Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd memimpin pertemuan awal tahun pelajaran 2026. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Menyamakan visi dan langkah program pendidikan sepanjang tahun 2026.
• Momentum “reset” program sekolah agar selaras dengan surat edaran wali kota dan penegasan dinas.
• Pengembangan kompetensi siswa dan guru melalui pelatihan berkelanjutan.
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Papua, menggelar pertemuan koordinasi awal tahun pelajaran 2026 di aula SMP Negeri 1 Jayapura, Jumat, 9 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah, guru, dan pengawas pembina dari semua jenjang pendidikan mulai PAUD hingga SMA.
Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 Waktu Papua itu bertujuan menyamakan visi dan langkah pelaksanaan program pendidikan sepanjang tahun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd dalam arahannya menyampaikan 36 poin prioritas yang menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah Kota Jayapura.
“Dalam pertemuan ini, kami tekankan kedisiplinan dan pemakaian seragam sekolah yang benar. Semua harus taat aturan, agar menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,” ujar Rocky.
Ia juga menegaskan larangan pungutan liar di sekolah-sekolah negeri terutama bebas pungutan, agar orang tua tidak terbebani seperti pada kenaikan kelas, penerimaan siswa baru (PPDB), pengambilan ijazah, termasuk acara Natal dan ulang tahun sekolah.
Sehingga, melalui pertemuan yang berlangsung 2 jam ini menjadi momentum untuk reset program sekolah.
“Kami sudah sampaikan kepada jajaran kepala sekolah, sehingga pelaksanaannya tidak ambigu dan selaras dengan surat edaran Wali Kota Jayapura serta penegasan dinas,” ujar Rocky.
Rocky menambahkan, prioritas utama tahun ajaran 2026 adalah memastikan semua anak usia sekolah mengenyam pendidikan.
“Semua anak harus sekolah, target nol putus sekolah dan nol melek huruf harus tercapai. Kami juga dorong pengembangan kompetensi siswa dan guru melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Rocky.
Sehingga mampu bersaing dengan standar nasional terutama guru mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang aktif dan kreatif dalam kelas maupun di luar kelas.
Data Dinas menunjukkan, tahun lalu tingkat putus sekolah di Kota Jayapura masih mencapai 2,5 %.
Oleh karena itu, pertemuan ini juga membahas strategi peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di 14 kampung di wilayah Kota Jayapura.
Selain itu, 36 poin arahan mencakup penguatan kurikulum merdeka, integrasi pendidikan kebudayaan Papua, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Ia juga menyentuh isu keamanan sekolah, seperti pencegahan bullying dan radikalisasi, yang menjadi perhatian khusus di Kota Jayapura.
Selain itu, Disdikbud Kota Jayapura berencana lakukan monitoring lapangan mulai untuk memastikan implementasi.
“Diharapkan tahun pelajaran 2026 berjalan lancar dan berkualitas, mendukung visi dan misi Pemkot Jayapura melalui pendidikan bermutu,” ujar Rocky.
(ldr)








