Beranda / Ragam Berita / DPKD Kota Jayapura perkuat tenaga literasi perpustakaan digital

DPKD Kota Jayapura perkuat tenaga literasi perpustakaan digital

Staf DPKD Kota Jayapura mendampingi operator perpustakaan digital di Kampung Nafri. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kota Jayapura Septinus Ireeuw mengatakan tenaga literasi perpustakaan berperan penting salah satunya untuk menyukseskam literasi digital di kampung.

“Tenaga literasi membantu dalam upaya meningkatkan pemerataan dan pemahaman literasi digital di sektor pendidikan,” ujar Ireeuw di kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (5/11/2024).

Dikatakannya, tugas tenaga literasi perpustakaan membantu mengatasi masalah yang timbul agar masyarakat memahami apa itu ruang digital dan bagaimana beraktivitas di ruang digital.

Adanya tenaga literasi perpustakaan, dilanjutkannya, masyarakat diperkenalkan mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yaitu digital skill (kemampuan individu), digital culture (aktivitas masyarakat di ruang digital).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura Septinus Ireeuw. (TIFAPOS/Ramah)

Selain itu, digital ethics (kemampuan mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital), dan digital safety (kemampuan untuk mengenali, menerapkan, dan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital).

“Kami tidak hanya menghadirkan perpustakaan di kampung, tapi juga mendampingi operatornya agar mandiri sehingga menyukseskan pengelolaan perpustakaan digital,” ujarnya.

Di sisi lain, lembaga pendidikan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai literasi perpustakaan digital kepada generasi muda.

“Dengan mengintegrasikan pembelajaran literasi digital ke dalam kurikulum pendidikan, diharapkan para siswa dapat memahami dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

“Masyarakat juga perlu sadar akan pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari, agar terhindar dari disinformasi dan hoaks (berita bohong), sehingga lebih waspada dalam menyaring informasi yang mereka terima,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *