Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H memakaikan baju kaos kepada anak-anak di Kampung Kayu Batu dalam rangka program wali kota turun kampung. (TIFAPOS/Ist)
TIFAPOS.id Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jayapura aktif peduli terhadap generasi emas sejak usia dini dengan berbagai kegiatan.
Diantaranya dengan membagikan ratusan buku dongeng, buku bergambar, tumbler, makanan sehat, dan baju kaos kepada anak-anak di kampung, dalam rangka mendukung program Wali Kota Jayapura turun kampung (10 kampung adat dan 4 kampung administrasi).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi dan gemar membaca serta kesadaran lingkungan sejak dini. Edukasi juga diberikan agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
Selain itu, DWP Kota Jayapura dengan tema “Penguatan Pondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045” menunjukkan komitmen mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Upaya ini sejalan dengan dukungan pemerintah dan lembaga lain di Papua yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini, termasuk melalui program pendidikan anak usia dini (PAUD) yang holistik dan integratif.
Dengan langkah-langkah tersebut, DWP Kota Jayapura berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi emas Papua yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045
DWP Kota Jayapura mengoptimalkan pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan, gizi, pendidikan, moral, dan pengasuhan.
Berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan UNICEF, dalam menyediakan Alat Permainan Edukatif (APE) di wilayah Kota Jayapura guna meningkatkan kualitas pembelajaran melalui metode bermain yang edukatif.
Mengedukasi anak-anak sejak dini tentang kebiasaan hidup sehat dan menjaga lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesehatan jasmani dan rohani, sejalan dengan program Gerakan Sekolah Sehat yang didukung DWP secara nasional.
Komitmen dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan PAUD berkualitas dengan guru kompeten dan metode pembelajaran yang sesuai perkembangan zaman.
Mendukung transisi PAUD ke jenjang sekolah dasar agar proses pendidikan anak berjalan lancar dan menyenangkan, sehingga hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang setara terpenuhi.
“Peran aktif DWP Kota Jayapura dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini yang holistik dan berkualitas demi mewujudkan generasi emas Papua khususnya Kota Jayapura,” ujar Plt Ketua DWP Kota Jayapura, Grace L. Yoku, S.Pd., M.Pd di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (24/6/2025).

Kesempatan tersebut, Yoku yang juga menjabat Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Jayapura, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan generasi Kota Jayapura yang maju dan berkarakter.
Diantaranya, sebagai individu yang kuat, cerdas, dan tangguh menjalankan multi peran sebagai ibu, istri, dan profesional, perempuan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di era teknologi dan globalisasi.
Perempuan adalah pendidik pertama dalam keluarga yang berperan besar membentuk karakter dan budaya bangsa dengan mendidik anak-anaknya menggunakan pendekatan asah, asih, dan asuh, sehingga menghasilkan generasi yang berkarakter dan berkualitas.
Melalui kontribusi di berbagai sektor, perempuan membantu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan berdaya saing, sehingga pembangunan bangsa menjadi inklusif dan berkelanjutan.
Perempuan muda khususnya menjadi agen perubahan dalam pendidikan berbasis teknologi dan nilai humanis, yang sangat penting untuk mencetak generasi siap menghadapi tantangan era 5.0 dengan kompetensi berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi.
Perempuan juga berperan dalam mewujudkan keluarga yang sehat, makmur, dan sejahtera sebagai fondasi lahirnya generasi muda mumpuni yang akan menjadi pilar utama Indonesia Emas 2045.
Kesetaraan akses perempuan dalam pendidikan, kesehatan, dan karier sangat penting agar mereka dapat berkontribusi optimal dalam pembangunan bangsa dan penciptaan generasi emas.
“Perempuan berperan sebagai pendidik utama, agen perubahan, dan penggerak pembangunan yang membentuk karakter, kecerdasan, dan daya saing generasi penerus Indonesia menuju masa depan yang maju dan berkarakter,” ujar Yoku.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H mengapresiasi DPW Kota Jayapura salah satunya memberikan buku cerita bergambar kepada anak-anak di kampung.
Dia menilai, pesan moral yang ingin disampaikan melalui penyaluran buku cerita bergambar menunjukkan pentingnya saling membantu dan berbagi ilmu serta sumber daya untuk kemajuan bersama, khususnya dalam pendidikan anak-anak.
Membudayakan gemar membaca sebagai kunci pengembangan diri, pengetahuan, dan karakter yang kuat sejak dini.
Buku cerita bergambar sering mengandung cerita yang mengajarkan kejujuran, kerja keras, persahabatan, keberanian, dan nilai-nilai positif lainnya yang membentuk karakter anak.
Selain itu, melalui pemberian buku, diharapkan anak-anak termotivasi untuk belajar dan bermimpi besar demi masa depan yang lebih baik.
Dia juga mengajak semua pihak keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung perkembangan literasi dan pendidikan anak.
“Penyaluran buku ini bukan hanya tentang pemberian materi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan semangat belajar yang dapat membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” ujar Rollo.
Kesempatan tersebut, Rollo memiliki harapan yang positif dan konstruktif terkait penyerahan buku cerita bergambar kepada anak-anak, khususnya dalam rangka mendukung program literasi dan minat baca.

Rollo berharap agar orang tua dapat memanfaatkan buku cerita bergambar tersebut untuk meningkatkan minat baca anak di rumah.
Pasalnya, dengan membaca bersama anak, orang tua dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini yang sangat penting untuk perkembangan kemampuan literasi anak.
Orang tua diminta berperan aktif mendukung program literasi yang dijalankan oleh sekolah dan pemerintah kota, dan penyerahan buku cerita bergambar merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi yang gemar membaca dan kritis dalam berpikir.
Selain itu, agar kegiatan membaca buku cerita bergambar dapat menjadi sarana mempererat komunikasi dan ikatan antara orang tua dan anak, karena membaca bersama tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Orang tua diminta menjadi teladan dalam hal membaca, dengan menunjukkan antusiasme dan konsistensi dalam membaca, orang tua dapat menginspirasi anak-anak untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Dia juga meminta orang tua aktif memantau dan mendampingi proses belajar anak agar anak dapat memahami isi buku dengan baik dan mengembangkan imajinasi serta kreativitasnya.
“Saya mengajak semua pihak, terutama orang tua, untuk berperan aktif dalam mewujudkan tujuan mulia ini,” ujar Rollo.






