Forum OSIS SMA dan SMK mengikuti pelatihan PBB, SAR, dan Kepramukaan. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Search And Rescue (SAR), dan Kepramukaan.
Kegiatan yang berlangsung di Mako Brimob Polda Papua diikuti forum organisasi siswa intra sekolah (OSIS) SMA dan SMK, Selasa (15/10/2024) bekerja sama dengan Brimob Polda Papua.
Kepala Bidang Pembinaan SMA dan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, mengatakan pelatihan tersebut dapat membantu mengembangkan berbagai keterampilan siswa.
“Melalui pelatihan PBB, SAR, dan Kepramukaan dapat membentuk kedisiplinan, konsentrasi, rasa solidaritas, kebersamaan, dan ketangkasan,” ujar Nur Jaya saat dihubungi TIFAPOS.id di Sarmi.

Nur Jaya menjelaskan, PBB mengajarkan siswa terkoordinasi, bergerak secara sinkron, membentuk kedisiplinan, kepribadian, dan rasa cinta tanah air.
Sementara pelatihan Kepramukaan dapat membantu siswa mengembangkan rasa solidaritas, kebersamaan, dan kekompakan sehingga menghasilkan pramuka yang berkualitas.
“Kegiatan ini sebagai wujud latihan fisik guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada pembentukan karakter, sikap, dan perilaku seseorang agar memiliki disiplin yang tinggi,” ujarnya.
Staf Ahli Wali Kota Jayapura Nofdi J. Rampi mewakili Penjabat Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait, mengatakan pemuda adalah aset berbaharga bagi pembangunan suatu negara.

Selain itu, mereka memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif, baik dalam skala individi maupun masyarakat sehingga membutuhkan dukunhan dan perhatian agar pemuda berkembang secara optimal.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, anak-anak tampil sebagai individu yang memiliki kepribadian yang semakin baik, memiliki jiwa kepemimpinan, dapat bekerja dalam tim, serta mampu menghadapi dan menyelesaikan tantangan dalam dunia nyata,” ujarnya.
Nofdi berharap peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatam dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga pada akhirnya memiliki empati pada teman, orang tua, guru, dan lainnya.
“Kalian akan tumbuh menjadi siswa dengan etika dan moralitas yang baik sehingga pada saat kalian diberi tanggung jawab menjadi pemimpin, kalian telah siap bekerjasama dengan orang lain tanpa memandang rendah kemampuan orang,” ujanrya.





