Beranda / Ragam Berita / Disdikbud Kota Jayapura latih operator dan panitia SPMB jenjang SMK

Disdikbud Kota Jayapura latih operator dan panitia SPMB jenjang SMK

Peserta pelatihan aplikasi SPMB menyimak pemaparan pemateri. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id  Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang SMA/SMK menggelar pelatihan penggunaan aplikasi sistem penerimaan murid baru (SPMB Tahun Ajaran 2025/2026.

Kegiatan ini berlangsung di aula SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura, Selasa (20/5/2025) diikuti ketua panitia, operator, dan kepala sekolah SMK se-Kota Jayapura, dengan pemateri Bersama Teknologi Unggul dari Jakarta.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP mewakili Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, mengatakan guna memastikan aplikasi berjalan lancar dan data valid.

Ia juga mengatakan, pelatihan aplikasi SPMB untuk jenjang SMK meliputi praktik penggunaan akun operator sekolah, pengelolaan data master, mapping mata pelajaran, data guru, siswa, dan kelas.

Selain itu, pelatihan ini bertujuan agar operator sekolah dapat mengelola proses pendaftaran dan seleksi murid baru secara efektif menggunakan aplikasi SPMB serta mendukung proses pendaftaran dan seleksi secara online.

Kesempatan tersebut, Nur Jaya berharap, pelatihan aplikasi SPMB dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman tenaga pendidik serta staf administrasi SMK dalam mengoperasikan sistem secara efektif dan efisien.

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP menyampaikan sambutan dalam pelatihan aplikasi SPMB jenjang SMK. (TIFAPOS/La Ramah)

Dengan demikian, lanjut Nur, proses penerimaan siswa baru dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis, proses seleksi dan penerimaan siswa baru dapat dilakukan dengan lebih transparan, akurat, dan cepat.

Selain itu, pelatihan diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal dalam proses administrasi penerimaan siswa baru dan menjadi alat bantu yang handal dalam mengelola data dan meminimalisir kesalahan manusia.

Pelatihan juga dapat mempererat koordinasi antara pihak sekolah, dinas pendidikan, dan lembaga terkait lainnya. Dengan pemahaman yang sama terhadap aplikasi SPMB, komunikasi dan kerjasama dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru dapat lebih baik.

“Dengan proses penerimaan siswa baru yang lebih terstruktur dan profesional, dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMK, karena siswa yang diterima adalah yang benar-benar memenuhi standar dan potensi yang diinginkan,” ujar Nur.

Untuk memastikan data siswa valid dalam aplikasi SPMB, dikatakan Nur Jaya, langkah utama adalah melakukan proses verifikasi dan validasi data secara cermat.

Proses ini meliputi pemeriksaan dan pencocokan data pendaftar dengan dokumen resmi seperti ijazah, akta kelahiran, kartu keluarga, dan dokumen pendukung lainnya untuk memastikan keabsahan data yang diinput.

Operator sekolah melakukan perbaikan dan pengisian data yang wajib lengkap, termasuk data pribadi dan alamat dengan titik koordinat yang sesuai, lalu menyimpan dan memverifikasi data tersebut dalam aplikasi hingga muncul tanda centang hijau sebagai bukti data sudah terverifikasi.

Ia juga mengatakan, siswa juga wajib mengisi data diri dengan lengkap dan benar, kemudian mengajukan data untuk diverifikasi oleh operator sekolah asal.

Penggunaan portal resmi verifikasi dan validasi data siswa yang memungkinkan perbaikan data jika ditemukan ketidaksesuaian, terutama untuk data nama, tempat dan tanggal lahir, serta jenis kelamin, yang harus diperbarui melalui operator sekolah atau melalui laman khusus bagi siswa yang sudah lulus.

Selain itu, sosialisasi dan pelatihan verifikasi data dilakukan agar operator dan sekolah memahami pentingnya kesesuaian data antara sistem Dapodik dan Dukcapil untuk menghindari masalah administrasi saat pendaftaran SPMB.

“Dengan melakukan verifikasi dan validasi data secara teliti, integritas data calon peserta didik dapat terjaga sehingga proses penerimaan berjalan lancar dan tertib,” ujar Nur Jaya.

Nur Jaya menambahkan, dokumen yang harus diverifikasi dalam proses SPMB, yaitu Kartu Keluarga (KK), nilai rapor semester 1 sampai 5 atau nilai rapor kelas 9 semester 1.

Selain itu, Surat Keterangan Peringkat Rerata Nilai Rapor dari sekolah asal, Surat Keterangan Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang ditandatangani kepala sekolah.

Sertifikat prestasi akademik dan non-akademik (jika ada), Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang susunan pengurus OSIS/MPK dan ekstrakurikuler (untuk SMA/SMK).

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) keabsahan dokumen dari orang tua/wali bermaterai, Fotokopi Ijazah, Surat Keterangan Lulus (SKL), atau Surat Keterangan Kelas Akhir bagi lulusan tahun berjalan.

Surat keterangan hasil asesmen fisik/psikologis bagi penyandang disabilitas (jika ada), Surat keterangan pindah domisili atau mutasi tugas orang tua/wali (bagi jalur mutasi), Surat pernyataan dari orang tua/wali yang menyatakan bersedia diproses hukum jika memalsukan dokumen.

“Semua dokumen tersebut harus diserahkan dan diverifikasi oleh operator sekolah untuk memastikan keabsahan data calon peserta didik,” ujar Nur Jaya.

Kepala SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura, Fransiscus T.A Amarta. (TIFAPOS/La Ramah)

Kepala SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura, Fransiscus T.A Amarta, memberikan tanggapan positif terkait pelatihan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK sebagai bagian penting dalam mempersiapkan penerimaan peserta didik baru.

Ia menilai pelatihan aplikasi SPMB sangat penting agar calon siswa dan orang tua memahami prosedur pendaftaran, persyaratan, serta mekanisme seleksi sehingga tidak terjadi kebingungan saat proses pendaftaran berlangsung.

“Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan transparansi, keadilan, dan kesiapan peserta didik dalam sistem penerimaan yang baru ini,” ujar Fransiscus.

Ia juga mengatakan, pelatihan ini juga dianggap sebagai sarana untuk mengantisipasi kendala teknis dan memastikan proses penerimaan berjalan lancar dan sesuai kapasitas yang ditetapkan.

Fransiscus menambahkan, SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura mempersiapkan sekolah untuk menerapkan SPMB dengan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait untuk menyusun petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan.

Menentukan daya tampung siswa sesuai kapasitas sekolah dan wilayah domisili calon peserta didik, serta mengatur jalur pendaftaran seperti reguler, afirmasi, dan mutasi.

Melaksanakan simulasi pendaftaran dan seleksi SPMB untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang mekanisme pendaftaran, seleksi, dan penggunaan aplikasi SPMB agar proses berjalan lancar.

Sosialisasi secara maksimal kepada siswa, orang tua, dan masyarakat melalui media elektronik dan tatap muka agar semua pihak memahami perubahan sistem dari PPDB ke SPMB.

Mengkaji dan mempersiapkan infrastruktur teknologi informasi yang mendukung pelaksanaan SPMB, termasuk validasi data siswa dari sistem Dapodik untuk menghindari kendala teknis saat pendaftaran.

Ia juga mengatakan, kurasi dokumen pendukung seperti piagam prestasi untuk jalur prestasi agar sesuai aturan dan batas waktu yang ditentukan.

“SMK 3 Jayapura berfokus pada koordinasi, sosialisasi, simulasi, dan penguatan sistem administrasi serta teknologi untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan efektif dan sesuai regulasi terbaru,” ujar Amarta.

Ia juga menegaskan, SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura memastikan keadilan dan transparansi dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui transformasi informasi.

Selain itu, pengawasan eksternal, memastikan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) atau intervensi dari pihak luar dalam pelaksanaan SPMB, objektivitas dan akuntabilitas, dan deklarasi komitmen.

“Jumlah siswa baru yang akan diterima sebanyak 684 dibagi 19 romble atau kelas, dan jumlah jurusan ada sembilan, yaitu teknik konstruksi perumahan, desain permodalan dan informasi bangunan, teknik geomatika, instalasi tenaga listrik, permesinan, pengelasan, kendaraan ringan otomotif, teknik dan bisnis sepeda motor, audio video, komputer dan jaringan,” ujar Amarta.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *