Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid menyampaikan sambutan dalam kegiatan literasi guru kelas awal jenjang Sekolah Dasar. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura bersama UNICEF Papua menggelar pelatihan literasi kelas awal untuk guru Sekolah Dasar (SD) selama lima hari atau dari 28 Oktober hingga 1 November 2024.
“Memberikan bekal yang tepat kepada guru kelas awal SD sangat penting untuk meningkatkan angka literasi di Kota Jayapura,” ujar Kadisdikbud Kota Jayapura Abdul Majid di Azana SIP Hotel Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2024).
Dikatakannya, guru yang mengajar di kelas awal memiliki peran sentral dalam membentuk peran dasar kemampuan membaca dan menulis anak-anak.
Dilanjutkannya, dengan pelatihan yang baik dalam metode pengajaran literasi, strategi pembelajaran kreatif, dan pemahaman terhadap kebutuhan anak-anak, guru dapat membantu menumbuhkan minat baca sejak dini.

“Keterampilan yang kuat akan membantu anak anak lebih mudah dalam memahami pelajaran di jenjang pendidikan selanjutnya, yang berujung pada peningkatan angka literasi secara keseluruhan di Kota Jayapura,” ujarnya.
“Selain itu, dukungan ini juga membantu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberi kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Perwakilan UNICEF Papua Derry mengatakan literasi dasar pada usia dini (6-8 tahun) di kelas awal SD, menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan multidimensi anak, termasuk aspek spiritual, fisik, kognitif, komunikasi, serta sosioemosional.
“Tujuan dari pelatihan bagi pendidik SD dari 16 sekolah di Kota Jayapura untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengajarkan literasi dasar kepada siswa kelas awal (kelas 1, 2, dan 3),” ujarnya.

Dikatakannya, Papua mencatat tingkat partisipasi PAUD terendah di Indonesia, yakni di angka 11,66 % anak usia 3-6 tahun yang terdaftar di pusat-pusat PAUD (BPS, 2023).
“Kesenjangan ini berdampak langsung pada kemampuan literasi siswa kelas awal di
sekolah dasar, banyak siswa belum menguasai keterampilan dasar seperti membaca dan menulis pada tingkat yang memadai berdampak serius pada kualitas pendidikan,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, dilanjutkannya, guru mampu menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan komponen literasi yang telah ditetapkan, sehingga dapat memperkuat keterampilan literasi dasar siswa.
“Hasil langsung yang diharapkan dari pelatihan ini adalah minimal 80 % dari peserta pelatihan memiliki pemahaman yang lebih baik terutama terkait dengan sembilan komponen literasi dan peningkatan keterampilan mengajar guru,” ujarnya.






