Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M meresmikan festival IKM 2025 dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
PEMERINTAH Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, menggelar festival Industri Kecil Menengah (IKM) di Gedung Dekranasda Pasar Entrop.
Festival atau pameran produk IKM dan UMKM ini berlangsung selama lima hari dari tanggal 22 s.d 26 Agustus 2025 untuk mendukung dan mempromosikan produk lokal serta mendorong perekonomian masyarakat.
Dihadiri Forkopimda Kota Jayapura dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Jayapura, festival ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan perekonomian melalui sektor UMKM dan industri kreatif.
Selain kuliner, festival ini juga menampilkan pelaku usaha kecil dari berbagai sektor unggulan kerajinan tangan, seperti batik, noken, dan aneka aksesoris.
Festival IKM yang dimeriahkan artis Iren dan Rocky serta Blessing Band, atas kerja sama Pemerintah Kota Jayapura melalui Disperindagkop dan UKM dan EO Piche Ginuny.
Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad Saichul mengatakan, sebanyak 200 IKM dan UMKM dilibatkan dalam festival ini.
Ada 45 tenda dan 16 tenan disiapkan untuk pelaku IKM dan UMKM binaan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura.
“Festival ini menjadi alat efektif untuk mendongkrak penjualan produk IKM dan UMKM. Festival sebelumnya digelar dua hari omzet pendapatan pelaku usaha secara keseluruhan mencapai Rp 100 juta,” ujar Achmad.
Plt. Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si mengatakan, lewat festival ini dapat meningkatkan permintaan produk IKM dan UMKM sehingga omzet pelaku usaha meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Selain itu, festival membuka akses pemasaran lebih luas bagi IKM dan UMKM, karena produk yang sebelumnya hanya dikenal lokal bisa dikenalkan di tingkat yang lebih luas.
Festival juga mendorong pelaku usaha untuk memperbaiki standar produk, inovasi pengemasan, dan promosi, termasuk pemanfaatan teknologi digital seperti media sosial.
Serta membantu menciptakan lapangan kerja temporer sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar, karena meningkatkan jumlah produksi.
Selain peningkatan penjualan, festival memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, mendukung usaha informal, serta mendorong tumbuhnya usaha baru seperti penginapan, pusat oleh-oleh, dan tempat makan.
“Festival ini diharapkan memperluas jaringan pasar, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi pelaku usaha serta komunitas lokal secara lebih luas,” ujar Itaar.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M mengatakan, festival menjadi wadah edukasi dan hiburan bagi masyarakat sehingga tidak hanya sekadar jual beli, tapi juga menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap produk lokal dan budaya.
Selain itu, mendorong para pelaku IKM untuk terus berinovasi dalam memajukan produk mereka agar usaha mereka bisa naik kelas.
Wakil wali kota juga mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program-program berkelanjutan yang mendukung IKM dan UMKM.
Serta, perkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat demi membangun perekonomian daerah yang lebih maju dan inklusif.
Selain itu, peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi transaksi di sektor IKM dan UMKM juga menjadi bagian dari dukungan tersebut.
“Harapannya agar IKM dan UMKM bisa mendorong pemasaran produknya terutama melalui platform digital seperti media sosial agar jangkauan pasar menjadi lebih luas,” ujar wakil wali kota.
“Saya juga berharap agar IKM dan UMKM di Kota Jayapura bisa terus tumbuh dan berkembang serta memiliki pemasaran online yang masif,” jelasnya.
(lrh)






