Beranda / Ragam Berita / Festival teater berbahasa Sentani memupuk kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah

Festival teater berbahasa Sentani memupuk kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah

Ketua panitia Antonius Maturbongs menyampaikan sambutan. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Balai Bahasa Papua berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar kegiatan festival teater berbahasa Sentani selama tiga hari dari 29 sd 31 Oktober 2024 di Hotel Suni Sentani.

Ketua panitia kegiatan Antonius Maturbongs mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 10 provinsi di Indonesia, dan Papua kami memilih Kabupaten Jayapura karena bahasa daerahnya mulai ditinggalkan penuturnya,” ujar Maturbongs di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (29/10/2024).

Sekda Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi mengakungkan tanda peserta festival teater berbahasa Sentani. (TIFAPOS/Ramah)

Dikatakannya, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Di Papua terdapat 428 bahasa daerah secara khususnya di Kabupaten Jayapura ada 19 bahasa daerah.

“Penurunan (jumlah penutur) bahasa jangan dianggap sebelah mata, hilangnya satu bahasa membutuhkan 200 tahun untuk memulihkannya,” ujarnya.

Maturbongs yang juga menjabat Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pemoderenan dan Perlindungan Bahasa Daerah dan Sasta (Molinbasra) Balai Bahasa Papua, mengatakan bahasa daerah sebagai pembentuk identitas dan keragaman.

Peserta festival teater berbahasa Sentani. (TIFAPOS/Ramah)

“Bahasa daerah tidak hanya media komunikasi tapi juga sarana mengungkapkan nilai-nilai budaya Indonesia sekaligus menjadi sumber pengembangan sumbernya,” ujarnya.

Maturbongs berharap melalui kegiatan tersebut dapat mengembangkan keterampilan masyarakat khususnya peserta didik jenjang SMA/SMK, sebagai upaya melindungi dan melestarikan bahasa daerah agar terus berkelanjutan.

“Festival teater berbahasa Sentani diikuti 15 kelompok dari 12 SMA/SMK. Jumlah peserta sebanyak 150 orang baik siswa dan guru se-Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Antonius Maturbongs dan kolega foto bersama. (TIFAPOS/Ramah)

“Balai Bahasa Papua terus berupaya melakukan pendampingan dan pembinaan agar bahasa daerah tidak punya, salah satunya dengan membuat regulasi perda (peraturan daerah) agar bahasa daerah masuk muatan lokal di sekolah,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi mewakili Penjabat Bupati Kabupaten Jayapura membuka festival teater berbahasa Sentani, mengatakan kebudayaan daerah perlu dikembangkan untuk memperkuat jati diri.

Ketua panitia festival teater berbahasa Sentani Antonius Maturbongs. (TIFAPOS/Ramah)

“Pemkab Jayapura terus mendorong kesadaran masyarakat untuk mempertahankan dan mengembangkan bahasa daerahnya dengan menjunjung tinggi keragaman Papau,” ujarnya.

“Bahasa daerah diberdayakan demi kepentingan masyarakat dalam pemberdayaan. Festival ini sebagai sarana pengembangan diri bagi generasi muda dan melatih teatrikal penutur bahasa daerah sekeligus melestarikan bahasa,” jelasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *