Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Jayapura Frederik Awarawi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd dan kolega saat foto bersama. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi ketua tim TPPKSP (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan) jenjang SMA dan SMK.
Kegiatan yang berlangsung di aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (22/4/2025) bertujuan untuk mengaktifkan peran dan tugas tim dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah.
Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan teknis dan pemahaman anggota tim dalam menjalankan fungsinya terutama tentang pencegahan kekerasan dan berbagi praktik baik dalam pelaksanaan tugasnya.
Pelatihan tersebut menggunakan metode pelatihan berjenjang (cascade training) yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan disebarkan dari tingkat nasional ke daerah, sehingga mempercepat penyampaian materi dan implementasi di sekolah-sekolah.
Materi pelatihan mencakup pemahaman regulasi terkait pencegahan kekerasan, teknik pendampingan korban, serta pengelolaan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.
Selain itu, pelatihan juga mengedepankan prinsip non-diskriminasi dan kepentingan terbaik bagi peserta didik, serta menyiapkan ketua tim TPPKSP untuk mendampingi proses pembentukan tim dan satgas di daerah guna mempercepat pembentukan TPPKSP di satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Jayapura Frederik Awarawi mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, S.H., M.H, berharap melalui kegiatan tersebut dapat menguatkan peran dan tugas tim.
Ia juga berharap materi terutama tentang regulasi, pencegahan, dan penanganan kekerasan dapat dilakukannya dengan baik, sehingga berdampak baik pada peningkatan kualitas belajar mengajar siswa.
“Tujuan utama pelatihan TPPKSP adalah agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan,” ujar Awarawi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, berharap dapat meningkatkan kapasitas tim dalam mencegah dan menangani kekerasan di satuan pendidikan secara efektif dan profesional, sehingga dapat melindungi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah dari segala bentuk kekerasan.
Selain itu, berfungsi sebagai pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas dalam pembentukan dan pengelolaan TPPKSP di sekolah, serta memperkuat koordinasi dengan satuan tugas di tingkat daerah untuk mempercepat pembentukan tim dan pelaksanaan kebijakan pencegahan kekerasan.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ketua dan anggota tim agar mampu menjalankan fungsi pencegahan dan penanganan kekerasan secara komprehensif sesuai regulasi terbaru,” ujar Majid.

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp, mengatakan materi utama yang diajarkan dalam pelatihan TPPKSP meliputi pemahaman bentuk-bentuk kekerasan di satuan pendidikan, termasuk kekerasan fisik, seksual, dan perundungan.
Selain itu, mekanisme pembentukan dan pengelolaan tim TPPKSP di sekolah serta satuan tugas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Strategi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk penguatan tata kelola dan edukasi.
Proses penanganan kasus kekerasan secara efektif dan berprinsip, termasuk pendampingan korban dan perlindungan saksi. Pengelolaan data kasus kekerasan serta pelibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
Serta, prinsip-prinsip dasar seperti non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kerahasiaan, dan keberlanjutan pendidikan bagi korban.






