Peresmian festival Imlek 2577 tahun 2026 ditandai dengan menabuh gong. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Tahun ketiga festival di Papua; bawa kebahagiaan bagi warga Tionghoa.
• Minta dukungan pemerintah agar berlanjut & berkembang.
• Energi positif untuk kemajuan, kedamaian, persatuan, ekonomi berkelanjutan, dan ekonomi kreatif sebagai penggerak rakyat.
PAGUYUBAN Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Jayapura kembali gelar Festival Imlek 2577 dengan tema “Harmoni Imlek Nusantara”. Kegiatan berlangsung di Papua Trade Center mulai 24 Februari hingga 3 Maret 2026 mendatang.
Festival yang memasuki tahun ketiga ini terbuka untuk umum dan dihadiri Forkopimda Kota Jayapura dan Provinsi Papua beserta tamu undangan. Sebanyak 36 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga berpartisipasi dalam event tahunan ini.
Berbagai atraksi menarik disuguhkan selama festival, di antaranya Mandarin Singa, Barongsai Lion, pertunjukan tarian Tionghoa dan balet, festival lampion, serta pameran kembang api.
Berbagai kegiatan ini diharapkan mampu memeriahkan peringatan Tahun Baru Imlek masyarakat Tionghoa di Papua khususnya di Kota Jayapura.
Ketua PSMTI Kota Jayapura, Teddy Purwanto, menjelaskan festival Imlek ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada tahun kuda api.
“Semoga di tahun kuda api ini melambangkan energi, keberanian, pergerakan cepat, peluang terbuka luas, terutama pada sektor perdagangan, pembangunan energi, dan usaha yang menuntut ketegasan dan ketepatan mengambil keputusan,” ujar Teddy Purwanto, Senin, 24 Februari 2026.
Ia menambahkan, tahun kuda api ini juga membawa dinamika perekonomian yang bertumbuh, namun diperlukan persaingan dan perubahan.
“Yang perlu dijaga di tahun kuda api ini adalah keseimbangan, jangan gegabah, kendalikan emosi, perkuat kerja sama, tetap disiplin, dan penuh kebijaksanaan dalam mengambil keputusan,” ujar Teddy.
Teddy mengharapkan, energi besar tahun kuda api dapat diubah menjadi kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Koordinator Wilayah PSMTI Papua, Ishak Montolalu, mengatakan ini merupakan tahun ketiga festival Imlek diselenggarakan di Papua. Festival ini menjadi momen yang membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga, khususnya masyarakat Tionghoa di bumi Papua.
“Kami mengharapkan dukungan pemerintah agar ke depan festival ini bisa berlanjut dan semakin berkembang,” ujar Ishak Montolalu.
Ia juga mengharapkan semangat tahun baru Imlek ini membawa energi positif untuk kemajuan dan kedamaian.
“Semoga terwujudlah persatuan dan bertumbuhnya ekonomi berkelanjutan serta ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi rakyat,” ujar Ishak.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, mengatakan Pemerintah Kota Jayapura memberi ruang yang luas bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas keagamaan, termasuk peringatan Imlek.
“Pemkot selalu mendukung kegiatan-ketaan yang mempererat persaudaraan dan kebhinekaan di kota Jayapura,” ujar Rustan.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, S.T., M.Si, menilai festival Imlek ini menjadi momen yang sangat baik untuk berinteraksi dan berkolaborasi antarsuku dan agama.
“Festival ini bukan hanya peringatan tahun baru saja, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali persaudaraan antarumat,” ujar Christian.
Diharapkannya, festival Imlek 2577 ini, harmoni dan toleransi antarumat di Papua semakin terjaga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan perdagangan lokal.
(lrm)







