Kadispora Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd saat menyerahkan hadiah doorprize dalam acara HUT ke-28 SMA Negeri 4 Jayapura. (TIFAPOS/Ramah)
Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan dukungan kepada pemuda melalui berbagai program.
Salah satunya pengembangan pemuda khususnya Orang Asli Papua atau OAP di sektor entrepreneur atau wirausaha agar berprestasi, termasuk pelatihan dan akses permodalan.
Ini membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan mengembangkan bisnis mereka.
“Dengan semangat dan kreativitas, wirausaha muda terus menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kadispora Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd saat menghadiri perayaan HUT ke-28 SMA Negeri 4 Jayapura, Kamis (30/1/2025).
Dikatakan Rocky, pemuda merupakan potensi terbesar dalam menciptakan pengusaha. Sebagai generasi penerus bangsa dan calon-calon pemimpin negara.
Selain itu, pola polikir anak-anak muda bangsa ini harus benar-benar terorientasi dengan baik, harus bisa melihat ke depan akan kondisi dan kebutuhan bangsanya.
Ia juga mengatakan, pemberdayaan pemuda adalah proses pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan kepercayaan diri untuk membantu pemuda mengambil peran aktif dalam pembangunan.
Pemuda juga merupakan sumber daya yang berpotensi untuk menciptakan perubahan positif bagi diri sendiri dan lingkungan masyarakat.
Melalui program ini, pemuda asli Papua memiliki pengetahuan dalam mengelola usaha agar mampu berdaya saing guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Serta memiliki kemampuan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statustik (BPS) Kota Jayapura, secara kuantitatif, jika dilihat dari ukuran pemuda adalah umur 15-35 tahun atau setara dengan 76 persen pemuda dari jumlah penduduk yang mencapai 413 ribu jiwa.
Program kewirausahaan yang digaungkan Dinas Pemuda dan Olaharaga Kota Jayapura melalui dana Otonomi Khusus atau Otsus, pemberdayaan pemuda asli Papua dilakukan untuk menumbuhkm jiwa wirausaha dalam dirinya.
“Ini sudah tahun ketiga. Kami tidak hanya mendampingi, melatih, dan memberikan bantuan tapi juga konsisten mengikuti perkembangan usaha mereka,” ujar Rocky.
Ia juga mengatakan, mengetahui pembukuan mereka, apakah usaha maju atau tidak. Dengan harapan, yang sudah mendapatkan bantuan menjadi contoh.






