Kepsek SMP Negeri 2 Jayapura Dorthea Carolien Enok bersama siswanya. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Dorthea Carolien Enok tampak cantik dan anggun kala mengenakan pakaian adat khas Bali.
Ia pun mengaku sangat senang karena bisa mengenakan busana yang menjadi kebanggaan nasional. Apalagi, momennya bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024.
Terlihat perempuan asal Papua, yang akrab di sapa Mama Thea, memadukan kebaya Bali berwarna merah dengan batik dan kain tenun berwarna kuning.
“Memaknai hari Sumpah Pemuda dengan menggunakan pakaian adat agar generasi muda khususnya siswa-siswi kami mengingat kembali sejarah dan budaya bangsa Indonesia,” ujar Enok di Jayapura, Selasa (29/10/2024).

Sebelumnya, guru dan siswa SMP Negeri 2 Jayapura memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024, yang diawali dengan upacara, Senin (28/10/2024).
Peringatan ini semakin semarak dengan kehadiran berbagai pakaian adat dari seluruh Nusantara yang dikenakan oleh guru dan siswa.
“Keberagaman pakaian adat ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang mencerminkan semangat sumpah pemuda,” ujarnya.
Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober untuk mengenang Kongres Pemuda II tahun 1928 di Jakarta. Para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan persatuan.
Sumpah Pemuda 1982 melahirkan sebuah komitmen kebangsaan, yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.
“Menggunakan pakaian daerah masing-masing agar ikut melestarikan budaya sekaligus mengedukasi dan menginspirasi guru dan siswa untuk mengenang kembali perjuangan para pemuda-pemuda yang berjasa bagi Indonesia,” ujarnya.

Dikatakannya, momentum hari Sumpah Pemuda mengajak guru dan siswa untuk membangun kolaborasi demi mewujudkan harapan masa depan Indonesia khususnya kemajuan SMP Negeri 2 Jayapura.
“Sumpah Pemuda membawa makna supaya para palajar menghargai perbedaan yang ada di masyarakat mulai dari suku, bahasa, dan budaya. Dengan menghargai perbedaan itu, guru dan siswa turut serta membangun persatuan dan kesatuan negara Indonesia,” ujarnya.
Kepsek berharap kepada peserta didiknya untuk memaknai hari Sumpah Pemuda dengan rajin belajar, menjaga bahasa Indonesia, menumbuhkan semangat belajar, patriotisme, dan gotong royong.
“Mendukung toleransi sebagai upaya menghargai perbedaan yang ada, meningkatkan rasa cinta tanah air di tengah era globalisasi ini, berkarya dan berinovasi demi mewujudkan masa depan bangsa Indonesia,” ujarnya.






