Salah satu tenan sektor IKM dalam festival IKM 2025. (TIFAPOS/La Ramah)
FESTIVAL IKM merupakan acara yang menampilkan hasil karya dan inovasi produk dari Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Pada tahun 2025, di Kota Jayapura, Papua, festival IKM diikuti oleh sekitar 200 pelaku UMKM dan IKM.
Ada 45 tenda dan 16 tenan disiapkan untuk pelaku IKM dan UMKM binaan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura.
Acara ini berlangsung di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jayapura dari tanggal 22 s.d 26 Agustus 2025.
Festival ini menjadi ajang penting bagi pelaku usaha lokal untuk memamerkan produk unggulan mereka, termasuk kerajinan tangan seperti tifa, batik, noken, dan asesoris, serta berbagai produk kuliner.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M mengatakan bahwa festival ini tidak hanya mendorong transaksi jual beli, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal.
Selain itu, festival juga menjadi wadah edukasi dan mendorong pelaku IKM untuk terus berinovasi agar usaha mereka dapat naik kelas.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan melalui pelatihan literasi dan digitalisasi agar produk IKM dapat dipromosikan secara lebih luas melalui platform digital.
Festival ini dapat memperkuat ekonomi daerah dan memajukan sektor IKM dan UMKM di Kota Jayapura.
Selain itu, festival IKM sebagai ajang mempromosikan produk lokal, memberikan ruang bagi para pelaku IKM dan UMKM untuk unjuk karya dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar, baik lokal maupun nasional.
“Jadi, festival IKM adalah event strategis yang memperlihatkan hasil karya sekaligus inovasi produk sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan produk lokal di Indonesia khususnya di Kota Jayapura,” ujar wakil wali kota di Jayapura, Minggu, 24 Agustus 2025.
Wakil wali kota juga mengatakan, festival IKM memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi IKM dan UMKM.
Festival ini menjadi tempat edukasi agar masyarakat tidak hanya membeli tapi juga mencintai produk lokal sehingga meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk daerah.
Memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun perekonomian daerah yang lebih maju dan berdaya saing.
Lewat event tersebut, omzet pelaku usaha mikro kecil menengah dapat meningkat secara signifikan, pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.
Dampak ekonomi festival juga dirasakan langsung oleh pedagang dan masyarakat lokal yang dapat meningkatkan pendapatan harian dan manfaat ekonomi lainnya selama festival berlangsung.
Festival IKM turut mempercepat proses digitalisasi dan pelatihan literasi digital bagi pelaku UMKM dan IKM, sehingga mereka mampu mempromosikan produk secara masif melalui platform digital.
“Saya berharap agar IKM dan UMKM di Kota Jayapura bisa terus tumbuh dan berkembang serta memiliki pemasaran online yang masif,” ujar wakil wali kota.
(lrh)






