Beranda / Ragam Berita / Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI hadiri rakor pendidikan dan urusan agama di sekolah Katolik

Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI hadiri rakor pendidikan dan urusan agama di sekolah Katolik

TIFAPOS.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, menyambangi Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Yohanes Rasul Jayapura dan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Seminari Santo Fransiskus Asisi Jayapura, Rabu (12/06/2024).

Kunjungan ini dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Institusi STPK Yohanes Rasul Jayapura serta menghimpun kebutuhan dan harapan dari SMAK Seminari.

Hadir mendampingi Dirjen Bimas Katolik, Albertus Triyatmojo, Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha, Direktur Urusan Agama Katolik, Salman Habeahan, Direktur Pendidikan Katolik.

Hadir juga RD. Yohanes Kurnianto Jeharut, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawan KWI, Adriana Damayanthi, Pranata Komputer Ahli Muda pada Seksi Ketenagaan dan Kemahasiswaan Subdirektorat Pendidikan Tinggi.

Ada juga Gregorius Kurniawanto, Analis Tata Usaha pada Bagian Umum dan BMN Sekretariat Ditjen Bimas Katolik, Frisca Yuyun Padudung, Analis Pelaksanaan Program Pengembangan Pendidikan pada Subdirektorat Pendidikan Menengah.

Kemudian Fransiscus Xaverius Lesomar, Plt. Kepala Bidang (Kabid) Bimas Katolik Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua bersama tim.

“Tujuan rapat ini adalah untuk memperkuat dan mengembangkan STPK menjadi center of excellence Papua,” ujar Albertus dalam rilisnya Minggu (16/6/2024).

Penguatan STPK St. Yohanes Rasul menjadi center of excellence Papua dilakukan antara lain, dengan peningkatan status STPK menjadi Institut sebab dengan tambahan dua program studi baru yaitu PGSD dan PG PAUD, maka STPK sekarang telah memiliki 4 Program Studi.

Hal ini telah memenuhi syarat untuk meningkatkan status STPK dari menjadi Institut. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara Gereja dan Pemerintah. Saat ini STPK St. Yohanes Rasul saat ini telah memiliki 4 Program Studi yaitu Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Konseling Pastoral, PGSD dan PG PAUD.

Direktorat Jenderal Bimas Katolik saat ini, memberikan perhatian lebih pada pembangunan bidang agama dan pendidikan di wilayah 3T. Hal ini telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat di DPR beberapa waktu lalu, dan mendapatkan respon positif.

“Wilayah itu dimulai dari Nias, Mentawai, NTT, Maluku, Papua, dan Papua Barat, mendapatkan respon baik dari pihak DPR,” ujarnya.

Bersama tim Bimas Katolik Kemenag RI, ia mencari solusi terhadap masalah di wilayah-wilayah tersebut. Diantaranya bagaimana solusi untuk menyediakan layanan pendidikan di daerah pedalaman, yang belum memiliki sekolah formal dan tidak memiliki akses interne dengan mengikuti pola pendekatan yang dilakukan oleh para Misionaris Katolik dahulu.

Albertus juga menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Gereja Katolik dan Pemerintah dapat semakin diperkuat sehingga pelayanan kepada umat Katolik di wilayah 3T dapat ditingkatkan.

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr memberikan respon positif dan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja Dirjen Bimas Katolik ke Papua.

Mgr. Yanuarius berharap pemerintah melalui Ditjen Bimas Katolik dapat memberikan perhatian bagi penyediaan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan layanan keagamaan bagi umat Katolik di Keuskupan Jayapura secara khusus dan di Papua pada umumnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *