutup festival UMKM ‘September Ceria’ dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Festival memperluas akses pemasaran, meningkatkan standar pengemasan, inovasi promosi, dan membuka jaringan usaha.
• Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM, revitalisasi pasar, dan pembinaan generasi muda kreatif.
• Diharapkan festival menjadi pendorong tumbuhnya sektor UMKM dan mempererat sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah.
PANITIA festival UMKM ‘September Ceria’ di Kota Jayapura, Papua, mencatat omzet dari stand UMKM mencapai Rp123 juta dalam tiga hari, dengan rata-rata omzet per gerai mencapai Rp1 juta.
Festival ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura dengan partisipasi 41 UMKM lokal baik binaan Disperindag dan pelaku UMKM.
Adapun produk yang dijual seperti noken, kuliner khas Papua, dan batik Port Numbay (Kota Jayapura). Festival ini juga termasuk kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing pelaku usaha.
“Ini menunjukkan potensi festival UMKM dalam meningkatkan penghasilan dan memperkuat ekonomi lokal,” ujar Kepala Bidang UMKM Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Jane Ansanay, S.Sos sekaligus ketua panitia pada penutupan festival UMKM di Terminal Tipe A Entrop Jayapura, Sabtu malam, 20 September 2025.
Festival UMKM tersebut secara nyata memperluas akses pemasaran produk UMKM lokal, meningkatkan kualitas produk melalui standar pengemasan dan inovasi promosi, serta membuka peluang pelaku UMKM membangun jaringan yang lebih luas.
Sehingga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial sebagai sarana promosi.
Dengan melibatkan lima tenan pelayanan publik seperti Dukcapil Kota Jayapura, Kemenkum Papua, festival ini memberikan ruang daya saing produk lokal.
Intervensi pemerintah berupa pelatihan dan pendampingan juga menguatkan aspek keberlanjutan usaha UMKM di Kota Jayapura
Festival UMKM juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi ekonomi lokal.
Secara budaya dan ekonomi, festival UMKM membantu mengenalkan ciri khas dan potensi lokal kepada pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat identitas ekonomi kreatif di Jayapura yang berbasis pada sumber daya alam dan budaya setempat.
Sehingga diharapkan dapat menjadi modal penting untuk pengembangan berkelanjutan ekonomi daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Kami berharap ke depannya lebih banyak melibatkan pelaku UMKM,” ujar Ansanay mewakili Plt. Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto F. Itaar, S.IP., M.Si.
Plt. Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto F. Itaar, S.IP., M.Si mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H mengatakan Pemkot terus mendukung pemberdayaan UMKM, revitalisasi pasar, dan pembinaan generasi muda kreatif.
Kegiatan festival UMKM terus berlanjut dengan skala yang lebih besar di masa depan untuk meningkatkan ekonomi daerah, dan mendorong stakeholder diharapkan berkolaborasi memberikan ruang dan dukungan bagi pengembangan produk lokal dan pelaku UMKM.
Diharapkan festival UMKM menjadi pendorong pertumbuhan sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah, serta mempererat sinergi antar berbagai elemen masyarakat dan pemerintah untuk pemberdayaan berkelanjutan.
“Pemerintah berperan sebagai pengatur, pendukung, fasilitator, dan penggerak ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan melalui festival UMKM dengan berbagai program untuk memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Itaar.
(ldr)






