Beranda / Ragam Berita / Edisi kedua, ini manfaat penulisan buku cerita rakyat Port Numbay

Edisi kedua, ini manfaat penulisan buku cerita rakyat Port Numbay

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Jayapura Evert Nicholas Merauje meresmikan sosialisasi penulisan buku cerita rakyat Port Numbay. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Papua, melalui Bidang Kebudayaan menggelar sosialisasi penulisan buku cerita rakyat Port Numbay (Kota Jayapura).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari 26 s.d 28 September 2024 di Grand Abe Hotel Jayapura melibatkan masyarakat adat, tim pembahas (akademisi, Balai Bahasa Papua, Pemkot Jayapura).

Penulisan buku ‘edisi kedua’ untuk pembelajaran muatan lokal di sekolah formal maupun informal berasal dari lima kampung adat, yakni Kayu Batu dan Kayo Pulau, Tobati dan Enggros, Nafri, Skouw, dan Sentani.

“Buku ini terdapat dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa ibu dari lima kampung adat. Edisi pertama sudah tersebar di SD dan SMP. Sekolah bisa melestarikan bahasa daerah dan mengetahui cerita rakyat Port Numbay,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Grace Linda Yoku.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Grace Linda Yoku. (TIFAPOS/Ramah)

Grace menjelaskan menulis cerita rakyat (legenda, mitos, dongeng, adat istiadat) penting karena memiliki banyak manfaat, yakni melestarikan budaya, mengajarkan nilai moral dan etika, memperkenalkan tradisi, sarana pendidikan.

Selain itu, membentuk karakter masyarakat, menginspirasi seniman dan musisi, memperkokoh masyarakat, menjadi identitas daerah, mengetahui kehidupan terdahulu, dan sarana hiburan.

“Cerita rakyat menggambarkan budaya masyarakat dan kondisi lingkungan daerah. Pelestarian cerita rakyat diturunkan dari generasi ke generasi melalui tuturan,” ujarnya.

Grace berharap melalui buku cerita rakyat dapat menambah jumlah penutur aktif, mengingat jumlah penutur di Kota Jayapura terancam punah.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan bahasa daerah kita. Saya mengajak orang tua agar membiasakan menggunakan bahasa ibu di rumah kepada anak-anaknya agar bahasa daerah tidak punah,” ujarnya.

Plh Sekretaris Daerah Kota Jayapurw Evert Nicholas Merauje mewakili Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait mengatakan penulisan buku cerita rakyat merupakan langkah penting dalam merevitalisasi atau menghidupkan kembali bahasa daerah.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Jayapura Evert Nicholas Merauje dan kolega foto bersama. (TIFAPOS/Ramah)

“Perannya (cerita rakyat) sangat penting dalam menjaga identitas budaya, menarik, dan mengandung bilai moral serta menjadi wadah (pelestarian bahasa daerah) sehingga dapat dinikmati khalayak umum,” ujarnya.

Evert berharap melalui sosialisasi penulisan cerita rakyat Port Numbay, tidak hanya menulis tapi juga menggali dan memahami warisan budaya sehingga dikemas dalam cerita rakyat yang menarik dam mudah dipahami.

“Pentingnya kolaborasi dan proses penulisan buku cerita rakyat ini, mari kita berbagi ide dan pengalaman. Jangan malu dan segan untuk bertanya dan menyampaikan ide atau gagasan,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *