Kadispora Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H meresmikan turnamen Wali Kota Cup I 2025 dengan menendang bola ke gawang. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menggelar turnamen Wali Kota Cup I dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2025.
Ketua panitia turnamen, Yoppi Hanuebi, S.Pd, mengatakan turnamen tersebut juga mewujudkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura periode 2025-2030.
Ia juga mengatakan, sebagai pengembangan minat dan bakat, wadah dan pengembangan potensi peserta didik khususnya SMP/MTs pada cabang olahraga.
Selain itu, sekaligus menyeleksi atau memilih peserta didik yang nantinya mewakili Kota Jayapura dalam ajang Gala Siswa Indonesia tingkat kota, provinsi, dan nasional.
Peserta yang terlibat dalam turnamen sebanyak 16 sekolah baik SMP/MTs kelas 7 dan 8, yang diselenggarakan dari tanggal 2 s.d 9 Mei 2025 bertempat di Lapangan SMA YPPK Taruna Darma Kota Jayapura.
“Diharapkan melalui turnamen tersebut, memacu semangat peserta didik untuk melangkah lebih baik lagi dari tahan-tahun sebelumnya karena adanya semangat, dorongan, dukungan, dan visi misi yang luar biasa dari Bapak Wali Kota Jayapura,” ujar Hanuebi yang juga menjabat Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan turnamen sepak bola dapat dijadikan alat pembelajaran yang efektif.
Diantaranya, menerapkan model pembelajaran kelompok, di mana siswa dibagi dalam kelompok heterogen untuk meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan peer teaching, sehingga proses belajar menjadi lebih kompetitif dan interaktif.
Mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran melalui turnamen, sehingga siswa tidak hanya belajar teknik sepak bola, tetapi juga sikap sportif, tanggung jawab, dan kemampuan sosial.
Memberikan ruang bagi peserta didik untuk berlatih dan mencoba tanpa takut gagal, sehingga membangun rasa percaya diri dan motivasi belajar yang tinggi.
Menggunakan media dan alat bantu pembelajaran yang sesuai, seperti bola modifikasi atau alat peraga lain yang dapat meningkatkan keterampilan teknik dan minat belajar siswa.
“Dengan strategi tersebut, turnamen sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan teknis, mental, sosial, dan karakter peserta didik secara menyeluruh,” ujar Majid.
Kadispora Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, mengatakan turnamen sepak bola meningkatkan kepercayaan diri karena anak belajar menetapkan tujuan, berusaha keras, dan mengembangkan keterampilan baru melalui kompetisi nyata.
Mengasah ketahanan mental dengan menghadapi tekanan pertandingan, kegagalan, dan tantangan sehingga anak menjadi lebih tahan banting dan mampu mengendalikan emosi.
Mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi seperti menerima kekalahan dengan lapang dada dan mengelola rasa frustrasi secara positif.
Meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres, kecemasan, serta depresi melalui aktivitas fisik yang merangsang pelepasan endorfin dan neurotransmiter lain yang baik untuk kesehatan mental.
Melatih kerja sama tim dan empati, yang penting untuk keterampilan sosial dan emosional anak dalam berinteraksi dengan orang lain.
Mendorong kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan cepat dalam situasi dinamis di lapangan, yang juga mendukung perkembangan kognitif anak.
“Turnamen sepak bola menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter positif, meningkatkan kecerdasan emosional, dan memperkuat mental anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Rocky.

Ia juga mengatakan, pengembangan potensi peserta didik melalui turnamen sepak bola sangat efektif dalam mengasah keterampilan teknis, fisik, dan karakter anak.
Sepak bola tidak hanya melatih teknik seperti menggiring, mengoper, dan menendang bola, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti disiplin, kemandirian, kerja sama tim, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.
Turnamen sepak bola juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengukur kemampuan mereka, belajar dari pengalaman, dan meningkatkan rasa percaya diri. Melalui kompetisi, siswa terdorong untuk berlatih lebih giat dan mengembangkan potensi terbaiknya baik secara fisik maupun mental.
Selain itu, turnamen sepak bola juga dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi, sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter positif, yang siap menghadapi tantangan di lapangan maupun kehidupan sehari-hari.
Model pembelajaran seperti cooperative learning tipe Team Games Tournament (TGT) yang diterapkan dalam sepak bola juga terbukti meningkatkan keterampilan teknis seperti passing secara signifikan.
Turnamen sepak bola merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek keterampilan olahraga, fisik, maupun pembentukan karakter.
Ia juga mengatakan, turnamen sepak bola pada peserta didik mengajarkan sportivitas dan fair play, yaitu sikap jujur, adil, dan menghormati aturan serta lawan main.
Kerja sama tim, penting untuk mencapai tujuan bersama dan membangun kekompakan, tanggung jawab, termasuk menerima konsekuensi atas tindakan selama pertandingan.
Menghargai dan menghormati lawan, wasit, dan semua pihak terkait, disiplin, pantang menyerah, dan mengendalikan emosi saat bertanding.
Persatuan dan solidaritas, mengatasi perbedaan suku, agama, dan budaya melalui kebersamaan dalam tim, kepercayaan diri dan optimisme dalam menghadapi tantangan.
“Turnamen sepak bola menjadi sarana pembelajaran karakter yang mengintegrasikan nilai moral, etika, dan sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rocky.
“Peran pelatih dan dukungan orang tua juga penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter melalui pengalaman kompetisi sepak bola,” sambungnya.






