Kepala Bidang SD Disdikbud Kota Jayapura, Ellen Montolalu, S.Pd., M.Pd menutup kegiatan bimbingan teknis kelembagaan dan manajemen sekolah sebagai persiapan akreditasi Sekolah Dasar. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pendampingan penting agar sekolah tidak hanya lolos, tapi naik kelas akreditasi; verifikasi lapangan April 2026.
• Sekolah wajib lengkapi instrumen dan indikator.
• Seluruh sekolah wajib akreditasi A pada 2030 untuk daya saing anak Port Numbay di tingkat nasional.
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura melalui Bidang Sekolah Dasar (SD), menggelar bimbingan teknis selama tiga hari untuk mempersiapkan 14 SD menghadapi akreditasi 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Fox Jayapura dari 9 s.d 11 Maret 2026, melibatkan kepala sekolah, operator, dan satu guru per sekolah.
Kepala Bidang SD Disdikbud Kota Jayapura, Ellen Montolalu, S.Pd., M.Pd menegaskan, berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Papua, ada 14 SD negeri dan swasta di wilayah Kota Jayapura masuk jadwal verifikasi.
“Pendampingan ini sangat penting agar semua pihak siap menghadapi penilaian. Kami ingin sekolah tidak hanya lolos, tapi naik kelas nilai akreditasi,” ujar Ellen usai menutup kegiatan, Rabu, 11 Maret 2026.
Bimbingan teknis dipandu pemateri ahli dari BAN Provinsi Papua dan tim internal Disdikbud. Materi utama mencakup pengelolaan institusi sekolah.
Selain itu, standar operasional, serta pengisian instrumen akreditasi melalui aplikasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Nasional (Sispena).
Peserta diajarkan secara praktis cara melengkapi dokumen digital yang harus diunggah, termasuk delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), seperti standar isi.
Serta, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, serta penilaian.
“Setelah ini, sekolah wajib melengkapi semua instrumen dan mempersiapkan indikator penilaian. Verifikasi lapangan dijadwalkan April 2026,” ujar Ellen.
Panduan praktis ini dirancang agar sekolah yang sebelumnya bernilai rendah bisa meningkat secara menyeluruh, bukan hanya di aspek pembelajaran.
Komitmen Disdikbud Kota Jayapura ini sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura yang menargetkan seluruh sekolah wajib meraih akreditasi A pada 2030.
Selain itu, target ambisius ini bertujuan meningkatkan daya saing anak Papua khususnya Port Numbay (Kota Jayapura) di tingkat nasional.
Sehingga, Kota Jayapura yang merupakan gerbang utama Papua, kualitas pendidikan dasar menjadi pondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Ellen menambahkan, pasca-bimbingan, Disdikbud akan melanjutkan monitoring melalui kunjungan bergilir ke 14 sekolah hingga April.
“Kami tetap support penuh. Harapannya, 100% siap dan lolos dengan nilai membanggakan, minimal B atau bahkan A,” ujar Ellen.
Kegiatan ini membuka mata soal kekurangan manajemen sekolah, sehingga 14 sekolah yang akan diakreditasi memiliki roadmap jelas untuk Sispena dan SNP.
Upaya serupa telah terbukti berhasil di tahun-tahun sebelumnya. Pada 2025, beberapa SD di Jayapura berhasil naik peringkat akreditasi setelah pendampingan.
“Disdikbud Kota Jayapura terus dorong peningkatan mutu layanan pendidikan. Program ini tak hanya soal angka akreditasi, tapi juga jaminan masa depan generasi muda yang kompetitif,” ujar Ellen.
Ellen berharap, dengan persiapan matang kali ini, 14 SD optimis capai target guna mendukung visi pendidikan berkualitas merata.
(ldr)







